22 Maret 2018


Di usia saya yang ke-25 ini, saya diberi ganjaran berupa sakit gigi yang dahsyat. Tak tanggung-tanggung, gigi kiri dan kanan kulihat saja, banyak pohon cemara. Woy! Malah nyanyi. Nggak, gini, maksudnya gigi saya sekarang mengalami perlubangan di sebelah kiri dan kanan. Gitu.

Alhasil, saya mengalami kesulitan saat mengunyah makanan. Untuk sementara ini saya hanya makan makanan yang mudah hancur di mulut atau ya paling aman sih minum-minum saja.

Saat sarapan misalnya, saya cukup menyiapkan roti dan susu. Roti tersebut saya celupkan ke dalam susu dulu, baru saya lahap. Tentu saja agar roti segera hancur begitu masuk mulut. Sehingga saya tak perlu banyak mengunyah. Cara makan seperti ini cukup berhasil menghindari linu di gigi.

Cukup menyiksa sebetulnya karena banyak makanan yang pada akhirnya saya hindari. Bukan karena alergi. Cuma karena tidak mau mengunyah terlalu intim. Itu saja.

Lalu saya jadi mikir, gimana ya saya bisa kenyang, sehat, dan happy dengan masalah makan ini?

Minum jus adalah salah satu solusi yang menurut saya tepat. Jus tentu saja mengandung aneka khasiat yang dibawa dari buah-buahan. Tapi ada dua hal yang kurang dari jus. Level kekenyangannya tipis. Duh, kan tidak enak ya kalau perut keroncongan terus.

Satu lagi kekurangan jus adalah kurang happy saat meminumnya. Kalau jus buah sih okelah ya, enak. Lha kalau jus sayur? Meski menyehatkan, tetapi lidah saya sering meronta melawan rasa pahitnya.

Duh, terus apa dong yang bisa tinggal diminum dengan khasiat menyehatkan, mengenyangkan, dan membahagiakan saat meminumnya?

Aha, saya pun tahu solusinya. Re.Juve!


Apa itu Re.Juve?

Re.Juve adalah minuman menyehatkan yang berbahan dasar alami dari buah dan sayur dengan komposisi yang tepat untuk memberi rasa kenyang serta senang saat meminumnya.

Re.Juve merupakan minuman alami yang berani meniadakan sugar di dalamnya. Rasa manis yang ditimbulkan diambil dari buah-buahan yang memang sudah manis dari penciptaannya. Dengan kombinasi yang menarik, baik buah maupun sayur, Re.Juve bisa disebut sebagai terobosan minuman sehat yang mengenyangkan sekaligus menyenangkan.

Tahu tidak kenapa dari tadi saya bilang Re.Juve ini 'menyenangkan'? Sebab, saya kalau minum minuman berkhasiat seperti jamu misalnya, baru satu tenggak saja sudah bikin badan saya goyang-goyang tak karuan. Minum jamu brotowali misalnya. Baru icip satu sendok saja saya sudah lari terbirit-birit tuh sampai nubruk Genghis Khan di perempatan Pinang Ranti. Oposeh?! Wkwkw.

Ya, begitu. Konon kalau mau yang sehat-sehat itu harus tahan sama yang pahit-pahit dulu. Eits, tapi mitos itu tidak berlaku bagi Re.Juve. Sebab Re.Juve rasanya enak! Sehingga minum pun jadi terasa nikmatnya.

Memangnya Re.Juve itu punya rasa apa saja, sih?

Banyak!


Ini juga salah satu menariknya Re.Juve. Ada banyak varian rasa yang ditawarkan. Jadi kita bisa pilih mana saja yang diinginkan. Ibarat butik, Re.Juve juga menyediakan mini collection-nya. Ada Re.Juve Classic Line, terdiri dari empat macam kemasan: i. Glow, u. Glow, Beat That Green Glory, dan Asian Green.

