Pages

Ada Lima Villain di Film Spider-Man Homecoming? Edan!



Salah satu kecemasan saya sebelum nonton film Spider-Man Homecoming adalah sosok villain yang membuat saya bertanya-tanya, “Apakah musuh Spider-Man kali ini bisa lebih mencekam dari sebelumnya?”
Makna ‘sebelumnya’ yang saya maksud bisa berarti dua hal, yaitu pagelaran Spider-Man versi Tobey dan Andrew, serta beberapa film balutan MCU yang tayang sebelum Spider-Man Homecoming.

Begini, kita sama-sama tahulah kalau di film ketiga Spider-Man versi Tobey, ada musuh besar bernama Venom. Adapula villain yang menjadi inspirasi bagi Rumor Band untuk membuat lagu berjudul Butiran Debu. Bisa menebak? Ya, Sand-Man. Meski pada akhirnya saya merasa cukup sebal karena Venom terlalu mudah ditumpas dan Sand-Man yang tidak bisa dihancurkan itu memilih taubat nasuha.

Lalu di dalam versi Andrew, Spider-Man berhadapan dengan villain bernama Rhino dan Electro yang saya ekspektasikan bakal sangat menegangkan. Lalu benar menegangkan? Ya. Dan saat tegang-tegangnya tiba-tiba film bubar. Sungguh ending film yang seasu-asunya.

Lantas apakah Spider-Man versi Tom Holland bakal menyuguhkan villain yang untouchable juga?

Tunggu. Ada yang lebih membuat saya khawatir.

Dalam rangkaian film Marvel sebelumnya, jagat raya ini hampir dikiamatkan oleh oknum-oknum super yang kurang kerjaan. Sebut saja Dormamu dalam film Doctor Strange (2016). Sihir jahat yang maha kuat dari dimensi lain itu hendak memakan bumi, lho. Untung saja Pak Dokter bisa menyelamatkan dunia ini meski harus melangagar hukum alam.

Setelahnya, di film Guardian of the Galaxy vol.2 (2017) kembali lagi dunia terancam kiamat. Siapa musuhnya? PLANET! Did you see madervaking that? Setelah dunia ini terancam lenyap gegara sihir jahat dari dimensi lain, kali ini dunia bakal diledakan oleh planet lain. Ingat, bukan penduduk planet, lho. Tapi planet itu sendiri. Planet yang hidup dan berambisi meleburkan planet-planet lain. Wuasyu tenan.

Nah, setelah ancaman dunia yang sangat mencekam itu terlewati, apakah villain dalam Spider-Man juga akan membawa beban yang sedemikian dahsyatnya juga?

Usut punya tuntas, ternyata kekhawatiran saya terlalu berlebihan. Setelah menyaksikan film Spider-Man Homecoming, saya benar-benar harus menarik kekhawatiran tersebut.

Pasalnya, film garapan Jon Watts itu benar-benar mempersempit dunia Marvel ke dalam hidup Peter Parker. Relasi kuat yang menghubungkan Dik Peter dengan keluarganya, sekolahnya, percintaannya, dan impiannya sebagai bagian dari Avengers berhasil dipadatkan dalam durasi 133 menit. 


Sosok Vulture sebelum dan sesudah Raisa menikah
Jika kita sering membicarakan tentang isu daur ulang sampah yang harus dikelola demi menjaga dunia dari ledakan limbah, maka sebaik-baik kreasi daur ulang sampah itu adalah Vulture. Villain yang lahir dari kolase limbah alien tersebut adalah bukti nyata betapa pelajaran kesenian dan fisika tidak semestinya ditinggal bolos.

Adrian Toomes (Vulture) pada awalnya adalah petugas bersih-bersih limbah alien pasca tragedi New York di film Avengers (2012). Setelah lahan pekerjaannya diambil oleh pihak yang lebih berwenang, Toomes kemudian membuat perangkat canggih dari limbah alien yang sudah ia amankan sebelumnya. Berbekal perangkat canggih itu, Toomes mencuri limbah alien yang sudah diangkut oleh tim DKP. Wkwkw.. DKP ndasmu!

Melihat ketidakbenaran itu, maka beraksilah Spider-Man untuk menghentikan aksi Vulture. Padahal kalau menurut saya nih, mereka berdua sebetulnya tidak perlu pakai berantem segala. Karena yang salah sebenarnya adalah pihak DKP yang lupa memberi peringatan “Pemulung Dilarang Masuk”. Udah itu saja persoalannya.

Mungkin karena memang Jon Watts bukan Pak RT sih, ya. Jadi masalah seperti itu sukar ia selesaikan dalam keadaan yang arif. Lho, tapi kan Toomes itu sudah bukan pemulung lagi?! Oiya, bener. Toomes yang awalnya berprofesi sebagai pemulung, kini bertransformasi menjadi pencuri ulung.

