Pages

Akhir Hayat Naruto dan Nobita


Akhir tahun 2014 dapat dibilang sebagai tahunnya anak 90-an. Khususnya dalam hal tayangan film semasa anak-anak dulu. Pasalnya pada akhir tahun ini 2 manga Jepang yang jadi favoritnya anak-anak 90-an telah ditamatkan. Dimulai dari Naruto kemudian disusul Doraemon.

Saya ingat sekali dulu sewatu masih SD sering dimanjakan oleh tayangan kartun di Indosiar dan RCTI. Meskipun saya lebih condong untuk menyaksikan sajian kartun versi Indosiar, sebab lebih seru dan ‘gue banget’. Sebut saja beberapa diantaranya seperti Conan, Dragon Ball, Crush Gear, Bleach, Duel Master, Digimon, Inuyasha dan lain sejenisnya. Sedangkan versi RCTI kartunnya lebih kekanak-kanakan seperti Doraemon, P-man, Ninja Hatori dan Shincan.

Selain dua stasiun televisi itu adapula Global TV yang jam tayangnya kampret banget. Pas maghrib! Ini adalah pembodohan publik yang seasu-asunya (hahahaha Gusmul effect). Lebih parah lagi karna kartunnya bagus-bagus, salah satunya Naruto (dulu pernah tayang sore jam 4, trus ganti jam 5, dan ganti lagi jam 6). Selain itu adapula yang membekas di ingatan seperti one piece (masih jalan), eyeshield, hikaru no go, Yu-Gi-Oh, Beyblade, Nube, Yaiba, Flame of Recca (TRANS TV), Tsubasa, Whistle, bahkan sampai kartun lawas Offside (ANTV) dan MahaGo. Setelah diingat-ingat masa kecilku benar-benar penuh imajinasi mengasyikan.

Oke, balik fokus ngobrolin Naruto dan Doraemon. Saya mengikuti serial Naruto dari awal, tepatnya saat itu tayang perdana di Global TV. Rasanya saya mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama. Bagaimana tidak, kala itu Naruto menawarkan kisah tentang dunia ninja yang sangat berwarna.

Meskipun dulu sempat bosan saat misi ke desa Kabut sewaktu tim 7 melawan Zabuza. Namun setelah itu gairah menonton Naruto semakin menggila saat memasuki ujian juunin. Terlebih lagi mulai bermunculan abang-abang penjual stiker dan kartu bergambar Naruto yang sliweran di sekolah-sekolah.

Jadi inget dulu ada kejadian menarik saat aku kelas 2 SMP. Waktu itu ada temen (cewek) sekelas yang lagi ulang tahun. Awalnya dia bagi-bagi makanan, standar laah. Tapi abis itu dia juga bagi-bagi poster Naruto. Poster? Lebih tepatnya kertas HVS F4 biasa yang diprint desain poster anime naruto. Waktu itu cuma beberapa saja yang ia bagi ke temen-temen, itu pun pada rebutan sampai lecek-lecek bahkan ada yang sobek. Aneh bin ajaibnya, diem-diem si cewek ini ngasih 2 posternya yang masih mulus kepadaku. Aku sih nggak begitu antusias untuk benda-benda gak penting itu, maklum aquarius. Lalu beberapa minggu setelah itu ada kabar kalau itu cewek naksir aku. Aaaaasu! Malah mengupas masa lalu.

Maafkan kekhilafan saya barusan, anggap saja satu paragraf diatas itu tanda koma.

Oke, naruto. Setelah mengikuti ceritanya lewat TV alhasil merasa bosan saat tayangannya diulang-ulang terus. Saya pun berhenti mengikuti cerita Naruto. Sedangkan saat itu temen-temen sekolah banting setir mengikuti cerita naruto lewat komiknya.

Saya merasa sangat beruntung, di depan rumah saya ada sebuah tempat persewaan komik. Koleksi komiknya banyak banget, tempatnya pun luasnya segede mushola 7 shaff. Maka sudah pasti persewaan komik bernama PAREANOM itu ramai ditongkrongi anak-anak muka anime. Saya sendiri tentu saja menjadi pelanggan setianya. Setiap liburan sekolah saya selalu sewa 2-4 komik per hari. Begitu terus sampai saya menginjak kelas 2 SMA baru berhenti. Puluhan judul komik dari yang sekelas Detective Conan sampai yang gak terkenal seperti Gash Bell dan Kimun Kamui pun saya lahap.

Referensi komik saya sangat banyak dan hebatnya saya fasih bener kalau harus nyeritain ceritanya gimana. Jadi saya sering sebal dengan teman-teman sekolah yang kalau ngomongin anime suka ngaco. Mereka referensi dari TV sedangkan saya dari komik. Ibaratnya mereka baru tau tentang Karl Marx kemarin sore, saya seminggu sebelumnya sudah tau tentang Jeaques Derrida.

Ngelanturnya jauh amat nih. Baik, balik lagi soal Naruto.

Saya terhitung sangat terlambat ketika memutuskan untuk membaca Naruto Shippuden. Kala itu saya lagi suka baca komik yang tidak begitu terkenal. Saya memutuskan baca Naruto Shippuden saat sudah lulus SMA, itu pun saya baca online. Naluri saya pun mengajak untuk terus terus dan terus membaca serial komiknya sampai ke yang paling baru. Akhirnya saya pun menjadi budak Naruto juga. Setiap rabu selalu sange, bukti bahwa harus segera baca kelanjutan cerita Naruto melawan Ibunya Rikudo yang bernama Anita Hara Kaguya.