Lalu ada juga Re.Juve Signature Line, terdiri dari We. Glow, Super Green, Red Rocket, dan Citrus Green. Selanjutnya ada Re.Juve Organic Line yang terdiri dari Organic Dazzling Kale, Organic Blazing Kale, dan Organic Red Radiance. Lalu masih ada lagi varian yang namanya Re.Juve Nut Mikk, berupa Violet Almond Milk, Green Almond Milk, Chocolate Mighty, Chocolate High, Avoccino High, dan Avocacao High.

Nah, ada lagi nih varian paling baru yang launching di bulan Maret ini, namanya Re.Juve Golden Line.

Disebut 'golden' karena memang warna yang muncul dominan kuning atau orange keemasan. Ada empat rasa dalam varian jenis Golden ini, yaitu:

Glowing Golden
Kandungan di dalamnya berupa wortel, apel, nanas, dan kunyit.

Golden Almond

Kandungan di dalamnya berupa almond, kunyit, gula kacang organik, air, dan sejumput garam laut.

Tropic Golden

Kandungan di dalamnya berupa wortel, jeruk, nanas, dan kunyit.

Citrus Golden
Nanas, jeruk limun, dan kunyit.

Nah, itu dia empat rasa yang ditawarkan dalam Re.Juve edisi Golden Line. Jika kamu menyadari, selalu ada kunyit di tiap rasa itu. Waduh, jus kunyit emangnya enak?

Hahaha. Siapa sih yang tidak kepiyer-piyer (bahasa sansekerta wkwk) saat mengonsumsi kunyit? Memang kalau kunyit dilahap begitu saja rasanya meledak-ledak di lidah. Tapi Re.Juve berhasil menemukan formula yang tepat untuk menghasilkan kunyit yang uenak tenan.

Saya sudah mencicipi semua rasa Golden Line di atas. Rasanya benar-benar nikmat, apalagi jika disajikan saat masih dingin. Segar sekali seperti menatap pujaan hati sehabis mandi.


Di antara keempat rasa itu, saya paling suka dengan Golden Almond. Rasanya seperti beras kencur yang fushion dengan kuah kolak di bulan Ramadhan. Di antara yang lain, Golden Almond merupakan jenis yang rasa asemnya tipis sekali. Sehingga bagi pecinta manis seperti saya ini mudah dibuat ketagihan.

Syukurlah sekarang sudah ada Re.Juve, sakit gigi tidak lagi menghalangi saya untuk bisa kenyang dan sehat. Terlebih lagi saya tetap bisa happy saat mengonsumsinya. Mantap!

Jadi gimana? Penasaran apa tidak? Yuk, cobain Re.Juve! Kamu bisa temukan gerainya di berbagai mall di Jakarta. Atau kalau mau pesan antar pun bisa, kok. Hubungi saja ke nomor di bawah ini. Yuk, Nge-Juve!


13 Maret 2018


Hari Musik Nasional telah ditetapkan melalui Kepres Nomor 10 Tahun 2012 pada masa pemerintahan Presiden SBY. Dalam Kepres tersebut, tanggal 9 Maret akhirnya menjadi pilihan jatuhnya Hari Musik Nasional.

Kenapa harus 9 Maret? Ternyata alasan pemilihan tanggal ini bertepatan dengan hari lahirnya W. R. Supratman. Sebagaimana yang kita ketahui, beliau adalah pencipta lagu Indonesia Raya yang sampai hari ini masih diberlakukan sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia.

Cara merayakan Hari Musik Nasional ini tentu saja dengan digelarnya aneka konser musik. Yaiyalah, masa mau dirayakan lewat kontes Mobile Legend, kan nggak nyambung. Nah, tahun ini saya merasa beruntung bisa turut menikmati kemeriahan perayaan Hari Musik Nasional.