Jujur, Vulture itu keren. Dia cerdas, visioner, tekun, dan disiplin. Kalau saja anak buahnya tidak belagu, Vulture bisa jadi lebih berbahaya dari yang sekarang. Apalagi UMKM yang ia kembangkan secara underground itu sangat berpotensi memperluas ancaman bagi keamanan dunia. Jika ia disokong oleh Hidra, wuiiih, bisa gawat, ya kan? 


Kostum The Shocker seperti Chiki apa nanas, sih, ini?
Selain Vulture sebagai villain utama, dalam film ini Spider-Man juga harus berhadapan dengan satu villain lain. Ya, The Shocker.

Mengenai villain yang memiliki pukulan keras ini, saya harus bersyukur atas kesahajaan Jon Watts yang tidak memberinya kostum. Please, kalau film Spider-Man selanjutnya sosok ini harus muncul, tolong bingit jangan beri dia kostum seperti dalam wujud komiknya. Koneng-koneng seperti bungkus Chiki terus ada semacam jaring-jaring cinta yang membungkusnya? Wagu!

Etapi sosok Vulture jadi jauh lebih keren daripada wujud aslinya, sih. Apa The Shocker juga bisa demikian? Ah, entahlah. Menurutku sih sudah bagusan wujudnya yang disajikan di Spider-Man Homecoming itu.

Porsi The Shocker memang tidak begitu banyak, sebagaimana porsi yang diberikan untuk The Tinkerer. Kalau boleh memprediksi, kurasa kedua villain ini akan bersatu lagi untuk melawan Spider-Man di film selanjutnya. Bahkan lebih dari itu, aku percaya keduanya bakal melibatkan villain encus-encus yang muncul sekilas di pertengahan credit scene.

Siapa dia? 


Tatto kalajengking adalah bukti teror The Scorpion yang nyata
Tak lain dan tak bukan adalah Mac Gargan, atau yang dijuluki dengan The Scorpian. Sebagaimana julukannya itu, villain satu ini punya ekor layaknya kalajengking yang siap mengencus-encus siapa saja yang tidak percaya bahwa Susan bisa jadi dokter. Ehem.

Sebelum berpikir yang aneh-aneh tentang bagaimana Mac Gargan mendapat kekuatannya, seperti misalnya ada yang mikir dia disengat kalajengking super lalu pantatnya tiba-tiba muncul ekor guedhe, please, hentikan imajinasi menjijikan itu.
 

Seperti yang sudah saya sempat singgung di atas, dalam film Spider-Man Homecoming ada villain jenius, berjuluk The Tinkerer. Kehadiran The Tinkerer menegaskan bahwa villain yang berhadapan dengan Spider-Man memiliki pangkal yang sama, yaitu teknologi. Pastilah The Scorpion termasuk villain yang dilahirkan oleh kecanggihan teknologi juga.

Ya, tidak beda jauh dengan Vulture dan The Shocker. 


The Tinkerer membuktikan bahwa kebuncitanmu sekarang bukanlah apa-apa.
Lalu bagaimana dengan The Prowler?

Hah? Siapa lagi, tuh? Kok filmnya jadi berasa bertebaran karakter penting, sih?

Sama seperti karakter The The The yang lain, tokoh ini mendapat porsi yang tak banyak. The Prowler adalah alter ego dari sosok mas-mas kribo yang diinvestigasi oleh Spider-Man di parkiran Gramedia. Wkwkwk.. Gramedia ndasmu!

Namanya Aaron Davis, kemunculannya membuat ramai timeline karena hal itu menandakan keterlibatan Miles Morales di dalam semesta yang sama dengan Peter Parker.

Wow! Miles Morales?! Spider-Man berkostum merah hitam?! Superhero keluaran PDI Perjuangan?! Yeah! Kira-kira begitulah warganet menyambutnya. 


The Prowler seusai belanja buku di Gramedia
Dari sekian film Spider-Man yang pernah dibuat, menurut saya versi Tom Holland adalah yang terbaik. Film ini memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Peter Parker masih harus lulus sekolah, menjalin kisah cinta dengan MJ, lolos SBMPTN di Empire State University, selingkuh dengan Gwen Stacy, bekerja freelance di koran Daily Bugle...ee... Wait. Saat SMA saja dia sudah magang di Stark Industries. Lalu gedenya tetap harus freelance di Daily Bugle?

Menarik. Daily Bugle pasti muncul dalam wujud yang berbeda dari film Spider-Man versi sebelumnya demi menjaga kesinambungan cerita. Bisa saja Daily Bugle bertransformasi menjadi seperti Hipwee misalnya.

Uhuk. Hu’uk. Kuhu.

Ya, sudahlah. Demikian penerawangan saya terhadap lima sosok villain yang muncul di film Spider-Man Homecoming. Mau bagaimapun kelanjutan Spider-Man nanti, saya yakin sajiannya bakal tetap mengasyikan.

