8 Desember 2019



Kejenuhan pasti datang ketika kita menjalani hidup dalam lingkaran kegiatan yang dikerjakan berulang-ulang. Kegiatan itu bisa jadi kerja, kuliah, atau hal-hal lain yang mau tak mau harus kita kerjakan untuk membuat hidup kita berarti. Datangnya rasa jenuh menjadi alarm bagi hidup kita bahwa rutinitas harus direhatkan sejenak. Lalu tenggelamkanlah diri kita pada kegiatan yang membawa semangat dan keceriaan.

Kegiatan apa yang bisa dilakukan ketika kita sedang berada di titik jenuh? Tentu saja ada banyak pilihannya, namun untuk kali ini saya akan membicarakan soal “traveling”.

5 Destinasi Wisata Super Prioritas.

Berada di satu tempat yang sama berulang-ulang bahkan hampir setiap hari akan membuat kita super bosan, bukan? Untuk itulah, selain mengisi kegiatan di luar pekerjaan, saya rasa perlu juga keluar dari tempat yang sering kita datangi. Jika kamu setuju, lekaslah packing lalu kita traveling!

Menentukan destinasi wisata mungkin akan membutuhkan waktu yang lama. Selain harus sesuai dengan budget, faktor kepuasan ekspektasi juga jadi pertimbangan. Misalnya begini, ketika hendak berlibur ke sebuah pulau, apa sih ekspektasinya? Pemandangan indah? Bersih? Fasilitas yang memadai? Bahkan, akomodasi yang mudah dijangkau?

Ekspektasi-ekspektasi itu kadang juga perlu dicatat, tidak cuma daftar oleh-oleh saja yang dicatat. Setelah berekspektasi, tahap berikutnya adalah mewujudkan semua ekspektasi itu agar liburan terasa lebih memuaskan.

Saya tidak perlu mengulas panjang lebar soal destinasi wisata alam di negeri ini, kan? Mulai dari gunung hingga pantai, dari museum hingga candi, semua bisa dinikmati tanpa harus repot-repot mengurus passport karena semuanya sudah ada di sini. Kalau begitu, mulai dari mana dong treveling-nya?

Pada tulisan kali ini, saya akan membawa kamu ke 5 destinasi wisata super prioritas yang sedang digembor-gemborkan oleh pemerintah. Kelima destinasi wisata yang dimaksud adalah Danau Toba (Sumatra Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Lombok Tengah), Labuan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara). Di antara kelima destinasi wisata super prioritas ini, mana yang mau kamu kunjungi?

Kalau saya pribadi akan lebih memilih ke Mandalika atau Likupang. Maklum, saya aquarius, golongan darah AB, dan weton Senin Pahing, jadi Sukanya yang tidak sering dibicarakan orang-orang. Sepemantauan saya, belakangan ini Labuan Bajo sedang marak bermunculan di kronologi linimasi Instagram saya. Sedangkan Borobudur dan Danau Toba sudah seringkali jadi bahan perbincangan di kelas sejarah. Maka saya pilih yang paling asing di telinga saya, yaitu Mandalika dan Likupang. Entah karena informasi tentang dua tempat itu masih minim, atau saya saja yang katrok. Sepertinya lebih condong pilihan kedua, ya. Hmm.

Transmate, Sebuah Penyematan.



Pada Jumat, 6 Desember 2019, saya hadir dalam acara bincang bareng Kementrian Perhubungan (Kemenhub) yang diadakan di Kafe Sundestada Jakarta. Dalam acara yang melibatkan puluhan pegiat kreatif ini, kami diberi wadah untuk berdiskusi soal konektivitas trasportasi yang membuat traveling menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Dalam paparannya, pihak Kemenhub menegaskan bahwa di 5 destinasi wisata super prioritas tersebut telah siap dikunjungi. Hal ini sesuai dengan amanat Presiden yang meminta kelima destinasi tersebut menjadi primadona baru mulai tahun 2020. Segala infrastruktur telah dibangun untuk memastikan wisatawan mendapatkan fasilitas yang memadai selama berlibur. Selain itu, moda transportasi juga telah dipersiapkan dengan matang, baik itu melalui darat, laut, maupun udara.

Pada acara berslogan #ConnectivityMakesTravelingEasy ini juga ada hal lain yang spesial. Puluhan peserta dalam acara tersebut dinobatkan sebagai “Transmate” yang artinya sahabat transportasi. Bukan hanya karena mayoritas pengguna moda transportasi umum, para peserta yang hadir juga aktif dalam isu-isu transportasi dan wisata. Kelihatan kok dari konten-konten yang pernah mereka buat, baik itu di blog, YouTube, atau platform lainnya. Agar makin sah, penyematan label Transmate ini disimbolisasikan dengan sebuah pin khusus dengan logo Transmate yang dipasang di jidat. Ya enggaklah! Di baju masing-masing.

Jika sudah begini, alasan apa yang mau digunakan untuk menunda-nunda traveling? Yuk kemasi barang-barangmu. Kita ketemu di bandara sekarang!


Photo by Tom Fisk from Pexels

14 November 2019

bpom hari pangan dunia

Saya adalah orang yang sukar menahan godaan untuk tidak mampir ke minimarket. Ketika memasukinya, saya selalu membeli makanan dan minuman kemasan yang terpampang dengan rapi dan menggoda. Entah apa yang merasuki, saya memiliki dorongan kuat untuk selalu jajan, jajan, dan jajan. Sungguh gaya hidup yang luar biasanya hematnya.

Saya suka belanja makanan dan minuman kemasan karena praktis dan murah. Sebut saja, kopi. Saya tidak perlu lagi antri dan menunggu barista menyeduh kopi untuk mendapatkan kesegaran kafein yang saya inginkan. Saya hanya perlu mengambil satu botol kopi di dalam lemari pendingin saja. Sudah begitu, ada kopi yang dibandrol dengan harga 3000 rupiah, doang. Memang rasanya tidak se-kopi itu jika dibandingkan dengan kopi di coffeeshop. Tapi saya memang tidak mencari rasa kopi aslinya. Saya hanya ingin memuaskan rasa kesegaran yang melewati tenggorokan saja.

Demikian juga dengan makanan kemasan. Saya kerap membeli roti untuk “mengganjal” perut saya dari rasa lapar. Kok nggak makan nasi aja? Seperti yang sudah saya sebutkan, saya lebih cenderung mencari kepraktisan dan kemurahan. Saya bisa makan roti di mana saja dengan posisi apa saja. Sudah begitu, roti di minimarket seringkali dijual dengan harga yang kelewatan murah, bahkan ada diskon-diskonnya. Maka dari itu, roti kemasan adalah pilihan paling rasional bagi saya saat ini.

Baca juga: Transportasi Kota Paling Potensial Saat Ini

Mewaspadai Makanan Kemasan

Mengonsumsi makanan dan minuman kemasan bukan sebuah dosa. Namun jika tidak jeli memilihnya bisa-bisa membawa tubuh kita pada petaka.

Banyak kasus yang sudah terjadi terkait keracunan yang disebabkan oleh produk kemasan yang sudah kadaluarsa atau tercemar. Saya termasuk orang yang jarang sekali memperhatikan serba-serbi keamanan pada makanan dan minuman kemasan. Alih-alih melakukan pengecekan tanggal kadaluarsa, botol minum yang penyok pun tetap saya ambil dengan anggapan, “Halah, penyok doang.” Padahal ada kemungkinan barang yang sudah penyok itu mungkin berlubang dan tercemar oleh sesuatu yang bisa menyebabkan saya keracunan.

Syukurlah di tengah ketidaktelitian saya itu, sejauh ini saya tidak pernah mengalami hal-hal gawat terkait produk kemasan. Namun bukan berarti saya kebal terhadap apapun. Mungkin saja hanya sekadar beruntung. Oleh sebab itu, mulai dewasa ini saya mencoba untuk lebih memperhatikan standar keamanan makanan dan minuman kemasan.

Beruntunglah pada Sabtu, 9 November 2019, saya mendapat undangan untuk hadir pada acara diskusi Bersama BPOM dengan topik seputar makan sehat terkait dengan perayaan Hari Pangan Sedunia yang mengusung jargon, “Our Action, Our Future.”

Baca juga: 3 Caraku Merawat Kulit Wajah Cerah

Bagaiamana Cara Bijak Mengonsumsi Makanan dan Minuman Kemasan?

Barang konsumsi makanan dan minuman kemasan bukan hanya bisa kita dapatkan di toko-toko fisik. Namun juga banyak dijual secara online di marketplace. Tantangan yang harus kita jawab terkait budaya jual-beli yang berbeda ini adalah bagaimana kita melakukan verifikasi keaslian dan keamanan produk yang kita beli.

Melalui acara yang saya kunjungi itu, saya menyadari bahwa BPOM telah memiliki strategi untuk menjawab tantangan itu. Pertama, BPOM telah membuat terobosan yang sudah diterapkan melalui teknologi 2D Barcode. Melalui barcode yang ada di sampul kemasan, kita bisa dengan praktis mengakses informasi legalitas produk. Caranya mudah, kita hanya perlu melakukan scanning lewat smartphone yang sudah terpasang aplikasi BPOM Mobile. Beberapa marketplace telah memiliki fiitur yang memungkinkan pembeli untuk mendapatkan barcode produk agar bisa dilihat informasi lengkapnya.

Kedua, BPOM memiliki kampanye “Cek KLIK” yang selalu didengungkan agar masyarakat senantiasa menerapkannya. Kampanye ini mengajak kita untuk melakukan pengecekan pada Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluwarsa ketika hendak membeli barang kemasan seperti makanan, minuman, hingga obat-obatan.