Jadi, tepat pada tanggal 9 Maret 2018, saya beserta kawan-kawan blogger berkesempatan untuk menghadiri konser musik mega bintang. Kenapa mega bintang? Sebab, konser ini melibatkan lebih dari 25 musisi dan diselenggarakan lebih dari 11 jam. Gokil!

Wow, acara apa itu?

Konser yang saya maksud ini merupakan pentas musik yang diselenggarakan oleh Detikcom. D'Hot Music Day 2018, begitulah mereka menyebutnya.

Pada tahun sebelumnya, Detikcom juga pernah mengadakan acara serupa. Tapi tahun ini D'Hot Music Day bagi saya benar-benar pecah! Beruntung saya bisa menyaksikan live dari Kuningan City, mulai dari pagi hingga malam. Full of music!

Sebenarnya untuk menyaksikan D'Hot Music Day ini tidak harus ke Kuningan City. Sebab, Detik telah memfasilitasi agar masyarakat bisa turut menontonnya di manapun berada. Akses live streaming bisa disimak di channel hot.detik.com tanpa ada satupun pertunjukan yang dipotong.

Hal itu tentu membuat siapa saja bisa menikmati sajian musik istimewa dari berbagai musisi dan berbagai genre dalam ajang D'Hot Music Day. Mau bagaimana lagi? Tahun ini memang tema yang diangkat adalah, "Music untuk Semua."

Playlist Pagi

Hi Friday dalam siluet
Ke mall pagi-pagi memang bukan kebiasaan saya. Tapi karena hari itu begitu istimewa, saya rela datang pagi ke Kuningan City untuk terlibat dalam konser D'Hot Music Day 2018. Sebagai apa? Ya penikmat musik, lah. Hehehe.

Jadi, playlist pagi saya di acara ini ada band muda Hi Friday. Ada juga jebolan Idola Cilik, Ify Alyssa. Lalu turut hadir kontestan ajang pencarian bakat Belanda, Angela Vero. Dan ditutup oleh mas Yakob yang suaranya asik banget, apalagi sewaktu beliau membawakan lagu Sementara dari Float. Hmm.. Betaah!

Playlist Siang

Acara sempat tertunda karena ada kewajiban untuk menunaikan ibadah Jumat. Setelah Jumatan dan makan siang, saya kembali menikmati sajian musik yang menggetarkan telinga dan jiwa saya.

Arman Maulana Solo Project
D'Hot Music Day kembali berlangsung, baik live di panggung maupun di channel streamingnya. Kali ini sejumlah musisi yang sudah lama saya kenal menunjukkan kebolehannya. Sebut saja Arman Maulana dan Vidi Aldiano. Ini pertama kalinya bagi saya melihat mereka bernyanyi secara langsung.

Selain itu, masih ada banyak musisi yang mengisi playlist siang saya. Ada Nadia Fatira, Dengarkan Dia (Ayudia & Ditto), Ardhito Pramono, BRP (Badai Romantic Project), Novita Dewi, dan warna baru Ungu, VOLMAXX!

Lantunan akustik memang mendominasi, tapi penutup playlist siang dari Volmaxx terasa makin bersemangat karena musik EDM yang mereka mainkan begitu energik dan jogetable. Meski tidak dalam formasi lengkap, Onchi dan kawan-kawan masih bisa tampil dengan performa maksimal. Seperti namanya, VOLMAXX!

Playlist Sore

Waktu berlalu begitu cepat. Sejumlah musisi sudah menunjukkan kebolehannya dan serta merta hari sudah sore. Selepas break sejenak, panggung D'Hot Music Day kembali digelar.

Rendy Pagoda. Eh, Pandugo. Maaf. 
Sore semakin meriah dengan tampilnya Rendy Pandugo, Adrian Khalif, dan yang begitu saya tunggu, FADE 2 BLACK! Yo wassap yo!