Halah basi! Jangan berekspektasi terlalu tinggi gitu, lah. Nanti kalau jatuh, rasanya sakit, lho.

Hlah. Itu berekspektasi apa bertumpu pada janji-janjinya mantanmu?

Source header: gifyu.com

Ilham Bachtiar

Blogger kalang kabut yang doyan menulis tentang film. Meski tutur lisannya kurang terjaga, tapi orangnya total berkharisma. Terima usikan di ilhambachtiar25@gmail.com

17 komentar:

  1. Gila ya pengetahuan Ilham tentang Spider-Man. Baca komiknya dimana sih?

    BalasHapus
  2. Belum nonton Spiderman. Tapi mulai kebayang deh, setelah baca reviewnya ini. Overall bagus kan yaa... Mau jadwalin nonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal Ilham wis ngos-ngosan nulis di akhir

      "Halah basi! Jangan berekspektasi terlalu tinggi gitu, lah. Nanti kalau jatuh, rasanya sakit, lho. "

      Hapus
  3. wkwwkk...ngikik ngikik bacanya apalagi bagian "mengencus-encus siapa saja yang tidak percaya susan bisa jadi dokter" nggaplek i tenan og...

    BalasHapus
  4. Hahahaha knp kuning2 jd inget chiki? Psti pas nulis kangen jajanan masa lampau :))

    Kostum2nya intinya ak serumit yang di komiknya ya :D

    Btw saya blm nonton spiderman, baru ngeh kalau itu manusia laba2 musuhnya kok ya sek banyake yaaa

    BalasHapus
  5. Hahaha, kok aku baru ngeh, ternyata ada byk karakter musuh di sini ya, dan pada punya nama.

    Ngomong2 ga gitu ngeh sih itu siapa yang ketemu si Vulture di penjara waktu nonton after credit itu. Oh ternyata Scorpion ya haha. OKe, ga terlalu ngikutin musuh2na Spiderman.

    Eh iya, ktnya ada 2 ya after creditnya? Ga nonton yg terakhir euy ...

    BalasHapus
  6. pelajaran seni mah kudu harus wajib diikuti, tapi nek fisika? hmmm, bolehlah colut sekali-kali...*lemah hitung-hitungan detected*

    ham, takok ham. iku the tinkerer sopone tinkerbell? wkwkwk

    BalasHapus
  7. Belum tonton sih film spiderman ini. Tapi. Keren itu ada banyak banget musuh biasanya 1 serial spiderman 1 musuh terus tamat gitugitu aja wajib nonton nih

    BalasHapus
  8. Asyuuuuu UMKM jare. Cocotmu ham ham...

    Lek, pie nek misale mbok gawe point wae. Di judul, kamu bilang ada 5, itu adalah angka. Tapi kamu buat tanpa angka. Saya merasa dizolimi secara terstruktur dan sistematis.

    Mbok ya dibikin list, tapi bukan list biasa. You know lah cara ngutak-atik angka dan perkara lainnya. Oc ok?

    BalasHapus
  9. Aku blm nonton!
    Krg suka sebenarnya sama Spiderman. Tapi pas liat cuplikan, kaya beda gitu. Kalau gak nonton seri avenger lain, bs nyambung gak sih sbg org yang awan ini?

    BalasHapus
  10. Spiderman pemula tp musuhnya sdh byk saja ya

    BalasHapus
  11. Huahahhaha kenapa aku malah ngakak ya bacanyaa, kayaknya nggak bakalan sempet nongton spiderman homecoming nih karena suami belom balik. Atau haruskah aku modusin orang buat nemenin aku nongton? Bhihik *dikeplak suami*

    BalasHapus
  12. emang spider man ada berapa versi sih?! aku kok yo cuma pernah nonton spider man yang diperankan sama tobey doang. itu juga nggak pernah tuntas. kalau nggak cuma liat pertengahan doang, awal doang, ya ending doang hahahaa... maklum nontonnya di tv :D

    BalasHapus
  13. Ini kayanya karena nyambung ke Avengers jadinya sampe 5 villains ya. Aku lagi nungguin pilem ini ada di catchplay karena enggak mungkin bawa anak ke bioskop. Hikksss

    BalasHapus
  14. Penasaran euy, aku sih bukan penggemar berat peter parker tp selama ini selalu suka sm ceritany, semoga akhir minggu ini masih tayang, kok jadi penasaran yaa.

    BalasHapus
  15. Wkwkwk aku baru nyadar ternyata bener yah spiderman super hero keluaran PDI perjuangan 😂
    Jadi tambah penasaran uy sama Spiderman Homecoming ini

    BalasHapus
  16. kampret, aku mocone mbek ngekek tenan

    hubungane spiderman mbek ngencus dan umkm opo jaalll

    hhaahhahahahahaha

    BalasHapus

Berkomentarlah sejujur-jujurnya. Sebab menjadi diri sendiri tanpa rasa sungkan adalah sebaik-baik sandiwara.