BPOM juga menerima dengan tangan terbuka jika ada keluhan atau pertanyaan terkait makanan, minuman, dan obat-obatan. Kita bisa melakukan hubungan suara melalui Halo BPOM 1500533 atau di berbagai platform media sosial resmi milik Badan POM

Diskusi bersama BPOM dan pakar kesehatan.
Saya sangat bersyukur memiliki previlage untuk hadir dalam diskusi pada perayaan #BPOMWorldFoodDay2019 sehingga menumbuhkan kesadaran saya untuk peduli pada makanan dan minuman kemasan yang baik untuk konsumsi. Namun saya sadar. Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama seperti saya. Oleh karenanya, saya menuliskan ini untuk menularkan semangat yang sama kepada Teman-teman agar kita sama-sama peduli pada cara kita mengonsumsi produk-produk kemasan.

Terima kasih sudah bersedia membaca tulisan sederhana ini hingga selesai. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.


Photo by icon0.com from Pexels

3 November 2019


Saya berkacamata sejak usia 16 tahun. Saat itu saya duduk di bangku kelas 2 SMA. Walau begitu, saya sebenarnya sudah merasakan ketidakwarasan pada mata saya sejak kelas 6 SD. Tapi saya urung bilang pada kedua orangtua karena tidak ingin membebani perekonomian mereka pada saat itu.

Dengan mata minus, saya mengalami kesulitan belajar, terutama untuk membaca tulisan-tulisan yang tertera di papan tulis. Saya memberanikan diri mengatakan kepada orangtua soal mata saya karena pada jenjang kelas 2 SMA, saya masuk program IPS. Dan “sakit mata” adalah alasan yang saya utarakan untuk mengurangi amarah orangtua karena nilai saya terlalu buruk untuk bisa lolos ke program IPA. Hehehe.

Kalau dihitung-hitung, mata saya harus dibantu dengan kacamata sudah 10 tahun lamanya. Dalam kurun waktu segitu, problematika kehidupan saya banyak terjadi hanya dari masalah paling sepele, “mata”. Oleh karena itu, saya merasa harus punya perhatian lebih pada isu kesehatan mata agar saya tahu apa yang saya alami dan apa yang harus saya lakukan dengan mata seperti ini.

Sesi diskusi. (Dokumen Pribadi
Motivasi itu yang membawa saya pada diskusi soal, “Mata Sehat Mendukung SDM Hebat,” yang berlangsung pada 31 Oktober 2019 di Gandaria City, Jakarta Selatan. Diskusi tersebut menghadirkan narasumber yang sudah ahli pada bidangnya. Ada Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K) (FIACLE Perdami), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M,Kes (Nutrisionis), dan Burhan Noor Sahid (Head of Marketing Signify Indonesia).

Baca juga: Pengalaman Beralih Ke Microsoft Office 365 Home Resmi

Perbincangan yang paling menarik perhatian saya adalah soal data-data hasil penelitian dari YouGov Plc terkait isu kesehatan mata. Penelitian tersebut melibatkan 10.449 orang dewasa sebagai sampel yang tersebar di berbagai negara seperti Argentina, Cina, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Indonesia, Meksiko, Polandia, dan Amerika Serikat. Apa yang bisa kita dapat dari penelitian itu?

Melalui penelitian itu, tercatat bahwa lebih dari 50% orang menghabiskan lebih dari 8 jam per hari di bawah sinar lampu. Diketahui juga, 86% responden percaya kalau pencahayaan yang berkualittas itu bermanfaat bagi kesehatan mata. Sementara itu, kaitannya dengan pemeliharaan kesehatan mata pada diri sendiri, ternyata 66,6% responden tidak melakukan cek mata secara berkala yang artinya mereka abai pada upaya menjaga kesehatan mata bagi diri sendiri.

Dengan berkiblat pada data-data tersebut, saya dapat melihat bahwa faktor yang sangat berpengaruh pada kesehatan mata adalah soal pencahayaan. Walau begitu, ternyata tidak banyak orang yang rajin merawat matanya sendiri. Saya termasuk dalam kategori ini. Hehehe. Di samping itu, hasil penelitian juga menyebutkan bahwa 77% responden percaya bahwa pencahayaan yang berkualitas dapat meningkatkan produktivitas. Namun, seperti apakah cahaya yang berkualitas itu?

Baca jugaLampu Berkualitas Harga Pas

Munculnya cahaya bisa dari berbagai sumber, salah satunya adalah lampu. Dalam perbincangan siang itu, saya dapat menyimpulkan bahwa pencahayaan dari lampu yang berkualitas itu harus memiliki kriteria EyeComfort. Kriteria ini meliputi: tidak tampak berkedip, tidak silau, dimmable (kemampuan mengubah terang-redupnya lampu), tuneable (mengatur temperatur warna), rendering warna, efek stroboskopik (kemampuan menghilangkan distorsi gerak), keamanan fotobiologis (cahaya biru), dan tidak muncul suara .

Jika kriteria EyeComfort ini terpenuhi, maka kesehatan mata dapat lebih terjaga. Setidaknya mengurangi damage dari terang lampu pada umumnya. Lantas bagaimana mendapatkan lampu dengan watak EyeComfort seperti di atas? Mudah saja.

Dalam acara diskusi yang saya hadiri ini, kebetulan juga jadi ajang pengenalan produk baru dari Philips LED EyeComfort. Jika sebelumnya sudah rilis Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics kini kita bisa menikmati seri terbarunya, yaitu Philips MyCare LEDstick. Dengan lampu Philips MyCare LEDstick, kita dapat menikmati penerangan yang berkualitas dengan 70% pengurangan kesilauan (dibandingkan lampu pijar). Lampu ini juga siap menyala hingga 15 tahun, ramah lingkungan (tanpa merkuri soalnya), tidak berkedip, dan memperhatikan keamanan fotobiologis.

Philips MyCare LEDstick hadir dalam dua pilihan, ada warna putih (cool daylight) dan ada warna kuning (warm white) dengan daya mulai 5,5W hingga 9,5W. Selain itu ada juga Philips LED Downlight Meson yang hadir dalam bentuk bundar dan persegi. Jenis ini tersedia dalam warna putih dengan daya mulai 3,5W hingga 24W. Produk-produk Philips ini tersedia di berbagai toko elektronik dan e-commerce.

Saya bersukyur dapat mengikuti diskusi ini. Selain ngobrol-ngobrol asyik, kebetulan juga saya melakukan pengecekan dan konsultasi mata secara gratis di salah satu tenant. Lewat pengecekan itu saya tahu kalau minus mata kiri saya bertambah, yang semula -2 menjadi -2,25. Sedangkan mata kanan saya masih konsisten di angka -3. Untung banget saya punya waktu dan kesempatan untuk hadir dalam ajang yang diselenggarakan oleh Signify.

Sudah waktunya ganti kacamata, nih. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya!


Photo by Daan Stevens from Pexels

1 November 2019


Seperti sudah menjadi kebutuhan pokok, smartphone adalah perangkat komunikasi dan informasi yang paling relevan untuk kita pakai pada masa kini. Jika melihat konstruksi sosial kita yang memerlukan komunikasi jarak jauh berbasis digital, maka bisa dikategorikan bahwa smartphone adalah barang “wajib” yang harus dimiliki.

Ada banyak pilihan smartphone yang menarik untuk kita miliki. Namun, kita perlu memperhatikan mana yang benar-benar kita butuhkan. Lebih tepatnya, karakter smartphone seperti apa yang sebenarnya sesuai dengan kebutuhan hidup kita sehari-sehari. Untuk menjawabnya tidak mudah. Beberapa kali saya keliru memilih smartphone karena kurang jeli mengenali spek gadget. Oleh karena itu, pada tulisan saya kali ini akan mereduksi smartphone apa saja yang menurut saya cocok untuk kamu beli beberapa hari lagi. Hahaha. Ayo jajan! Ayo jajan!

Tidak semua smartphoe yang saya rekomendasikan ini telah saya pakai sebelumnya. Beberapa di antaranya saya dapatkan referensinya dari internet. Sisanya, merupakan hasil diskusi santai dengan teman sejawat. Nah, tidak perlu berlama-lama lagi. Rekomendasi pertama saya adalah XIAOMI REDMI A4!

Siapa yang tidak kenal dengan produk Xiaomi satu ini? Sebagai punggawa kaum proletar seperti saya, menggenggam Xiaomi sudah jadi hal yang sangat lumrah. Bagaimana tidak? Produk Xiaomi sudah terkenal dengan harganya yang terjangkau dan kualitasnya yang tidak kalah dari produk mahal yang lain.

Di antara tipe Xiaomi yang lain, Redmi A4 menurut saya adalah smartphone yang sangat sesuai dengan kebutuhan bergadget yang standar, baik untuk bekerja maupun hiburan. Xiaomi Remi A4 ini sangat ringan untuk ukuran gawai dengan prosesor sekelas Snapdragon 425 64-bit quad-core dan kapasitas baterai hingga 3030 mAh. Layar Redmi A4 sebesar 5 inchi, cocok banget jika kamu suka bermain game atau menonton film di HP.

Ngomongin soal smartphone tentu harus melihat kemampuan kameranya. Xiaomi Redmi A4 menanamkan kamera utama sebesar 13 megapiksel! Dalam sekali jepretan saja sudah seperti foto hasil olahan aplikasi pasti. MIUI juga akan mengkategorikan foto-foto kita sesuai dengan waktu pengambilan gambar. Bahkan sistemnya pun dapat mendeteksi apakah foto hasil jepretanmu merupakan foto panorama atau screenshoot.