Meski sudah tidak berkolaborasi dengan Bondan Prakoso, Fade 2 Black tetaplah grup rap yang luar biasa. Sayang sekali saya belum hafal lagu-lagu baru mereka di album Tabik, sehingga dua lagu yang mereka bawakan cuma bisa saya nikmati dengan anggukan kepala mengikuti beat yang dimainkan.

Untunglah lagu terakhir yang mereka dendangkan merupakan flashback lagu lama. Ada lagu Bunga, Kita Selamanya, dan Ya Sudahlah dalam satu beat. Maka jadilah saya sikat habis semua lagu itu dengan bernyanyi bersama. Asyik!

Playlist Malam

Gelap di langit telah tiba tanpa terasa. D'Hot Music Day masih berlangsung hingga tengah malam tiba. Total banget nih konser Hari Musik Nasional yang diadakan Detikcom, benar-benar satu harian penuh!

Selain Fade 2 Black, masih ada satu lagi yang saya tunggu. NONARIA!

Pertama kali tahu Nonaria adalah saat mereka tampil di acara Solo City Jazz tahun lalu. Saat itu mereka mengisi malam dengan musik-musik ceria dan candaan yang menyenangkan. Akhirnya, kerinduan akan mereka terbayar di D'Hot Music Day 2018. Tapi sayang, waktu mereka untuk tampil terlalu sedikit. Masih ada lho jurus-jurus keren mereka yang belum ditunjukkan.

Nonaria Squad!
Selain Nonaria, hadir juga musisi pop seperti The Overtune dan Mulan Jameela. Panggung D'Hot Music Day juga digoyang habis bersama OM PSP (Orkes Musik Pancaran Sinar Petromaks) yang heboh sekali mainnya.

Eits, terlewat. Sebelumnya juga ada Virzha dengan suara lelakinya yang berhasil melelakikan seluruh penonton. Waduhh. Hahaha.

Semakin malam, penonton semakin penuh. Saya yang awalnya duduk di kursi sampai harus lesehan. Lho, kok gitu? Sebab kursinya mau dipakai para pejabat. Hahaha.

Ya, beberapa pejabat negara hadir malam itu. Saat Eka Gustiwana dan Geng Ojol manggung, Pak Ganjar pun turut naik ke atas panggung menyanyikan lagu andalan Armada, "Pergi Pagi Pulang Pagi."

Sebagaimana yang sudah sempat viral, beberapa menteri kita memang membentuk grup band. Ya, Elek Yo Ben adalah nama grup tersebut. Mereka tak mau kalah memeriahkan Hari Musik Nasional tahun ini. Dan lagu wajib para pejabat kita ini tentu saja...'Kutak Bisa' dari Slank. Duh, lupa bawa panji-panji Slank. Konser ini berasa kurang afdol kalau tidak mengibarkan bendera Slank.

Malam semakin dingin di luar, tapi panggung D'Hot Music Day masih membakar semangat para penikmat musik. Sederet pertunjukan masih ditampilkan, mulai dari duet Olala Band yang mengiringi Pak Budi Karya dan Pak Ganjar. Hingga duet Talkback Band dengan Pak Sandiaga Uno.

Selain sumbangsih para pejabat di atas panggung, beberapa musisi masih ada yang setor suara di atas panggung. Ada Tanayu (Intan Ayu), Bams (Samson), dan NEV+ feat Dea. Siapa tuh yang terakhir tampil?

Awalnya memang terasa asing bagi saya terhadap nama NEV+ dan Dea. Usut punya usut, NEV+ adalah side project Nidji tanpa Giring. Sedangkan Dea di sini adalah vokalis HIVI.

Mendengar dan Melihat Musik Lebih Dekat

Candid by Mas Ono
D'Hot Music Day adalah sarana bagi saya untuk bisa menikmati musik lebih dekat. Tak hanya itu, wawasan soal permusikan Indonesia pun banyak saya cerna di sini. Seperti cerita perjalanan karir para musisi, kesibukan mereka saat ini, dan harapan-harapannya terhadap permusikan di Indonesia.

