Pages

Tetap Dekat dengan Keluarga Meski Lebaran di Perantauan


Sebut saja saya adalah pemula dalam urusan merantau. Sebab waktu terlama untuk jauh dengan keluarga baru saya rasakan di usia ke-25 tahun ini. Sebelumnya, mulai dari lahir, sekolah, hingga kuliah saya jalani di tanah kelahiran, Kartasura. Bagi para perantau senior silakan membercandai saya dengan leluasa karena memang saya baru mengalami masa penjelajahan ini dari November 2017 hingga sekarang yang kira-kira sekitar tujuh bulan.

Pada momen ini juga untuk pertama kalinya saya melewati masa lebaran tidak bersama keluarga. Hari Raya Idulfitri 1439H yang jatuh bertepatan pada tanggal 15 Juni 2018 menjadi saksi betapa hati ini ternyata lunak, rapuh, dan rentan terhadap rindu. Akhirnya, komunikasi via telepon menjadi cara terbaik untuk melegakan kerinduan tersebut. Ah, bahkan pada masa sekarang tak hanya saling berkirim suara, bukan? Sebab ada teknologi video call yang bisa semakin mendekatkan jarak raga yang jauh.

Setelah sholat Ied di masjid dekat kos, saya hendak melakukan video call dengan ibu saya yang berada di Kartasura. Tak disangka, sudah tujuh bulan saya sama sekali tidak pernah melihatnya. Ibu saya memang pasif dengan sosial media. Teknologi paling canggih yang ia pakai pun adalah membuat status WhatsApp yang isinya kalimat puitis saja, tidak ada swafoto. Dan saya memang cukup kurang ajar dengan tidak melakukan panggilan video sebelum lebaran ini tiba.

Sayangnya, niatan untuk bertatap muka itu harus kandas. Sebab ibu saya mengklaim bahwa kuota internetnya tidak akan cukup untuk melakukan video call. Pada momen itu saya tahu betul kalau ibu saya pasti juga sedang repot menerima tamu di rumah. Lagipula ibu saya tidak tahu cara beli pulsa secara online. Konter handphone langganan ibu pun sudah pasti libur.

Satu-satunya yang menganggur pada saat itu ya tentu saja adalah saya sendiri. Sebagai anak yang mencoba untuk berbakti dan berbudi pekerti luhur, saya dengan senang hati membelikan pulsa untuk ibu saya. Lagipula saya punya saldo TCASH yang bisa dipakai untuk mengisikan pulsa ke pengguna lain. Jadi dermawan #pakeTCASH ternyata mudah!

Beruntung saya mengikuti akun sosial media TCASH, jadi informasi seputar promo maupun cara pakai TCASH bisa saya dapatkan dengan mudah. Nah, pada saat itu saya tahu kalau TCASH sedang ada program berbagi THR. Karena faktor kebutuhan dan kepraktisannya, tentu saya memilih menggunakan TCASH. Lagipula jika saya berpartisipasi dalam program ini, ada kesempatan bagi saya untuk memenangkan undian berhadiah berupa 1 buah MacBook Pro atau 4 buah iPhone X. Mantul! Mantap betul!

Momen lebaran menjadi menyenangkan ketika komunikasi jarak jauh berhasil saya lakukan. Pada kesempatan untuk berkomunikasi itu, ibu banyak sekali memberi petuah. Mulai soal ibadah, pekerjaan, hingga pribadi yang harus terus belajar agar saya #JadiBaik kedepannya.

Suara ibu terdengar agak parau saat itu. Meski ia mencoba untuk tertawa, bercanda, dan tampil ceria, tapi aku kenal betul bagaimana suara parau ibu sebenarnya adalah suara yang getir oleh rindu. Dan aku paham bagaimana ia mencoba untuk tidak menumpahkan tangis di depan anaknya. Karena ia yakin kalau sebuah perasaan bisa menular. Dan saat itu, ibu sedang menulari saya dengan sebuah perasaan tegar.

Ramadhan tahun ini mungkin jadi bulan yang lebih haru dari sebelumnya. Tidak ada makan bersama, tidak ada senda gurau, bahkan tidak ada lagi cerita-cerita khas ibu yang sebenarnya sudah diulang-ulang puluhan kali. Ramadhan tahun ini mengajarkan pada saya agar senantiasa #JadiBaik di Bulan Baik. Dan pada momentum lebaran, saya jadi menyadari jika rindu adalah pendekatan terbaik untuk meminta maaf dan memaafkan.

Pakai TCASH bikin happy!

Melalui cerita yang saya tuliskan ini, saya jadi ingin berbagi dengan pembaca yang menggunakan operator Telkomsel untuk memanfaatkan TCASH karena bisa mempermudah berbagai keperluan. Kita bisa beli pulsa, belanja online, membayar token listrik, maupun bayar Merchant TCASH yang banyak diskonnya. Saya sendiri sudah mengalami dan sangat girang karena sering mendapat bonus saldo yang bisa dipakai untuk memberi suntikan nafas ke kuota internet saya.

Fitur TCASH yang paling saya suka yaitu fitur kirim uang. Jadi jika kita tidak memiliki rekening bank, kita bisa menggunakan TCASH untuk mengirim uang. Caranya pun sangat mudah. Cukup dengan buka aplikasi TCASH, lalu pilih menu Kirim Uang. Setelah itu kita bisa memilih tujuan transfer, bisa nomor HP (TCASH) atau rekening bank. Berikutnya tinggal memasukan nomor HP atau nomor rekening dan jumlah saldo yang mau dikirimkan. Nah, langkah terakhirnya cukup memasukkan PIN dan saldo sudah langsung terkirim.

Berkat TCASH, momen lebaran saya di perantauan tidak terasa masygul dan senyap. Siapa sangka kalau TCASH bisa menyelamatkan saya dari komunikasi tatap muka yang hampir batal. Semoga tulisan curhat ini selain jadi pengingat bagi diri sendiri kalau saya pernah berada di titik ini, juga jadi manfaat bagi pembaca. Terima kasih telah menyimak blog pribadi saya. Semoga betah, ya. Sampai jumpa!


Header Source: pexels.com

Ilham Bachtiar

Blogger kalang kabut yang doyan menulis tentang film. Meski tutur lisannya kurang terjaga, tapi orangnya total berkharisma. Terima usikan di ilhambachtiar25@gmail.com

2 komentar:

Berkomentarlah sejujur-jujurnya. Sebab menjadi diri sendiri tanpa rasa sungkan adalah sebaik-baik sandiwara.