Secara garis besar, Xiaomi Redmi A4 adalah pilihan terbaik untuk menemani aktivitasmu sehari-hari. Dengan harga sekitar 1-1,5juta saja, kamu bisa menggenggam gawai pintar di tanganmu. Meski murah, tapi tidak terlihat murahan, kok. Dari segi desain misalnya, Redmi A4 tampak elegan dan minimalis. Terlihat dari body dengan matte finishing yang membuat Redmi A4 tidak bling-bling-bling alias norak. Hahaha.

Ngomong-ngomong soal Xiaomi, apakah kamu tahu cara melacak Xiaomi yang hilang? Masalah kehilangan HP memang sangat menyebalkan. Tapi Xiaomi punya fitur yang membuat kita dapat melacak lokasi keberadaannya. Perlu diperhatikan juga bahwa untuk menikmati fitur ini, kita harus memiliki akun Mi terlebih dahulu. Jika sudah, cara sederhana ini mungkin dapat membantumu menemukan Xiaomi yang hilang entah di mana.

Pertama, aktifkan fitur Find Device pada menu Setting. Lalu masuk ke pilihan Mi Account. Kemudian tinggal pilih Mi Cloud, dan aktifkan Find Device. Tahap ini merupakan langkah persiapan agar Xiaomi kesayanganmu bisa dilacak.

Sedangkan cara melacaknya sendiri cukup mudah. Kamu hanya perlu buka https://i.mi.com melalui device lain (yaiyalah, kan yang biasa dipakai sedang hilang). Lalu login dan pilih menu Find Device. Hanya dengan begitu saja, secara otomatis system pelacakan akan menunjukkan lokasi Xiaomi yang kamu cari. Gampang banget, kan?

Wajar saja jika produk Xiaomi berkenan di hati para penduduk Indonesia. Beberapa pilihan produk Xiaomi terbaik selain Redmi A4 adalah: Redmi Note 7 (harga 2.000.000), Redmi 7 (harga 1.440.000), Redmi 6A (harga 999.000), Redmi 7A (harga 1.130.000), dan Redmi 5A (harga 990.000). Tipe Redmi 5A sejauh ini merupakan jenis Xiaomi yang murah dan populer Di bawahnya sedikit ada Redmi 2 Prime seharga 980.00 dan Redmi 1S seharga 780.000.

Dengan begini, hati jadi tenang kalau tiba-tiba butuh HP baru. Toh ada yang murah dan berkualitas seperti produk-produk Xiaomi yang sudah saya sebutkan di atas. Tapi, selain itu ada juga gawai lain yang sangat saya rekomendasikan sekaligus ingin saya miliki. Belakangan ini kebetulan teman-teman sejawat sedang asyik membicarakan Samsung Galaxy. Perbicangan ini bikin saya mau, mau, mau banget!

Dari sekian banyak tipe Samsung yang didiskusikan, muncul beberapa tipe yang ternyata sangat digemari. Misalnya Samsung Galaxy Note 10 yang dibandrol dengan harga 7.838.500 rupiah. Turun sedikit ada Samsung Galaxy S10 yang senilai 7.700.000 rupiah. Melihat harga-harga itu membuat jiwa proletary saya berkecambuk. Maka muncullah tipe-tipe seperti Samsung Galaxy A20 yang seharga 1.850.000 rupiah dan Samsung Galaxy M10 yang bisa saya tebus dengan ongkos 1.450.000 rupiah.

Baik Xiaomi maupun Samsung, keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Dan seperti yang sudah saya singgung pada awal tulisan ini, kita memerlukan gawai yang sesuai dengan kebutuhan. Kedua pilihan produk smartphone ini sama-sama bisa sesuai dengan siapapun diri kita dan bagaimanapun karakter kita. Artinya, baik Xiaomi maupun Samsung sangat relevan dengan diri kita sehingga memiliki keduanya adalah pilihan yang tepat. Apalagi kalau masih cap-cip-cup kebingungan memilih, saya rasa sebaiknya segera kerucutkan pilihan kamu menjadi dua gadget di atas.

Kamu punya pengalaman memakai Xiaomi dan Samsung atau tidak? Berbagi yuk di blog ini dengan berkirim teks memalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca sampai selesai. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.


Photo by JÉSHOOTS from Pexels

30 Oktober 2019


Sebagai warga ibukota, saya selalu berkutat dengan kemacetan dan panas yang menggelora. Apalagi, mobilitas saya didominasi oleh kendaraan roda dua. Hal ini membuat saya harus selalu berhadapan dengan asap knalpot dan terik matahari.

Mungkin memang ini resiko paling basic bagi penduduk di negara beriklim tropis. Sebelum saya merantau pun saya juga kerap mengalami tekanan panas yang tidak berbeda jauh dengan ibukota. Meski Solo cukup gencar melakukan penghijauan kota, lagaknya hal itu belum bisa mengatasi efek rumah kaca yang kian mengamuk seperti sekarang ini.

Nah, pengalaman saya sebagai pengembara jalanan membuat saya harus memutuskan untuk berkonsentrasi pada kesehatan kulit. Bukan hanya itu, saya juga ingin memiliki wajah yang cerah biar istri makin sayang. Hehehe. Maka dari itu dalam tulisan blog saya kali ini akan memberikan beberapa tips merawat kulit wajah ekstra cerah.

Tapi sebelum ke sana, kita juga perlu mengidentifikasi masalah apa saja yang rawan muncul bagi kulit kita di iklim tropis seperti Indonesia. Sejauh yang saya tahu, kulit kita sangat rentan dengan kekusaman, mudah berkeringat, sensitif, dan mudah kering. Kondisi-kondisi seperti itu akan membawa beberapa persoalan pada kulit wajah kita, seperti jerawat, terdapat flek hitam, hingga megalami penuaan dini dengan ciri kulit jadi kendur dan keriput.

Lantas bagaimana cara merawatnya? Apakah harus konsultasi atau perawatan ke tenaga ahli kulit? Ya, mungkin itu bisa jadi solusi. Namun, untuk kelas menengah seperti saya sekarang ini jelas “ongkos” menjadi pertimbangan yang harus dipikirkan berkali-kali. Oleh karena itu, tips berikut ini akan jadi pilihan yang murah bagi kamu yang ingin menjaga agar kulit wajah memancarkan cahaya-cahaya kehidupanmu yang terang itu. Eeeaaaa.

Tips Merawat Kulit Wajah Ekstra Cerah

1. Kenali suhu tubuhmu. 

Ketika badan terasa panas karena kena terpaan sinar matahari seringkali membuat kita tergiur dengan sapuan air yang dingin di kulit. Meski terasa menyegarkan, namun mengguyur kulit yang panas dengan air dingin ternyata bisa merusak kualitas kulit itu sendiri. Kulit kita bisa mengalami shock yang dapat mengubah warna kulit menjadi “gosong”. Jadi sebaiknya, biarkan tubuh kita berteduh sejenak sebelum kita guyur dengan air dingin.

2. Atasi masalah dari dalam tubuh.

Meski kulit merupakan elemen luar pada tubuh kita. Namun jenis makanan atau minuman yang masuk ke tubuh kita juga dapat berpengaruh pada kualitas kulit, lho. Salah satu yang paling sederhana adalah meningkatkan konsumsi air putih. Selain itu kamu juga bisa menambahkan konsumsi buah yang berdampak baik pada kulit seperti delima, pisang, papaya, semangka, dan kiwi.

3. Cuci muka dengan benar. 

Tentu saja cuci muka adalah cara paling basic untuk merawat kulit wajah agar terlihat cerah dan segar. Namun agar hasilnya lebih maksimal kita perlu memperhatikan beberapa detail. Misalnya kita perlu memakai air hangat ketika membasuh muka di awal tahap. Air hangat dipercaya dapat membuka pori-pori wajah terbuka agar kotoran mudah terangkat. Setelah membasuh dengan air hangat, usap mukamu dengan NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam ke seluruh permukaan wajah. Saya paling suka NIVEA MEN Extra White ini karena tuntas membersikan noda hitam dan konsisten melawan kulit kusam. Jika sudah, basuh kembali wajahmu dengan air dingin agar pori-pori kembali tertutup sebelum kemasukan kotoran baru.

Cara-cara ini walau sederhana tapi saya bisa rasakan manfaatnya, lho. Tentu saja harus disertai dengan konsistensi yang tinggi. Setidaknya untuk cuci muka sendiri minimal dilakukan sehari dua kali setiap pagi dan malam. Hasil yang saya peroleh berupa kulit bersih dari flek hitam, warna kulit jadi ekstra cerah, hingga kulit terasa lebih sehat dan tidak kering.

Andalanku saat melawan kusam

Peran NIVEA MEN Extra White di sini sangat penting karena kemampuannya yang “ngefek banget” bagi kecerahan wajah saya. Sebab produk ini mengandung Active Vit C, vitamin E, vitamin B, gingseng, ginkgo biloba, dan nutrien lain yang mampu mencerahkan kulit wajah 10x lebih baik daripada vitamin C saja. 

Kamu harus coba juga, deh. Terutama untuk pria-pria bermotor yang setiap hari kenyang dengan polusi urban. Aroma NIVEA MEN Extra White ini juga segar dan terasa sangat elegan, lho. Saya langsung pede ke mana saja, asal ada NIVEA MEN Extra White di dalam tas saya.

Demikian tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaaat buat semua. Terima kasih sudah membaca sampai habis. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya, ya. Salam!