Musik bukan hanya sekadar project iseng. Bagi para musisi ini, musik adalah bagian utama dari hidup mereka. Perjuangan mereka untuk berkarya tidaklah mudah. Bahkan Rendy Pandugo mengaku dulunya tidak bisa bernyanyi. Tapi kerja kerasnya berbuah hasil pada titik ini hingga punya album sendiri.

Saya bersyukur bisa terlibat dalam acara ini. Andai boleh berharap, saya ingin tahun depan konser seperti ini diselenggarakan kembali. Makin greget lagi kalau full berbahasa Indonesia untuk semua lagu yang ditampilkan. Bahkan kalau perlu, didengungkan lagu Indonesia Raya karya W. R. Supratman juga mengingat Hari Musik Nasional jatuh pada tanggal yang sama dengan hari lahir beliau. Tak lupa, musisi lokal pun boleh juga disediakan panggung. Kalau mau, panggil saja Owah Band dan Fisip Meraung dari Solo. Dijamin mawut kabeh acarane. Wahaha.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada Detikcom yang telah mengadakan acara keren ini. Selamat Hari Musik Nasional!

2 Maret 2018


Dari sekian banyak restoran di Indonesia, HokBen adalah salah satu yang terbaik. Mengapa demikian? Sebab HokBen selalu bisa berinovasi dengan meluncurkan menu-menu baru. Setelah dulu ada menu Tokyo Bowl, kini HokBen akan menggoyang lidah kita dengan menu HOKA SUKA!

Wow! Apa itu menu Hoka Suka?

Eits, sebelum membahas ke sana, saya ingin sedikit bercerita mengenai HokBen, nih. Jadi sudah pada tahu belum kalau HokBen itu berdiri sejak tahun 1985? Duh, giliran dibandingkan dengan restoran aja nih saya jadi merasa lebih muda. Hahaha.

Yup, sudah 33 tahun HokBen eksis memanjakan lidah-lidah manusia Indonesia dengan sajian khas Jepangnya. Maka wajar saja jika HokBen kita anggap sebagai salah satu senior perestoran Indonesia.

Dari tahun ke tahun HokBen selalu memberikan yang terbaik untuk konsumennya. Sebut saja fasilitas call center dan HokBen Delivery yang sudah bisa dilakukan sejak tahun 2007. Lebih maju satu tahun dari itu, tepatnya tahun 2008 HokBen mulai membuka website dan pemesanan bisa dilakukan secara online. Gila, tahun segitu mah saya baru migrasi dari Friendster ke Facebook, terus pasang foto profil gambar-gambar emo atau paling mentok ya logo Slanker.

Wah, kalau menyinggung soal logo, HokBen telah melakukan perubahan logo pada tahun 2013. Dari yang semula bernama Hoka-Hoka Bento berubah menjadi HokBen. Algoritme pergantian nama ini cukup familiar dengan kita karena kita juga mengenal Warung Tegal menjadi Warteg, Warung Kopi menjadi Warkop, dan masih banyak lagi. Luar biasa ya, bangsa ini ditopang oleh kemajemukan akronim dari segala penjuru. Hahaha.

Gahthering Blogger Bekasi di HokBen Harapan Indah


Kenapa saya kok tiba-tiba mengulas soal HokBen? Ini dia alasanannya. Jadi, beberapa hari lalu saya, Tiwi, dan teman-teman Blogger lainnya berkumpul di HokBen Harapan Indah, Bekasi. Seru rasanya bisa bercengkrama dengan blogger-blogger lain. Apalagi ada aneka games yang membuat suasana lebih meriah.

HokBen Harapan Indah ini adalah HokBen terluas yang pernah saya kunjungi. Di resto ini telah tersedia area parkir yang luas banget, dengan tarif parkirnya hanya 2.000 rupiah per motor. Syukurlah, tidak kena musibah tarif per jam lagi seperti di tempat lain. Hahaha.