Finally, Naruto pun tamat. Sebagai kreatornya, Mashasi Kisimoto meraih banyak pujian sekaligus cibiran. Cibiran ini datang dari para fans yang lebih mendukung kisah cinta Naruto dan Sakura. Sampai para fans ini bikin anak Naruto tandingan versi NaruSaku.


Saya sendiri puas dengan pasangan NaruHina (Naruto-Hinata). Pasalnya Hinata adalah perempuan yang memiliki sikap dewasa yang cocok untuk mengurus Naruto yang pethakilan. Tak beda jauh dengan serial Doraemon yang mana melalui film Stand by Me telah memutuskan jika Nobita bakal menikah dengan Shizuka.

Semua tahu jika Nobita adalah pria terlemah tanpa bakat apapun. Sebelum ia mengubah masa depan, sebetulnya ia bakal menikah dengan Jaiko (antara adiknya Giant atau merk tipex). Tentu saja melalui alat canggih Doraemon ia pun memberi sentuhan tak disengaja yang membuat Shizuka mau menerima lamaran Nobita di masa depan. Meskipun H-1 sebelum resepsi, Shizuka berniat untuk membatalkan pernikahannya. Namun, ayah Shizuka justru memberi motivasi dan menguatkan keyakinan Shizuka bahwa pernikahannya dengan Nobita adalah keputusan yang tepat.

Berakhirnya dua serial itu menegaskan pelajaran penting tentang percintaan. Bahwa sepayah apapun pria tetap bakal ada wanita yang suka. Pada dasarnya kaum Venus mencintai dengan cara yang rumit dan alasan yang seringkali tak masuk akal. Sedangan kaum Mars juga memiliki selera yang cukup kompleks. Dalam hal pacaran demi kesenangan, mereka bakal milih cewek yang secara fisik oke. Sedangkan jika sudah masanya menjalin hubungan rumah tangga, mereka bakal milih sesosok perempuan yang anggun, dewasa, besar hati, besar dada dan otak tok cer.


Demikian sedikit unek-unek saya, semoga menghibur anda semua. Maaf jika struktur tulisannya awut-awutan, agak badmood soalnya tuts i,k,m dan spasi susah dipencet. Kecepatan mengetik menurun drastis. Okaaays, makasih ya sudah mampir, semoga sehat selalu.

Ilham Bachtiar

Blogger kalang kabut yang doyan menulis tentang film. Meski tutur lisannya kurang terjaga, tapi orangnya total berkharisma. Terima usikan di ilhambachtiar25@gmail.com

14 komentar:

  1. Yang besar dada itu mestinya di strike through. Komik-komik basket kok gak disebutin? Hanamichi, Harlem Beat (tokoh utamanya Naruse), satu lagi lupa judulnya (tokoh utamanya Aikawa).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Goookil Harlem Beat jadul banget broo hahahaha.. Gue suka banget tuh, katanya sekarang seri manga-nya diremake lagi ya? Aikawa di komik Dear Boys bro, gue juga suka. Kalo basket yang lain ada kuroko no basuke dan Sora the wingless duck yang gue ikutin hohohoho

      Hapus
    2. Ane udah 4 tahun gak baca manga lagi bro. Baca postingan ini mengingatkan ku akan masa lalu. hahaha :v

      Hapus
    3. Hahaha... ane juga gak ngikutin yang terbaru, masih terjebak manga masa laluuu~

      Hapus
    4. Sesekali boleh tuh ngebahas/ngereview komik yang gak terkenal yang pernah ente baca. kayak yang udah disebutin, Gash Bell dan Kimun Kamui. Siapa tahu bisa jadi terkenal itu komik, trus pengarangnya ngundang ente buat ketemuan di Jepang, ditawarin jadi SPB (sales promotion boys) nya :v

      Hapus
    5. Ajegile, itu komik luawasss banget bro, tahun 90-an. Wahaahha

      Hapus
  2. Ngakak paraah bacanya hahaha. Sesama penggemar anime juga nih...cuma gue ga terlalu detail kayak elo, bro

    BalasHapus
  3. Oke One Piece ga ada saingan lagi. Ga sabar nih nunggu film Naruto The Last. Dan, akhirnya NaruHina jadi couple resmi, beruntung ngikutin manganya lagi pas baru mulai Shinobi War, yg ternyata ini jadi arc terakhir. Cinta pandangan pertama ke Naruto yg pas masih disiarin Trans TV.

    Buat akhir tahun ini juga diakhiri dengan berakhirnya Avatar Korra.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fiary Tail menurut saya masih jadi rivalnya One Piece meski terhitung pendatang baru hehehe

      Hapus
  4. oh, waktu 2 SMP kita ngga sekelas kan ya. Jadi ngga tau insiden itu.

    Btw siapa yang bagi-bagi poster? siapa yang naksir kamu? *salah fokus* #kepo

    BalasHapus
    Balasan
    1. rasah kepo rasaaaaahhh.. >_________<
      kiprit pas nulis ini gak kepikiran kalau masih ada temen smp yang nongkrongin blogku waaaaa

      Hapus
  5. kalau aku pertama nonton naruto pas di Trans TV yampun itu jaman kapan yak.
    cocok sama hinata sih, siapa coba yang gak terpesona dengan karakter hinata.
    2 anime ini memberi motivasi besar pada aku, seengaknya masih bisa berharap ada wanita diluar sana yg suka padaku, meski aku gak bisa apa2. hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok sendu amat sih broo... Semangat broo hahahaha :D

      Hapus

Berkomentarlah sejujur-jujurnya. Sebab menjadi diri sendiri tanpa rasa sungkan adalah sebaik-baik sandiwara.