Pages

Tak Ada Alasan Menolak Bakso Beef Bonanza


Saat perut lapar di malam yang dingin, ingin sekali rasanya melahap sesuatu yang lezat nan menyegarkan. Aha, makan bakso saja! Eh, tapi malas juga sih kalau malam-malam begini keluar rumah. Apalagi saat hujan melanda dengan derasnya. Pun nanti di warung bakso kalau harus antri dulu. Yaudah tidak jadi, ah. Makan mie instan saja.

Eits! Itu dulu..

Lega sekali rasanya ketika saya bisa makan bakso yang lezat tanpa harus beranjak dari rumah. Semudah bikin mie instan, bakso pun juga bisa kita buat melalui dapur masing-masing. Dengan begitu, kegusaran saat tiada makanan di rumah bisa teratasi dengan praktis, nikmat, dan senantiasa sehat.

Saya sedang membicarakan sebuah produk makanan bernama Bakso Beef Bonanza dari PT Great Giant Livestock (GGL). Beberapa hari belakangan ini saya dan Tiwi meramu beberapa hidangan dengan material utamanya berupa bakso. Saat perlu makan besar, kami membuat bakso kuah. Sedangkan kalau ingin camilan saja, kami cukup membuat bakso goreng.

Jadi, apa itu Bakso Beef Bonanza?

Bakso Beef Bonanza adalah bakso kemasan siap saji yang bisa segera dimasak meski kamu sedang gemetaran menanti kepastian cinta dari doi. Bakso ini mengandung 84% daging sapi asli (tidak dicampur dengan daging lain), tanpa bahan pengawet, diproses secara halal dan aman bagi tubuh. Maka wajar saya jika Bakso Beef Bonanza mengklaim dirinya sebagai bakso yang berasa banget dagingnya.

Agar lebih jelas, mari kita bahas satu-satu kelebihan Bakso Beef Bonanza.

1. 84% Daging


Dahulu, ketika masa Idul Adha, keluaga saya mendapat lumayan banyak jatah daging kurban. Berbekal daging tersebut, ibu saya berinisiasi membuat bakso yang 100% daging. Hal ini tentu saja mustahil karena untuk membuat bakso yang berbentuk bulat perlu tepung juga. Alhasil, presentase daging yang diolah ibu saya waktu itu mungkin sekitar 90%-95%.

Jujur saja, dengan takaran yang tidak terukur itu rasa bakso yang dihasilkan ternyata tidak menyenangkan. Rasa ‘sepet’ melumuri lidah dan tenggorokan saya saat memakannya. Ooh, ternyata membuat bakso itu bukan soal seberapa penuh dagingnya, namun seberapa pas takarannya.

Melalui Bakso Beef Bonanza saya jadi tahu kalau 84% adalah porsi yang pas untuk membuat sebutir bakso. 16% sisanya tentu saja tepung dan bumbu. Terbukti dengan bakso kuah dan bakso goreng yang saya bikin itu sangat terasa dagingnya. Dan tidak perlu repot menyiapkan bumbu lagi sebab di butiran Bakso Beef Bonanza sudah terasa sekali bumbunya.

2. Tanpa Bahan Pengawet


Siapa saja pasti mendambakan hubungan asmara yang awet. Tapi tidak dengan bakso. Bakso yang mengandung bahan pengawet sangat berbahaya bagi tubuh. Tentu saja kita tidak ingin memakan sesuatu yang memiliki risiko penyakit, kan? Kandungan formalin memang menjadi ancaman besar bagi para pecinta bakso. Oleh sebab itu, Bakso Beef Bonanza berkomitmen untuk tidak menggunakan formalin (pengawet), borax (pengenyal), maupun bahan-bahan similikithi lainnya.

Satu fakta menarik yang saya dapat dari Emilia E. Achmadi selaku ahli gizi menjelaskan bahwa daging segar yang dijual di pasar sebenarnya bukanlah daging yang baik bagi tubuh. Daging dan buah itu berbeda perlakuannya. Buah ketika dikupas kulitnya sebaiknya segera dimakan. Tapi daging tidak begitu. Daging yang baru saja dipotong masih memiliki banyak bakteri yang berpotensi membawa penyakit. Oleh karenanya, menyimpan daging di dalam pendingin merupakan cara terbaik untuk mendapatkan daging sehat.


Bakso Beef Bonanza mampu bertahan beberapa bulan tanpa pengawet selama kita menyimpannya di lemari pendingin. Jika tidak memiliki lemari pendingin, kita bisa menyimpan di dalam termos berisi es batu. Jika masih kesulitan, kita bisa juga menitipkan pada tetangga yang punya lemari es atau menitipkannya ke sikap pembimbing akademikmu yang belum gajian. Dingin juga soalnya.