Kalau lahan parkirnya saja luas, apalagi restonya. Yak, tersedia 200 kursi di resto ini yang siap kita duduki di manapun kita mau. Outdoor untuk smoking area ada, indoor ada, bahkan private room juga ada. Dan tentu saja, mini playground buat si kecil pun ada.

Dengan banyaknya kursi yang disediakan, kita bisa nongkrong agak lama karena tidak harus buru-buru bergantian dengan pengunjung lain. Makan enak, nongkrong enak. Wow siapa sih yang nggak mau? Toh aksesnya pun gampang banget. Saya yang belum pernah ke HokBen Harapan Indah sebelumnya saja tidak sampai nyasar kok.

Oiya satu lagi, kalau mau makan siang atau malam tidak perlu khawatir ketinggalan sholat. Sebab di HokBen Harapan Indah telah tersedia mushola. Benar-benar paket ishoma yang komplit banget!

Harga dan Cita Rasa Menu Baru Hoka Suka.

Kini saatnya menjawab pertanyaan di awal tulisan tadi. Jadi, Hoka Suka adalah menu baru dari HokBen yang memadukan sajian makanan Jepang dengan unsur cita rasa Indonesia.

Unsur cita rasa Indonesia yang dimaksud adalah kering kentang, acar kuning, dan tentu saja aneka sambal. Lah, HokBen kan khasnya makanan Jepang, kok jadi ada sambal-sambalnya segala?

Itu dia uniknya inovasi HokBen kali ini. Begini, ketika kita berbicara tentang makanan Indonesia, apa sih yang hampir selalu ada di mana-mana? Sambal! Kalau ada anekdot yang bilang, "Bagi orang Indonesia, belum disebut makan kalau belum makan nasi." Sekarang konklusi dari anekdot itu jadi begini, "Belum disebut makan nasi kalau belum pakai SAMBAL!" Hahaha.

Lanjut ya, Gaes. Jadi di dalam menu Hoka Suka ini ada tiga varian, yaitu:

1. Hoka Suka 1


Terdiri dari Yakitori Grilled, nasi, kering kentang, acar kuning, dan tiga pilihan sambal.

Rasa manis, asam, dan peleburan rasa dengan sambal berhasil membuat indra perasa saya lompat kegirangan. Perpaduan yang hampir sempurna. Pasalnya kalau boleh memilih, saya lebih suka bila kering kentangnya diganti krupuk udang atau krupuk merah. Pasti terasa sempurna di lidah saya.

Harga untuk paket Hoka Suka 1 adalah Rp. 49.000.

2. Hoka Suka 2 


Terdiri dari Ebi Furai, nasi, kering kentang, acar kuning, dan tiga pilihan sambal.

My Fav! Di antara tiga menu Hoka Suka, saya paling suka dengan ebi furai ini. Kelembutan udang yang renyah dan rasa asin yang tepat sasaran melebur indah di setiap kecapan saya. Tak tanggung-tanggung, ada empat udang gede untuk satu porsinya. Puas!

Harga untuk paket Hoka Suka 2 adalah Rp. 58.000.

3. Hoka Suka 3


Terdiri dari Chicken Katsu, nasi, kering kentang, acar kuning, dan tiga pilihan sambal.

Belum ke HokBen kalau belum icpi-icip chicken katsu. Hidangan andalan HokBen ini sudah jelas memberi kenikmatan yang haqiqi. Kelembutan dagingnya dipadu dengan kerenyahan tiap gigitannya menjadi makin lezat ketika sambal ikut terlibat di tiap kunyahannya. HokBennya dapet, pedasnya dapet, kenyangnya apalagi. Sampai mblenger!

Harga untuk paket Hoka Suka 3 adalah Rp. 49.000.