Photo by samer daboul from Pexels

28 Oktober 2019


Pengalaman trip ke Bali akan semakin sempurna jika kita dapat bersantai di hotel yang berkelas. Keindahan Bali sudah tidak perlu diragukan lagi, bukan? Namun pengalaman menginap setiap orang sudah pasti berbeda-beda, ada yang asyik tapi ada juga yang buruk. Jika ingin mendapat kenangan yang lebih baik selama di Bali, saya merekomendasikan sebuah promo menginap di The Banda Hotel dengan Kartu Kredit BNI

Menghabiskan waktu bulan madu di Bali memang terdengar klise. Namun jika memang itu manjur untuk menyehatkan mental dan badan, kenapa tidak? Aku dan istri bukan tipe orang yang betah melakukan aktivitas luar ruangan. Entah kenapa, kondisi badan kami tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan yang melibatkan beban fisik terlalu lama. Oleh karena hal itu, kami harus memilih penginapan yang benar-benar memuaskan. Syukurlah, kami tidak kesulitan untuk mendapatkan itu di Bali.

Menginap di The Banda Hotel & Suites Bali selama beberapa hari meninggalkan kenangan yang sangat indah bagi kami. Lokasinya berada dekat dengan pantai dan suasananya tenang sekali. Saking tenangnya, kami mager banget buat jalan-jalan keluar. Hahaha. Gimana sih, sudah jauh-jauh terbang dari Jakarta ke Bali, kok malah mager di kamar aja?

Kami mendapatkan pelayanan yang luar biasa dari para profesional. Ditambah dengan hidangan yang memukau lidah semakin membuat kami merasa puas di sana. Jika tidak ingin melesat ke pantai namun ingin basah-basahan, di The Banda Hotel & Suite Bali ini kita juga bisa menikmati suasana kolam renangnya yang tenang dan segar. Ada dua kolam renang yang bisa kita pakai di sana. Kami tidak benar-benar berenang sebenarnya, hanya berjemur di sekitarnya saja. Lalu memutuskan untuk spa dengan ongkos Rp. 180.000 saja untuk mendapatkan pelayanan spa yang berkualitas.

Selama tinggal di The Banda Hotel & Suite Bali, kami tidak merasa ada keluhan sama sekali. Setiap pelayanan yang diberikan dan fasilitas yang tersedia tidak henti-hentinya membuat kami terus mengucap syukur telah mendapatkan promo menginap di The Banda Hotel & Suite Bali. Nah, jika kamu juga ingin mendapatkan promo yang serupa seperti kami, sebaiknya kamu coba pakai promo special kartu kredit BNI.

Promo Kartu Kredit BNI


Sebenarnya ada banyak banget jenis promo untuk pengguna kartu kredit BNI. Dari sekian banyak itu, saya menggunakannya untuk memperoleh diskon hingga 25% di The Banda Hotel & Suites Bali. Bahkan ditambah diskon 10% untuk pembelian Food & Beverage di Mozarella By The Sea Restaurant, tidak termasuk minuman beralkohol. Jika kamu mau, kamu juga bisa mendapatkan promo di sini karena periode promonya masih berjalan hingga 31 Januari 2020.

Bukan cuma itu aja. Dengan promo spesial kartu kredit BNI, kamu juga bisa dapat diskon 20% di The Michael Resorts Bogor, diskon hingga 27% di The Magani Hotel & Spa Bali, diskon 27% juga di Bali Niksoma Boutique Beach Resort, dan masih banyak lagi diskon hotel yang bisa kamu nikmati. Beruntung banget kan kalau jadi nasabah BNI? Hahaha.

Jadi Rindu Liburan. Ke Bali Lagi Nggak, Nih?


Kapan-kapan kalau ada kesempatan buat berkunjung ke Bali lagi, saya dan istri sudah yakin akan menginap di The Banda Hotel & Suites. Walau sudah tidak ada promo sekalipun, kami tetap akan ke sana. Mau bagaimana lagi? Memang asyik banget tempatnya!

Bukan hanya sebagai destinasi bulan madu saja. Di sana juga cocok untuk kamu-kamu yang mau seru-seruan bareng teman atau saudara. Tapi untuk saat-saat ini saya dan istri belum tahu kapan bisa ke sana lagi karena pekerjaan di ibu kota sedang padat-dapatnya. Jadi teringat lagi kalau sudah lama tidak liburan. Hiks.

Terima kasih untuk kamu yang sudah membaca tulisan ini. Jangan lupa gunakan promo-promo menarik dengan kartu kredit BNI agar kantongmu tidak cepat kering. (Cek promonya: https://www.cekaja.com/banks/bni/kartu-kredit/promo) Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya. Salam!

21 Oktober 2019

commuterline


November 2017 adalah masa peralihan yang cukup besar di dalam hidup saya. Pasalnya, di waktu tersebut saya mulai memutuskan untuk beranjak dari tanah kelahiran, Solo,  menuju ke Jakarta. Awalnya, memang terasa betul adanya gap antara kehidupan yang baru dan yang lama. Terutama, soal transportasi kota.

Dulu, saya selalu menggunakan kendaraan pribadi ke mana pun tujuannya. Sebab, menggunakan transportasi publik bukanlah menjadi sesuatu yang umum dilakukan oleh orang-orang di sekeliling saya. Beda halnya dengan yang saya dapati di Jakarta. Apalagi, kampanye penggunaan transportasi publik terus dilakukan dengan cara-cara yang menarik.

Salah satu transportasi publik yang menjadi favorit saya adalah kereta rel listrik (KRL) yang beroperasi di wilayah Jabodetabek. Sebelumnya, saya hanya mengetahui kereta antarkota saja. Dan, adanya transportasi semacam KRL Jabodetabek ini tentunya memudahkan perjalanan orang-orang untuk sampai ke tempat tujuan.

Setelah berbincang dengan istri saya yang menggemaskan tiada tandingannya, diakuinya bahwa KRL Jabodetabek ini mengalami banyak sekali perubahan sebelum apa yang saya lihat sekarang. Perubahan-perubahan tersebut tentu saja ditujukan untuk memenuhi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Di sini saya melihat upaya Kementrian Perhubungan untuk membangun infrastruktur yang layak bagi warga.

Beberapa perubahan yang dilakukan Kemenhub terhadap transportasi KRL Jabodetabek, antara lain:

1. Ditiadakannya kereta ekonomi yang sudah tidak layak lagi. 

Pernah melihat gambar-gambar kereta tanpa pintu dengan banyak penjual asongan, nggak? Atau pernah dengar soal penumpang liar yang memaksa mengikuti perjalanan tanpa tiket di atap kereta? Saat ini, kereta ekonomi yang tidak layak demikian sudah tidak diizinkan untuk beroperasi lagi. Walaupun harga tiket yang dibandrol sangat murah dan terjangkau, tapi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tentunya menjadi pertimbangan utama.

2. Harga yang relatif lebih murah. 

KRL sekarang ini sebetulnya memiliki harga tiket yang masih sangat terjangkau dengan kualitas layanan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Jika KRL Jabodetabek yang ada bisa disetarakan dengan kereta ekonomi AC di masa sebelumnya, maka perbedaan soal harga ini akan tampak sangat jelas. 

Kereta ekonomi AC, dulunya, memasang harga tiket sebesar Rp8.000 dalam sekali perjalanan. Jika kamu memiliki tujuan akhir yang mengharuskanmu transit dua kali atau menggunakan tiga kereta dengan jurusan berbeda, maka biayanya perjalanannya menjadi Rp8.000 x 3! Sementara sekarang, asalkan kita tidak keluar stasiun, harga tiket perjalanannya cukup flat dengan maksimal Rp5.000 saja. Perubahan ini yang membuat istriku bercerita dengan sangat riangnya.

3. Metode pembayaran yang lebih mudah dan ramah lingkungan. 

Penggunaan tiket berupa kertas-kertas yang distempel sekarang sudah tidak berlaku lagi. Selain untuk memudahkan pembayaran dari para penumpang, juga bisa mengurangi sampah kertas yang dibuat dari pohon itu, kan? Pengguna KRL Jabodetabek bisa menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), THB (Tiket Harian Berjaminan), atau uang elektronik dari beberapa bank untuk melakukan perjalanan.

4. Gerbong khusus perempuan. 

Pelecehan seksual di ruang publik masih sangat sering terjadi, KRL tentu saja termasuk di dalamnya. Melihat hal ini, ada upaya dari Kemenhub untuk menanganinya dengan membuat ruang-ruang khusus wanita di dalam berbagai moda transportasi. Untuk KRL Jabodetabek sendiri, gerbong khusus wanita bisa ditemukan di ujung depan dan ujung belakang.

5. Kursi prioritas.

Kursi prioritas bagi orangtua, perempuan hamil, dan disabilitas membuat kereta menjadi alat transportasi yang inklusif. Menurut saya ini keren!

Nah, itu saja kiranya cerita saya soal transportasi umum di Jakarta, khsusnya KRL. Semoga makin keren kedepannya. Jangan lupa ikuti akun media sosial Kemenhub untuk mengetahui berbagai informasi yang harus kita tahu soal perkembangan transportasi dan semacamnya.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya sampai selesai. Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Photo by veerasak Piyawatanakul from Pexels

14 Oktober 2019

traveloka-xperience-logo-official


Di awal tahun 2019 lalu, ada sebuah film bergenre drama-thriller yang cukup menarik perhatian. Judulnya, Escape Room. Film ini bercerita tentang enam orang asing dengan pribadi berbeda yang dikumpulkan di dalam ruangan untuk bekerjasama dalam menyelesaikan permainan meloloskan diri dari ruangan tertutup itu.

Sialnya, ternyata apa yang mereka hadapi bukan sekadar permainan semata. Nyawa benar-benar menjadi taruhan. Adam Robitel sebagai sutradara cukup mampu mengguncang emosi dengan mempertontonkan ketegangan yang begitu jelas di depan mata.