3. Halal


Dalam syariat islam memang memiliki tata cara mengolah binatang menjadi daging konsumsi. Sedangkan kita tidak tahu bagaimana daging yang beredar itu diolah, apakah dilakukan dengan cara halal atau justru dengan brutal. Meski begitu, Bakso Beef Bonanza menjamin kehalalan pada produknya.

Ketika launching produk bakso kemasan ini, Dayu Ariasintawati selaku Managing Director PT Great Giant Livestock secara lugas memaparkan bahwa pengolahan daging sapi dilakukan di peternakan sendiri sehingga pengawasan kehalalan dapat terjaga. Baginya, sangat penting bagi masyarakat untuk memperoleh pilihan makanan yang halal sebagai hak mereka.

4. Aman


Borax, formalin, serta daging campuran seperti babi dan tikus pernah menghantui dunia perbaksoan Indonesia. Masyarakat kita takut dengan risiko penyakit dalam butiran bakso yang mereka lahap. Meski bakso jenis similikithi itu sampai hari ini masih saja beredar, namun Bakso Beef Bonanza benar-benar berkomitmen untuk menyediakan bakso yang aman bagi tubuh. Bisa dibilang Bakso Beef Bonanza ini masa rennainsance-nya kuliner bakso Nusantara.

Dayu Ariasintawati kembali menekankan bahwa ia hanya akan terlibat pembuatan produk makanan yang nantinya juga akan ia konsumsi bersama keluarganya. Jadi jika PT Great Giant Livestock memproduksi jenis makanan yang berisiko penyakit, hal itu akan berpengaruh buruk juga nantinya bagi keluarga mereka sendiri. Memang banyak bisnis yang kejam dan tidak berperikemanusiaan, tapi bukan berarti tak ada satupun perusahaan yang memiliki hati nurani untuk kebaikan sesama.


Nah, sudah cukup sepertinya, ya. Tidak perlu panjang lebar lagi. Bagi yang menginginkan bagaimana bakso ini menyelamatkan kelaparanmu, kedinginanmu, dan kepatahhatianmu, langsung saja beli segera.

Satu kantong Bakso Beef Bonanza ukuran 500 gram (sekitar 30 butir) dijual dengan harga Rp. 85.000. Produk ini bisa didapatkan di sejumah ritel modern yang berada di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bandung. Jika kamu bersemayam di kota-kota tersebut, segera saja dapatkan baksonya di Superindo, Ranch Market, Farmers Market, Papaya, Lulu Market, dan Market City.

Mumpung sudah memasuki bulan Ramadhan, Bakso Beef Bonanza bisa jadi persediaan yang tepat untuk santap sahur, berbuka, maupun mokah. Eits, jangan berpikir negatif dulu. Siapa tahu kan pas siang-siang berpuasa begitu tahu-tahu dilanda sakit. Mau makan tapi sungkan jajan di warung, mau masak tapi badan lemes, mau delivery order tapi sudah tidak sabar lagi. Yaudah langsung saja masak air panas, masukkan bumbu praktis (beli sendiri, di dalam kemasan Bonanza tidak ada bumbu lagi), masukkan Bakso Beef Bonanza. Nah, jadi deh bakso praktis yang senantiasa lezat, aman, dan halal.

Siapa sih yang nggak mau?

Header image: pexels.com

Ilham Bachtiar

Blogger kalang kabut yang doyan menulis tentang film. Meski tutur lisannya kurang terjaga, tapi orangnya total berkharisma. Terima usikan di ilhambachtiar25@gmail.com

6 komentar:

  1. Bakso bonanza emang enak.saya sendiri udh coba 3 bungkus haha.. cocok ya buat segala acara penting 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cocok banget. Gak bikin bosen baksonya

      Hapus
  2. bakso bonanza berasa bangetbya mas daging sapinya. masuk kategori bakso sehat ya brarti. soalnya tanpa pengawet

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya gak pakai pengawet, aman bagi kesehatan kita gitu sih.

      Hapus
  3. Baksonya ga bikin eneg & khawatir.. Berasa pula dagingnya.. Baru kali ini sy brani nyetok byk.. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekalian buat jualan aja kalau kebanyakan stok mbak. Hahahaaa

      Hapus

Berkomentarlah sejujur-jujurnya. Sebab menjadi diri sendiri tanpa rasa sungkan adalah sebaik-baik sandiwara.