Itu dia tiga varian menu baru HokBen, Hoka Suka. Sejauh ini saya merasa puas dengan menu baru yang ditawarkan itu. Hidangan Jepang rasa Indonesianya bisa banget bikin senang sekaligus kenyang. Kalau sudah begini, Hoka Suka bakal jadi makanan favorit setiap mampir HokBen, nih.

Sambal Kita Sambal Indonesia


Seperti yang sudah saya tulis di atas, setiap menu Hoka Suka terdapat tiga pilihan sambal. Apa saja itu?

Pertama, sambal bawang Jawa. Sebagai orang Solo dengan 1% mewarisi lidah keratonan, tentu saja sambal bawang adalah sambal paling tepat bagi saya. Sambal bawang memang seperti namanya, dominasi bawang merah dan bawang putih adalah resep racikan sambal jenis ini. Perpaduan ketiga unsur itu yang membuat saya merasakan sensasi pedas yang ngrempah abis. Rasanya akrab di lidah. Huhhaah.



Kedua, sambal matah Bali. Sambal ini diracik secara mentah dari cabe, bawang, sedikit jeruk nipis, dan minyak sayur. Bagi saya, level pedas pada sambal jenis ini tidak lebih tinggi dari sambal bawang Jawa. Tapi tidak sekadar pedas saja, ada cita rasa lain yang ikut muncul di sana. Sebagai cocolan chicken katsu sih pas banget, lho.


Ketiga, sambal ijo Padang. Memiliki kadar pedas yang susah dideskripsikan! Hahahaha. Bagi yang akrab dengan masakan Padang sih pasti suka karena kini HokBen sudah memfasilitasi itu. Tapi bagi saya pribadi masih kurang ngeklik di lidah. Mungkin karena saya Jawa banget kali ya, jadi sambal pedas agak manis itu lebih familiar daripada pedas agak pahit seperti sambal ijo Padang.


Tiga varian sambal itu sepertinya mewakili tiap selera persambalan Indonesia, ya. Ada pedas manis, pedas asam, dan pedas pahit. Wow! Kurang komplit apa lagi?

Jadi kalau kamu adalah pencinta sambal, tidak ada salahnya untuk mencoba aneka sambal pilihan HokBen. Tak hanya khusus untuk menu Hoka Suka kok. Aneka sambal ini dapat kamu pesan terpisah cukup dengan harga Rp. 5.000 saja.

Bagaimana? Masih mau pakai saos doang, nih? Yakin? Ayo dong rasakan sensasi pedas nikmatnya sambal bawang, sambal matah, dan sambal ijo di HokBen! Lebih greget.

"Tapi lagi hujan, nih. Malas keluar, nih."

Eits, jangan khawatir. Langsung saja pesan secara online di hokben.co.id atau bisa juga pesan melalui HokBen Delivery cukup dengan menghubungi 1-500-505.

Nah, itu saja yang bisa saya bagikan kali ini. Kalau boleh, saya mau dengar pendapatnya, dong. Inovasi HokBen pada menu Hoka Suka dengan ketiga sambalnya ini menurutmu bagaimana? Terima kasih sudah membaca.

Pada hari kamis kemarin, tepatnya tanggal 1 Maret 2018, saya mendapat kesempatan untuk menghadiri acara Kampung Hukum di JCC Senayan.

Apa sih Kampung Hukum itu?

Jadi, Kampung Hukum yang saya maksud adalah ajang pameran yang diadakan oleh Mahkamah Agung RI dalam rangka menyosialisasikan program-program instansi pemerintahan kepada masyarakat.


Ada 13 stand di Kampung Hukum ini, yaitu Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Komisi Yudisial (YK), Mahkamah Konstitusi (MK), Kementrian Hukum dan HAM, Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditjen Peradilan Agama MA, Badan Pengawasan MA, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Ditjen Peradilan Umum MA, Ditjen Peradilan Militer dan TUN MA, Kepolisian RI, Balitbangdiklat MA, dan Majelis Permusyawaratan. Selain itu ada juga dua bank yang turut meramaikan acara ini, ada BTN dan BNI syariah.