Cerita yang begitu padat seolah tidak mengizinkan penonton untuk beristirahat. Bahkan, untuk sekadar mengedipkan mata.

Hal itu membuat saya ingin merasakan sensasi melewati ruangan-ruangan yang penuh dengan tantangan itu di dunia nyata. Asal risikonya tidak sama seperti di dalam film itu. Saya rasa bakal mengasyikkan karena tipe permainan seperti ini masih langka di negeri ini. Iya apa tidak, sih?

Butuh Hiburan? Traveloka Xperience Aja!


Di saat butuh hiburan, hal yang pertama terpikirkan adalah membuka aplikasi Traveloka. Apalagi, sekarang sudah ada layanan Traveloka Xperience di sana. Traveloka melebarkan sayap dengan melengkapi produk dan layanannya untuk kebutuhan travel dan lifestyle dalam Traveloka Xperience. Jadi Traveloka bukan hanya aplikasi untuk traveler doang, kaum rebahan juga cocok kok pakai layanan Traveloka.

Ada banyak sekali jenis hiburan yang bisa dipilih di sini. Mulai dari tiket atraksi, bioskop, event, hiburan, spa dan kecantikan, olahraga, taman bermain, transportasi lokal, tur, pelengkap travel, makanan dan minuman, serta kursus dan workshop. Komplit, kan?

Cara pakainya juga gampang. Kita tinggal masuk ke aplikasi Traveloka, lalu pilih fitur Xperience. Ada pilihan menu hiburan yang bisa memudahkan, bisa juga langsung cari hiburan yang kamu inginkan melalui search box yang disediakan.

Nah, saya lekas saja mencoba mencari permainan yang sudah saya ceritakan di atas tadi. Setelah memasukkan kata kunci “Escape Room” di kotak pencarian Traveloka Xperience, ternyata ada Permainan Escape Room di House of Trap Jakarta yang tersedia di sana. Girang buukan main!

Karena saya orangnya perlu pertimbangan, maka saya ngintip dulu testimoni dari orang-orang yang sudah nyobain Escape Room itu. Dilihat dari kesan para pengunjung yang tertera, sepertinya memang menarik untuk direalisasikan. Permainan ini bisa dimainkan maksimal 12 orang. Jadi bisa ajak keluarga atau teman untuk bermain bersama.

Ada empat pilihan tema permainan yang disediakan, yaitu: The Battle of Dragons, Clash of Wizard, Lucid Dreams, dan Treasure Island. Misinya sama dengan yang ada di dalam film, yaitu membebaskan diri dari berbagai ruangan dengan banyak skenario mendebarkan yang menantang secara intelektual, makanya perlu kerja tim yang baik di dalamnya.

Untuk harga, ternyata cukup terjangkau. Apalagi, ada potongan harga yang diberikan oleh Traveloka Xperience. Cukup dengan membayar Rp67.500 untuk kunjungan saat weekdays atau Rp90.000 untuk kunjungan saat weekend. Wah, #XperienceSeru semakin nyata di depan mata!

Itu baru satu contoh saja dari sekian banyak layanan yang bisa diberikan Traveloka Xperience kepada kita. Mau nonton konser? Bisa. Mau nonton film? Bisa. Atau mau karaoke juga bisa. Bahkan, kalau mau ikut workshop pun juga bisa, lho. Jadi bisa dibilang Traveloka Xperience ini starter pack buat orang-orang yang asyik. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa langsung otak-atik fiturnya via aplikasi atau web.

Buruan pakai Traveloka Xperience sekarang! Kalau asyik, ngapain ditunda-tunda. Hahahaha. Terima kasih sudah mampir ke blog saya. Salam santuy!

13 Oktober 2019

poster film 99 nama cinta
Poster resmi 99 Nama Cinta

Ada beberapa sutradara di Indonesia yang selalu ingin saya tonton karyanya. Sebut saja Joko Anwar, Riri Reza, dan juga Garin Nugroho. Masing-masing dari mereka memiliki warna tersendiri dalam menampilkan filmnya. Saya paling suka warna yang dibuat oleh Garin Nugroho.

Nama Garin Nugroho sudah tidak asing lagi di industri film Indonesia. Bukan hanya di dalam negeri, film-filmnya kerap lalu-lalang di ajang festival bergengsi dunia. Selain menonton filmnya, saya juga membaca bukunya berjudul “Film Indonesia” yang secara lengkap mendokumentasikan perjalanan industri film Indonesia dari zaman kolonial hingga 2012. Singkat cerita, Garin Nugroho adalah legenda di kancah perfilman Indonesia. Setidaknya, saya meyakini itu.

Baru-baru ini, Garin kembali terlibat dalam sebuah produk film. Film tersebut adalah 99 Nama Cinta. Meski begitu, Garin kali ini tidak berada di kursi sutradara. Ia menjadi penulis naskah, sementara posisi sutradara dipegang oleh Danial Rifki. Usut punya usut, Danial dulunya pernah bekerja Bersama Garin sebagai astrada tiga. Melihat potensinya, Garin merasa Danial mampu untuk mengerjakan film 99 Nama Cinta.

Film 99 Nama Cinta sendiri merupakan film drama yang dipadukan dengan nuansa reliji dan sentuhan komedi. Beberapa bintang ternama mengisi peran pada film ini, sebut saja Acha Septriasa dan Deva Mahendra.

rilis trailer 99 nama cinta
Suasana perilisan poster dan trailer film 99 Nama Cinta

Beruntungnya, saya mendapat kesempatan untuk hadir pada presscon pra-tayang film 99 Nama Cinta yang diselenggarakan di Beranda Kitchen Jakarta Selatan pada 10 Oktober lalu. Jadi saya bisa duluan mengintip trailer dan rilisan poster film 99 Nama Cinta. Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh para pemain dan kru 99 Nama Cinta. Berikut pemain serta perannya di film 99 Nama Cinta:

Acha Septriasa sebagai Talia (Seorang presenter tubir)

Deva Mahendra sebagai Kiblat (Anak pesantren)

Ira Wibowo sebagai Ibu Talia

Donny Damara sebagai Kyai Umar

Chicki Fawzi sebagai Husna

Adinda Thomas sebagai Mlenuk

Susan Sameh sebagai Chandra

Dzawin sebagai Ustaz Bambu

Simak trailer 99 Nama Cinta berikut ini untuk mengintip keseruannya:



Film 99 Nama Cinta akan rilis pada 14 November 2019. Film ini berkisah tentang seorang perempuan ambisius bernama Talia yang berprofesi sebagai presenter sekaligus produser pada acaranya sendiri. Talia merupakan sosok perempuan yang mandiri, ulet, namun ia memiliki kekurangan, yaitu wataknya yang mementingkan diri sendiri.

Sementara itu, di sebuah desa di Kudus, ada seorang ustaz muda bernama Kiblat. Kiblat memiliki peran penting di pondok pesantren tempatnya mengabdi. Ia digambarkan sebagai sosok ustaz yang dapat melebur dengan masyarakat dari keberagaman kelas ekonomi, usia, dan latar bekalang.

Pada film 99 Nama Cinta ini Talia dan Kiblat ditakdirkan oleh penulis scenario untuk bertemu dan menjalin kisah asmara. Tapi bagaimana keseruan kisah perjalanan cinta mereka? Kita hanya bisa menemukan jawabannya pada 14 November 2019 di bioskop kesayanganmu.

Antusias Setelah Nonton Trailer 99 Nama Cinta

Saya pribadi cukup antusias dengan film ini setelah lihat trailernya. Selain itu, seperti yang sudah saya singgung di awal cerita, bahwa penulis skenario 99 Nama Cinta adalah Garin Nugroho. Saya ingin menyaksikan bagaimana keartistikan Garin muncul pada alur cerita yang ia buat. Bukan kali pertama Garin memegang film pop bernuansa asmara seperti ini. Sebelumnya, Garin mengerjakan film Aach Aku Jatuh Cinta yang menggandeng Pevita Pearce dan Chicco Jeriko sebagai pemainnya.

Meski karya-karya Garin Nugroho yang lain lebih “dark” dan cenderung segmented, namun kepiawaiannya dalam menyusun cerita saya rasa tidak akan terkendala oleh nuansa pop yang ditawarkan 99 Nama Cinta. Lagipula produser kreatif dalam film 99 Nama Cinta ini adalah Lukman Sardi yang saya yakin ia hanya akan meloloskan film berkualitas untuk kita tonton.

Sudah notnon trailer film 99 Nama Cinta di atas? Sudah tertarik, kah? Ayo, kita ke biosop pada 14 November 2019. Acha Septriasa dan Deva Mahendra sudah menunggu kita di sana!

12 Oktober 2019

jaket musim dingin murah

Salah satu hal yang perlu diketahui oleh perantau seperti saya adalah letak pusat perbelanjaan yang murah namun tetap berkualitas. Saya yang merantau dari Solo ke Jakarta dibuat kaget dengan harga-harga yang mahal, termasuk fashion. Padahal saya juga ingin memperbarui cara berpakaian, mulai dari sepatu, celana, hingga outwear seperti jaket musim dingin pun ingin saya miliki.

Kendati mencari berbagai jenis fashion di Jakarta sangat mudah, namun saya harus berjibaku dengan nominal harga yang tidak sedikit. Pernah sekali waktu saya beli dua pasang tali sepatu dengan harga 50ribu. Saking ngehenya, saya jadi ingin tertawa sendiri karena mengalami hal itu. Kalau tali sepatu saja dibandrol dengan harga segitu, lantas bagaimana dengan jaket musim dingin yang tadi saya inginkan?

