Pages

Kampung Hukum 2018, Sebuah Sarana Sosialisasi, Edukasi, dan Rekreasi


Pada hari kamis kemarin, tepatnya tanggal 1 Maret 2018, saya mendapat kesempatan untuk menghadiri acara Kampung Hukum di JCC Senayan.

Apa sih Kampung Hukum itu?

Jadi, Kampung Hukum yang saya maksud adalah ajang pameran yang diadakan oleh Mahkamah Agung RI dalam rangka menyosialisasikan program-program instansi pemerintahan kepada masyarakat.


Ada 13 stand di Kampung Hukum ini, yaitu Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Komisi Yudisial (YK), Mahkamah Konstitusi (MK), Kementrian Hukum dan HAM, Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditjen Peradilan Agama MA, Badan Pengawasan MA, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Ditjen Peradilan Umum MA, Ditjen Peradilan Militer dan TUN MA, Kepolisian RI, Balitbangdiklat MA, dan Majelis Permusyawaratan. Selain itu ada juga dua bank yang turut meramaikan acara ini, ada BTN dan BNI syariah.

Jangan kira acara ini akan membosankan karena instnsi pemerintahan seringkali mendapat citra yang serius, lho, ya. Acara Kampung Hukum ini seru banget! Sampai saya betah mengikuti acaranya dari awal pukul 08.00 sampai selesai pukul 16.30.

Apa sih yang bikin seru?

Acara yang disaksikan di depan panggung cukup menarik. Ada presentasi dari setiap stand yang memberi saya banyak informasi soal program-program instansi pemerintahan yang baru saya ketahui. Kalau di media kan biasanya yang diangkat itu prestasi atau masalah. Nah, dengan mengetahui program-program seperti ini, saya jadi semakin optimis kalau pemerintahan ini sedang bergerak ke arah yang lebih baik.

Selain itu, ada juga sesi talk show dengan membahas "Pencemaran Nama Baik Melalui Hoax Pada Media Sosial". Bagi generasi milenial yang akrab banget dengan media sosial, hoax, dan drama pencemaran nama baik tentu pembahasan seperti ini penting.

Wah, acaranya serius banget tuh.

Eits, jangan salah. Ada banyak acara hiburan yang seru banget. Salah satunya saya suka dengan penampilan Putri Chaniago yang mampu bernyanyi dengan menirukan berbagai suara. Interaksi dengan penontonnya pun pecah banget. Kocaklah pokoknya.


Tak hanya itu, masih ada hiburan lain seperti Stand Up Comedy, dance, performing band, dan aneka kuis. Meski banyak hadiah di sesi kuis, tapi saya tidak ikutan. Saya lebih memilih untuk memainkan berbagai macam games di masing-masing stand.

Games di sini merupakan wujud edukasi yang menyenangkan. Saya masih ingat waktu ikut games di stand Komisi Yudisial, saya mendapat pertanyaan seputar syarat pelatihan Hakim Agung. Karena memang boleh googling, saya jadinya harus membaca beberapa artikel untuk memperoleh jawabannya. Dan jawabannya adalah 'pelatihan kode etik'.

Tapi stand paling asyik menurut saya tuh dari KPK. Ada games digital yang lucu. Sebenarnya gamesnya gampang, sih. Tapi karena layarnya gede banget, saya jadi kesulitan melihat keseluruhan layar. Maklum, biasanya cuma lihat sebatas layar hape, sih. Alhasil, saya kalah di permainan itu.

Banyak hadiah bergelimpangan di sini. Bahkan ada bagi-bagi buku gratis! Tinggal datangi standnya, isi buku tamu, lalu bebas mau ambil buku apa saja dan berapa saja. Syukurlah, saya jadi punya buku-buku pemerintahan.

Acara Kampung Hukum jika boleh berbaharap, tahun depan semoga ada lagi. Mungkin tidak hanya satu hari. Jika hari pertama khusus tamu undangan, hari-hari berikutnya bisa dibuka untuk umum. Tentu saja agar sosialisasi ini lebih banyak tersampaikan kepada masyarakat.

Dengan menyaksikan iklim pemerintahan lewat ajang seperti ini, saya yakin jika pemerintahan kita masih bisa dipercaya untuk pengelolaan yang bersih, jujur, dan transparan. Bukan hanya slogan semata, tapi langkah menuju kearah itu memang tengah diperjuangkan.

Akhir kata, saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk terlibat dalam acara Kampung Hukum 2018. Saya jadi lebih tahu soal instansi atau lembaga pemerintahan beserta program dan visinya untuk bangsa ini. Sampai jumpa di lain kesempatan. Semoga bisa terlibat lagi. Amin.


Jadi, kamu juga mau nggak mengikuti acara ini kalau diadakan lagi?



Ilham Bachtiar

Blogger kalang kabut yang doyan menulis tentang film. Meski tutur lisannya kurang terjaga, tapi orangnya total berkharisma. Terima usikan di ilhambachtiar25@gmail.com

2 komentar:

  1. Wah, sayang saya gak sempat mampir ke stand kpk jadi gak ikutan permainannya. Acaranya baguus

    BalasHapus
  2. Acara Hukum yang asik nih, belajar Hukum dengan quiz yang dihadirkan di setiap stand lalu dapet hadiah hehehe

    BalasHapus

Berkomentarlah sejujur-jujurnya. Sebab menjadi diri sendiri tanpa rasa sungkan adalah sebaik-baik sandiwara.