Jangan kira acara ini akan membosankan karena instnsi pemerintahan seringkali mendapat citra yang serius, lho, ya. Acara Kampung Hukum ini seru banget! Sampai saya betah mengikuti acaranya dari awal pukul 08.00 sampai selesai pukul 16.30.

Apa sih yang bikin seru?

Acara yang disaksikan di depan panggung cukup menarik. Ada presentasi dari setiap stand yang memberi saya banyak informasi soal program-program instansi pemerintahan yang baru saya ketahui. Kalau di media kan biasanya yang diangkat itu prestasi atau masalah. Nah, dengan mengetahui program-program seperti ini, saya jadi semakin optimis kalau pemerintahan ini sedang bergerak ke arah yang lebih baik.

Selain itu, ada juga sesi talk show dengan membahas "Pencemaran Nama Baik Melalui Hoax Pada Media Sosial". Bagi generasi milenial yang akrab banget dengan media sosial, hoax, dan drama pencemaran nama baik tentu pembahasan seperti ini penting.

Wah, acaranya serius banget tuh.

Eits, jangan salah. Ada banyak acara hiburan yang seru banget. Salah satunya saya suka dengan penampilan Putri Chaniago yang mampu bernyanyi dengan menirukan berbagai suara. Interaksi dengan penontonnya pun pecah banget. Kocaklah pokoknya.


Tak hanya itu, masih ada hiburan lain seperti Stand Up Comedy, dance, performing band, dan aneka kuis. Meski banyak hadiah di sesi kuis, tapi saya tidak ikutan. Saya lebih memilih untuk memainkan berbagai macam games di masing-masing stand.

Games di sini merupakan wujud edukasi yang menyenangkan. Saya masih ingat waktu ikut games di stand Komisi Yudisial, saya mendapat pertanyaan seputar syarat pelatihan Hakim Agung. Karena memang boleh googling, saya jadinya harus membaca beberapa artikel untuk memperoleh jawabannya. Dan jawabannya adalah 'pelatihan kode etik'.

Tapi stand paling asyik menurut saya tuh dari KPK. Ada games digital yang lucu. Sebenarnya gamesnya gampang, sih. Tapi karena layarnya gede banget, saya jadi kesulitan melihat keseluruhan layar. Maklum, biasanya cuma lihat sebatas layar hape, sih. Alhasil, saya kalah di permainan itu.

Banyak hadiah bergelimpangan di sini. Bahkan ada bagi-bagi buku gratis! Tinggal datangi standnya, isi buku tamu, lalu bebas mau ambil buku apa saja dan berapa saja. Syukurlah, saya jadi punya buku-buku pemerintahan.

Acara Kampung Hukum jika boleh berbaharap, tahun depan semoga ada lagi. Mungkin tidak hanya satu hari. Jika hari pertama khusus tamu undangan, hari-hari berikutnya bisa dibuka untuk umum. Tentu saja agar sosialisasi ini lebih banyak tersampaikan kepada masyarakat.

Dengan menyaksikan iklim pemerintahan lewat ajang seperti ini, saya yakin jika pemerintahan kita masih bisa dipercaya untuk pengelolaan yang bersih, jujur, dan transparan. Bukan hanya slogan semata, tapi langkah menuju kearah itu memang tengah diperjuangkan.

Akhir kata, saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk terlibat dalam acara Kampung Hukum 2018. Saya jadi lebih tahu soal instansi atau lembaga pemerintahan beserta program dan visinya untuk bangsa ini. Sampai jumpa di lain kesempatan. Semoga bisa terlibat lagi. Amin.


Jadi, kamu juga mau nggak mengikuti acara ini kalau diadakan lagi?



Follow Us @soratemplates