Abusrd sih memang kalau ingin fashion musim dingin di negara tropis. Tapi kan bisa saja ada kesempatan buat melancong ke negara-negara yang bermusim dingin. Atau bisa juga dipakai untuk berpergian ke dataran tinggi di Indonesia seperti Tawangmangu, Dieng, atau mungkin masuk ke freezer-nya Pak RT. Duh, kok jadi ngaco.

Maaf, maaf. Lupakan tentang freezer-nya Pak RT, kita kembali lagi pada pencarian factory outlet Jakarta yang murah dan berkualitas. Setalah bertanya ke berbagai arah, saya mendapatkan informasi kalau Mangga Dua Square adalah pusat factory outlet Jakarta yang tepat untuk mencari aneka kebutuhan fashion branded, murah, dan lengkap. Tanpa pikir panjang, saya dan istri segera meluncur ke Mangga Dua Square untuk membuktikan apakah benar di sana kita bisa mendapatkan kebutuhan sandang yang berkualitas dan terjangkau.

Mangga Dua Square – Saya Pasti Belanja di Sini!

Hampir dua tahun saya berada di Jakarta tapi belum pernah sekalipun main ke Mangga Dua Square. Maka ketika ada saat luang, saya dan istri merasa wajib mendatangi Mangga Dua Square yang terletak di Jalan Gunung Sahari Raya, No.1 Pademangan, Jakarta Utara.

Awalnya saya menerka jika Mangga Dua Square itu seperti pasar baju bekas yang berantakan, bikin kesasar, dan hanya para pemburu harta karun saja yang bisa menemukan busana bagus di antara timbunan pakaian yang acak. Jangankan mencari jaket musim dingin yang tidak familiar bagi masyarakat Indonesia, mencoba mendapatkan syal saja belum tentu ada. Pikirku saat itu.

Tapi ternyata anggapan itu salah. Salah total! Mangga Dua Square tidak berbeda jauh dengan mall yang tertata rapi dan nyaman. Meski ada banyak kedai makan hits di sana, tapi saya dan istri melewatinya begitu saja karena tujuan kami adalah mencari factory outlet yang dikenal murahnya.

Tidak terlalu susah untuk menemukan factory outlet andalan Mangga Dua Square. Ada 8 factory outlet di Mangga Dua Square, yaitu Publicity, DSE, Premier, Amira FO, Chois FO, Fifth Venue, RAJA FO, dan Super Bazaar. Melalui beragam outlet ini, Mangga Dua Square menyajikan koleksi fashion yang kekinian, bahannya berkualitas, serta harga yang terjangkau.

jaket musim dingin murah
Rekomendasi Jaket Musim Dingin di MDS
Waktu itu saya pertama-tama masuk ke FO Publicity. Di dalamnya ada banyak koleksi pakaian yang keren-keren dan nyaman sekali di kulit. Ketika meraba-raba pakaian yang ada di sana saya langsung berguman, “Wadaw, lembut-lembut banget nih teksturnya.”

Nah, hal yang bikin saya terpengranggah adalah ketika saya menemukan serenceng koleksi jaket musim dingin di sana. Gils, ternyata ada lho jaket musim dingin di Mangga Dua Square. Kirain cuma khayalanku saja. Dengan perasaan gembira, saya lantas segera saja mencobanya satu persatu. Ya, siapa tahu kan sehabis membeli jaket musim dingin itu saya lantas terbang ke Jepang atau Rusia yang punya musim dingin. Hehehehe. Diaminkan apa tidak, nih?

Baca juga: Kostum Sebagai Mise En Scene dalam Film

Publicity atau Super Bazaar?

Area Mangga Dua Square sangat luas. Kalau mau masuk ke setiap outlet-nya saya khawatir persendian kaki saya bisa kenapa-kenapa. Jadi saya hanya memilih dua outlet saja, yaitu Publicity dan Super Bazaar.

factory outlet jakarta
Publicity Factory Outlet Jakarta
Awalnya saya memilih Publicity tanpa pertimbangan apa-apa. Saya asal masuk saja untuk melihat berbagai macam koleksi pakaian yang ditawarkan di sana. Bermula dari ngasal, saya justru dibuat betah di sana. Mungkin ada 4 atau 5 pakaian yang saya coba di sana, mulai dari hoodie kece hingga jaket musim dingin. Saya seakin senang ketika melihat harga yang tertera di sana sangat murah. Untuk satu jaket musim dingin berkualitas saja, saya hanya perlu merogoh 300-400ribu rupiah.

Hal tersebut terasa murah karena brand fashion-nya ternama semua, lho. Calvin Klein, ada. Zara juga ada. Tapi kenapa kok bisa murah? Jadi, koleksi fashion yang ada di sini merupakan barang branded berkualitas tinggi tapi tidak lolos distribusi utama. Memang ada beberapa kekurangannya, seperti sedikit berlubang, ukuran kurang universal, atau ada jahitan yang tidak sempurna. Meski demikian, secara keseluruhan sebenarnya kekurangan-kekurangan itu hampir tidak terlihat. Bagi saya yang tidak terlalu mendamba kesempurnaan busana ini merasa sudah sangat puas dengan produk dan patokan harga jaket musim dingin yang sangat manusiawi.

Area Publicity memang tidak terlalu luas tapi koleksinya yang banyak membuat saya betah mencoba dari satu style ke style yang lain. Saya dan istri ternyata sepakat, kalau style hoodie merah ini terlihat keren dan cocok buat saya. Bagaimana menurutmu? Hahaha.

koleksi mangga dua square keren
Hoodie Keren di Mangga Dua Square
Setelah puas bermain di Publicity, saya dan istri lantas menuruni satu lantai untuk tiba ke Super Bazaar. Kami memilih outlet ini karena letaknya di pojokan dan terlihat cukup sepi. Kalau di Publicity tadi cukup ramai sehingga kami agak malu berekspresi, sementara di Super Bazaar itu kebutuhan tengil kami bisa diekspresikan tanpa harus berpikir apa kata orang.

Walau relatif sunyi, Super Bazaar sebenarnya juga memiliki koleksi fashion yang tidak kalah keren dari Publicity. Menurut pengamatan saya, koleksi style di Super Bazaar cenderung lebih muda dan atraktif. Outlet ini cocok buat kamu yang suka melakukan mix and match pada busana yang kamu kenakan. Di sini koleksi jaket musim dingin juga ada, meski tidak sebanyak Publicity.

jaket musim dingin pria wanita
Rekomendasi Jaket Musim Dingin Wanita dan Jaket Musim Dingin Pria
Coba lihat jaket musim dingin pria dan wanita ini. Bagus, kan? Saya dan istri sangat suka dengan jaket musim dingin ini. Dari segi ukuran, kenyamanan tekstur, hingga warna dan style pun sangat cocok dengan kami. Bagaimana menurutmu?

Sekarang coba kita lihat dari segi harga. Dibandingkan dengan Publicity, harga-harga yang terpatri di Super Bazaar relatif lebih murah. Saya sudah bisa membawa pulang jaket musim dingin yang keren hanya dengan ongkos tidak sampai 200ribu. Gila, ya. Kalau sudah begini kan saya jadi nagih buat belanja ke Publicity dan Super Bazaar.

factory outlet Jakarta
Rekomendasi Factory Outlet Jakarta


Keisengan di Mangga Dua Square

Melihat ada banyak busana keren di Mangga Dua Square membuat saya ingin segera membeli semuanya. Tapi jelas saja tidak bisa karena bukan sultan. Maka saya bertekad untuk kembali lagi ke Mangga Dua Square kalau sudah menerima gaji di bulan mendatang.

Melihat realita itu, timbullah nafsu iseng untuk mengamankan produk yang saya inginkan. Singkat cerita, saya meletakkan pakaian yang saya ingin beli di susunan paling belakang atau paling bawah pada display tokonya. Dengan begitu saya berharap barang itu tidak jatuh ke tangan orang lain sebelum saya bisa membelinya. Hahaha. Boleh apa tidak sih berperilaku seperti ini?

rekomendasi factory outlet jakarta
Koleksi Murah Mangga Dua Square
Walau begitu, jika barang yang saya simpan itu ternyata dibeli oleh orang lain, sepertinya saya tidak akan terlalu merasa kecewa. Pasalnya di Mangga Dua Square mudah sekali mendapatkan pakaian yang keren dan “aku banget”. Mau formal, ada. Casual, ada. Pilihan temanya benar-benar ada banyak. Namun ada satu hal yang sama, yaitu ongkosnya yang murah!

Saya merasa sangat bersyukur jika di tanah rantau ini ada tempat seperti Mangga Dua Square. Buat kamu yang sedang membaca tulisan ini, silakan kunjungi Mangga Dua Square untuk mendapatkan gaya terkerenmu. Jika kamu tinggal di luar Jakarta lalu kebetulan sedang di Jakarta, maka tidak ada salahnya kamu berwisata ke Mangga Dua Square. Siapa tahu bisa menemukan oleh-oleh kece yang bisa bikin orang lain kepengen. Kalau mau via digital, kamu bisa kepoin akun Instagram mereka di @mangga2square.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya sampai selesai. Semoga bermanfaat, ya. Salam!

Photo by freestocks.org from Pexels

10 Oktober 2019

kun saraswati done


Bagi saya, musik adalah perhiasan yang indah dalam hidup yang sala jalani. Musik sebagai medium bagi saya untuk bercengkrama pada kisah-kisah yang telah, sedang, atau akan saya alami. Misalnya ketika lagi ngelamun, saya mendengarkan musik melow. Ketika lagi kerja, saya mendengarkan musik semangat.

Pada dasarnya, selera musik saya bisa berubah-ubah tergantung situasinya. Jadi daftar lagu saya tidak terkotak-kotakkan pada genre, tahun, atau tema. Tapi ada juga beberapa lagu yang suka saya dengarkan ketika dalam kondisi apapun. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa lagu-lagu ini berbeda dengan yang lain. Biasanya, karena lagu tersebut enak sekali lantunannya, mulai dari aransemen hingga suara penyanyinya. Dan kedua, karena liriknya super dahsyat!

Pernah tidak kamu mendengarkan lagu yang liriknya bikin terkesima? Terkadang lirik itu tidak perlu relevan dengan hidup kita, tapi melihat susunan kata yang dirangkai begitu indah itu sudah cukup untuk membuat getar-getar nadi mengencang. Baru-baru ini, ada satu lagu yang saya rasa bisa masuk dalam daftar lagu favorit saya yang baru. Yaitu lagu Indonesia yang berjudul “Done”.

Done – Kekuatan untuk Menentukan Jalan

Masa lalu adalah peristiwa-peristiwa yang kita tinggalkan dan berani-benraninya meninggalkan kenangan. Terkadang kita bisa membuka kembali dokumen kenangan itu, atau benar-benar lupa. Namun tak jarang pula ingatan masa lalu yang tidak diinginkan malah muncul menggedor-gedor kepala kita. Bagaimana rasanya mengingat hal yang tidak menyenangkan? Jika ada pilihan lain, saya yakin kamu akan bilang: “ogah”.

Pilihan itulah yang kemudian dilantunkan dengan indah dalam lagu “Done”. Lagu Indonesia ini baru saja dirilis pada jumat malam (4 Oktober 2019) di Hiveworks Gedung Multivision, Jakarta. Beruntung sekali saya dapat menyaksikan secara langsung ritual peluncuran single “Done” yang sekaligus menjadi debut sang penyanyi, Kun Saraswati.

kun saraswati done
Judul lagu Kun Saraswati "Done" dibawakan dengan apik
Ketika lagu “Done” dinyanyikan di depan mata saya, ada ketenangan dalam musiknya yang membuat saya rileks. Namun ada juga kegetiran pada lirik lagu yang terangkai di dalamnya sehingga saya mengalami dilema, antara santuy dan kalut. Apalagi Kun Saraswati memang membawakannya dengan sangat baik. Saya langsung bisa membayangkan lagu “Done” menjadi soundtrack film saat itu juga.

“Done” bercerita tentang seseorang yang telah berdamai dengan masa lalunya. Saya merasakan kekuatan dalam lagu Kun Saraswati ini yang mengajak orang lain untuk berani bersikap tegas pada hidupnya, bahwa hidupnya terlalu berharga untuk orang yang tidak menghargainya. Oleh karenanya, mengakhiri candu cinta atau bucin adalah pilihan yang harus dilakukan demi hidupnya yang bermakna.

Jujur saja, dalam lagu ini sebenarnya saya merasa tidak terrepresentasikan oleh “aku” di lirik musik Kun Saraswati itu. Tapi justru saya merasa seperti “kamu”. Sehingga kalimat, “there is no I love you” dan “I’m done with you” membuat saya ketakutan setengah mati. Saya tak ingin orang yang saya sayangi pada akhirnya mengucapkan dua kalimat tersebut kepada saya.

kun saraswati
Kun Saraswati bersama keluarga dan tim label
Jadi bagi saya, mendengarkan Kun Saraswati menyanyikan lagu ini terasa seperti sebuah terror. Meski terdengar menyeramkan, namun teror ini teramat indah dan sejuk di telinga. Kamu harus mendengarkan lagu Kun Saraswati yang magis ini, deh. Cobalah.

Kun Saraswati – Pendatang Baru Siap Melaju

Siapa Kun Saraswati? Pertanyaan itu mungkin berkelindan di benak kamu ketika membaca tulisan ini. Kun Saraswati, biasa dipannggil ‘Kun’, merupakan seorang pendatang baru di kancah permusikan Indonesia. Ia menyukai musik sejak kecil. Di usia yang kelima, ia sudah belajar piano klasik dalam bimbingan profesional.

kun saraswati
Kun Saraswati beserta para blogger, temukan saya!
Kun Saraswati semakin dalam menyelami dunia musik terutama ketika ia mengemban pendidikan di Fakultas Ilmu Seni Musik Universitas Pelita Harapan. Tidak perlu ragu lagi dengan kualitas vokalnya, sebab di usianya yang masih belia, Kun sudah menjadi pengajar vokal di Music School of Indonesia.

Lagu “Done” sendiri diciptakan oleh Kun Saraswati bersama kakaknya pada pertengahan 2016. Melihat adanya potensi pada lagu tersebut, sejumlah profesional menggarapnya hingga siap diperdengarkan kepada publik pada 2019. Belanegara Abe dan Edo Abraham bersedia menjadi tempat bermuara Kun Saraswati dalam Passion Vibe, label yang juga bekerjasama dengan Rinni Wulandari, Sherina, Heidi, dll.

Tidak tanggung-tanggung, profesional yang terlibat dalam penggarapan single ini adalah Alvin Witarsa sebagai Orchestrator, Irvnat sebagai Vocal Director, Eko Sulistiyo sebagai Mixing Engineer, dan Steve Corrao sebagai Mastering Engineer. Nama-nama ini merupakan para ahli yang sudah dipercaya kemampuannya di industri musik Indonesia. Wajar saja, jika komposisi musik yang disajikan sangat berkualitas.

Jika kamu tertarik dengan lagu yang sudah saya bahas ini, segeralah mencari judul lagu Kun Saraswati “Done” di berbagai platform music streaming seperti Spotify, Joox, iTunes, dan Deezer. Tidak hanya lagunya saja, format video beserta lirik musik Kun Saraswati juga bisa kamu tonton di YouTube. Biar praktis, kamu bisa langsung menyaksikannya di bawah ini.




Apakah kamu sudah puas mendegarkan lagu “Done”? Menurut kamu, bagaimana potensi lagu ini di pasar musik Indonesia? Jika kamu punya pendapat soal ini, tulis saja di kolom komentar, ya. Terima kasih sudah bersedia membaca tulisan ini.


Photo by Kaboompics .com from Pexels

5 Oktober 2019

frisian flag indonesia zuzhu zazha


Anak-anak memiliki dunia yang identik dengan hiburan dan permainan. Cara yang kerap dipakai untuk mendekati mereka adalah melalui kedua hal tersebut. Peluang itu juga yang diterapkan oleh Frisian Flag Indonesia (FFI) untuk semakin memikat hati anak-anak Indonesia.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bahwa Frisian Flag adalah brand susu legendaris yang sudah menemani asupan gizi anak sejak 1922. Frisian Flag atau yang sering disebut juga Susu Bendera ini memiliki konsistensi tinggi dalam setiap produk yang dihasilkan. Kualitas adalah jaminan yang telah mereka penuhi hingga bertahan selama ini.

Meski berada di puncak pasar susu Indonesia, Frisian Flag masih berinovasi menghasilkan sentuhan baru agar produknya lebih bernilai. Pada tahun ini, hal baru yang diluncurkan oleh Frisian Flag adalah karakter animasi yang akan jadi maskot pada produk susu Frisian Flag, karakter ini bernama Zuzhu dan Zazha.

Wujud visual Zuzhu dan Zazha dikembangkan dari tetesan susu yang memiliki banyak manfaat. Karakter ini dirancang oleh Bambang Gunawan Santoso atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mas Bambi sebagai seorang animator. Menurutnya, karakter seperti Zuzhu dan Zazha penting untuk menemani masa-masa perkembangan anak, sebab dalam karakter tersebut ada agenda edukasi positif yang ingin ditanamkan kepada anak-anak. Misalnya pembelajaran soal empati, ringan tangan, kebaikan, dan lain-lain.

Kebetulan saya menghadiri acara peluncuran Zuzhu dan Zazha ini pada 29 September 2019 di Theater Garuda Taman Bhineka Tunggal Ika TMII, Jakarta. Selain datangnya Mas Bambi selaku animator, acara peluncuran ini juga dihadiri oleh Aliah Shalihah (Head of Ready to Drink Category FFI), Rani Wijaya (Manager Marketing PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk), dan Putu Andini, M.Psi (Psikolog).

Mengapa Zuzhu dan Zazha?

Putu Andini sebagai seorang psikolog menjelaskan bahwa pemanfaatan animasi sebagai media untuk mengedukasi anak adalah cara yang sangat relevan untuk saat ini. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa anak-anak zaman sekarang, setidaknya bersentuhan dengan konten digital selama 2-3 jam di setiap harinya. Oleh karenya itu, Zuzhu dan Zazha hadir bukan hanya sebagai sampul kemasan susu saja, tapi juga muncul dalam sebuah e-comic dan video animasi pendek. Kamu bisa baca e-comic Zuzhu dan Zazha di sini.

Beruntunglah, saya sempat menyaksikan cuplikan video animasi tersebut. Ternyata, kisah Zuzhu dan Zazha bermula dari planet Cowsmos yang ingin menyebarkan kebaikan lewat susu. Ketika anak-anak di Bumi diteror oleh Negalord, yaitu monster yang bisa membuat anak-anak menjadi malas dan kasar, Zuzhu dan Zazha meluncur ke Bumi sebagai agen kebaikan yang mempunyai misi menyelamatkan anak-anak tersebut.

frisian flag indonesia zuzhu zazha
Karakter Duniazuzhu. Sumber: frisianflag.com

Cerita semacam itu akan jadi kisah yang sangat mudah dipahami oleh anak. Selain itu juga karakter kedua hero tersebut diharapkan mampu menjadi media edukasi. Tentu saja, dalam mengonsumsi konten animasi semacam ini peran pengawasan orang tua juga tetap dibutuhkan. Putu Andini juga menambahkan, jika anak sudah dalam masa middle childhood (usia 6-12 tahun) faktor yang mempengaruhi pembentukan karakternya bukan hanya dari orang tua dan guru saja, tapi juga sudah termasuk konten digital yang dikonsumsi anak.

Edisi Zuzhu dan Zazha sudah bisa kita dapatkan pada kemasan susu cair Frisian Flag 115ml dan 180ml. Zuzhu dan Zazha disajikan dalam dua varian rasa, yaitu coklat dan strawberry. Kita sudah bisa membelinya di 13000 gerai Alfamart yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi kemungkinan besar, Alfamart di dekat tempat tinggalmu sudah menyediakan varian Frisian Flag yang baru.

Yuk, kenalkan karakter lucu dan energik Zuzhu dan Zazha pada anak-anak Indonesia. Jangan lupa minumnya tetap susu saya susu bendera.


Header: frisianflag.com

3 Oktober 2019

keunggulan-office-365-home-resmi


Jika pekerjaan kamu berkutat pada urusan menulis, presentasi, pembukuan, dan pengelolaan dokumen lainnya, maka pastikan kamu menggunakan Microsoft Office yang resmi. Jangan bergantung pada software bajakan. Simak cerita saya yang beralih dari Microsoft Office bajakan ke resmi berikut ini.

Dosa Penikmat Software Bajakan

Sejak kuliah, saya adalah pengguna software bajakan garis keras. Bisa dibilang, saya ini serendah-rendahnya proletarian, lah. Soalnya kalau ada software yang ingin saya gunakan, saya pasti melakukan pencarian di mesin pencari dengan menggunakan kata kunci“free full version crack”.

Meski demikian, saya sering kewalahan sendiri ketika berburu aneka perangkat lunak tersebut. Kendala yang saya alami seperti tautan unduhnya mati, software yang diunduh rusak, hingga paling parah adalah menularnya virus-virus di laptop saya. Hal inilah yang membuat peforma laptop saya menjadi sangat buruk.

Resiko jika kita menggunakan software bajakan adalah:
  • Proses booting menjadi lama
  • Tidak mungkin up-to-date
  • Sering muncul pop-up yang mengganggu
  • Program yang dijalankan sering not responding atau crush
  • Kacaunya system karena virus, dan masih banyak lagi.
Kekecewaan saya ketika menggunakan software bajakan harus segera saya sudahi. Oleh karenanya, saya bermaksud untuk menggunakan software dengan lisensi resmi. Karena pekerjaan utama saya adalah menulis, maka software resmi yang pertama kali saya pakai adalah Microsoft Office. Bagaimana pengalaman menggunakan Ms. Office resmi? Apa bedanya dengan yang bajakan? Lanjut baca, ya.

Pintu Taubat, Memakai Microsoft Office Resmi!

Pada Jumat (27/9), saya diruqyah oleh tim Microsoft ketika menghadiri Microsoft Blogger Gathering di Hiveworks (Jakarta Pusat). Selain kumpul dengan teman-teman blogger, kami juga berdiskusi soal produktivitas kerja terutama yang berkaitan dengan teknologi digital.

Sebagai pekerja teks komersial, saya tentu saja membutuhkan perangkat yang mumpuni untuk menunjang profesi saya. Perangkat menulis apa sih yang paling bisa diandalkan? Dengan yakin saya jawab, “Microsoft Word!” Berperan sebagai blogger dengan mobilitas tinggi membuat saya harus membiasakan diri menulis di mana saja. Untuk urusan ini, smartphone adalah senjata pamungkas saya.

Awalnya, saya menggunakan aplikasi WPS Office untuk keperluan menulis di gawai genggam. Agar tulisan saya bisa terintegrasi dengan desktop, saya juga turut memasang WPS Office ke laptop. Aplikasi ini gratis! Tapi cukup berat untuk dioperasikan.

Kebutuhan menulis saya sekarang ini tidak mungkin bisa dimanjakan oleh software bajakan. Saya butuh fitur yang lengkap, tidak ada pop-up, dan bisa terintegrasi lintas device. WPS Office memang mencukupi kebutuhan itu, namun sebenarnya saya bisa lebih produktif jika mau memakai Microsoft Office yang berbayar.

Baca juga: Cara Cegah Kehilangan Data di Smartphone

Keunggulan Microsoft Office 365 Resmi!

Dari acara yang saya ceritakan di atas, saya jadi tahu kalau Microsoft Professional Pro adalah merk bajakan. Dan Microsoft jenis Professional Pro itulah yang dulu pernah saya pakai di zaman kegelapan. Hehehe. Apakah kamu pernah menggunakan barang bajakan yang satu itu?

Menurut Hadi Gunawan (Consumer Master Trainer, Microsoft Indonesia) sebagai narasumber dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa Microsoft Office bajakan sangat mudah disusupi virus atau malware. Kalau sudah terkena itu, kita tidak bakal mendapatkan support system dari Microsoft.

Pengalaman ini akan menjadi berbeda jika kita menggunakan Microsoft Office yang resmi. Sebelum saya rumuskan poin-poin keunggulan Microsoft Office resmi, perlu dicatat bahwa yang saya pakai adalah Microsoft Office 365 Home. Beberapa jenis lainnya ada Ms. Office 365 Personal, Ms. Office 365 Business Premium, Ms. Office Home & Student, Ms. Office Home & Business, dan Ms. Office Professional. Produk selengkapnya silakan dilihat di laman resmi mereka berikut ini.

Keunggulan Ms. Office 365 Home adalah:

1. Fitur lengkap dan Up-To-Date: Angka “365” adalah kode jumlah hari dalam satu tahun. Artinya, kita harus berlangganan setiap tahun untuk mendapatkan semua fiturnya. Office 365 menjamin fitur yang diperbarui secara otomatis tanpa harus membayar lagi.

2. Bisa digunakan lintas device: Produk ini terintegrasi di berbagai perangkat seperti laptop, smartphone, ipad, dan lain sebagainya. Jadi kita tidak perlu capek-capek mengirim file dari satu device ke device lainnya. 

3. Bonus 1 TB Cloud Storage: Kita bisa menyimpan banyak data karena kapasitas storage di OneDrive yang disediakan mencapai 1 terabyte. Sudah tidak perlu takut data hilang karena flashdisk ketinggalan di percetakan!

4. Jaminan support system: Pengguna Office 365 resmi dijamin mendapatkan layanan bantuan, bisa via email, SMS, atau telepon.

5. Bisa dipakai ramai-ramai: Ms. Office 365 Home bisa digunakan maksimal 6 pengguna sekaligus. Saya dan istri berserta 4 orang lain patungan untuk membeli produk ini karena itu membuat kami hanya perlu membayar 170.000 untuk satu tahun. Mantep, kan?

Dengan membeli Ms. Office 365 Home, saya sudah mendapatkan Word, Excel, PowerPoint, Outlook, Publisher, OneNote, Acces, dan OneDrive. Produk ini akan semakin maksimal jika kita terkoneksi dengan internet. Misalnya, kita bisa menggunakan aneka template untuk membuat dokumen yang kita perlukan seperti surat undangan, surat pengumunan, hingga membuat CV atau resume.

Selain Word, produk lainnya pun juga tidak kalah lengkapnya. Excel memungkinkan kita membuat kalender dengan otomatis dan sangat enak dipakai untuk mencatat agenda. Begitu juga dengan PowerPoint yang bisa membuat materi presentasi kita makin keren dengan memainkan efek 3D pada gambar yang kita masukkan dalam slide. Ah, jangan lupa, kamu harus banget pakai OneNote! Kamu bisa mencatat apapun di situ, bahkan OneNote bisa membantu kita memecahkan soal matematika dengan canggih!

Baca juga: Bisnis Tetap Jalan Meski Pernah Gagal

Bagaimana Cara Beli Microsoft Office Resmi?

Sebelumnya, saya berpikir kalau membeli software asli itu pasti mahal. Kecurigaan saya itu ternyata salah. Dengan Ms. Office 365 Home, saya hanya perlu merogoh 170.000 dalam setahun. Nominal itu jangan dibenturkan dengan alasan, “Halah, buat nulis doang ngapain bayar?” Tapi perlu dilihat fitur lengkapnya yang bisa kita pakai untuk menunjang produktivitas dan aneka manfaat Microsoft Office 365 yang sudah saya sebutkan dengan gamblang di atas.

Saya tidak akan menyalahkan kamu jika masih pakai bajakan. Tapi sangat disayangkan jika kamu masih seperti itu. Soalnya, kamu bisa jauh lebih untung jika bersedia pakai Microsoft Office yang resmi. Jadi bagaimana? Tertarik untuk berlangganan?

Beruntunglah kamu, sekarang beli Microsoft resmi itu gampang banget karena ada sistem yang namanya Microsoft Digital Software. Dengan Microsoft Digital Software asli, kita sebagai pelanggan akan mendapatkan kode aktivasi produk yang langsung dikirim melalui SMS. Jadi, tidak perlu lagi menunggu bentuk fisiknya dikirim yang pasti memakan waktu.

Kemarin itu, saya membeli Microsoft Office resmi di JD.ID. Selain dijamin ori, kebetulaan saat itu sedang ada potongan harga. Cara aktivasinya pun mudah. Dalam sekejab, saya dan teman-teman sudah bisa memakai Microsoft Word dengan aman, nyaman, dan membanggakan. Ayo, kamu juga jajan Microsoft Office resmi, dong.


Photo by Luis Quintero from Pexels