3 Agustus 2019


Umumnya, representasi orang lanjut usia (lansia) di dalam film Indonesia dihadirkan dalam tiga situasi. Yaitu sebagai orang bijaksana, orang kolot, dan sosok mistis.

Ketika memerankan karakter orang bijaksana, golongan lansia dianggap sudah khatam soal urusan kehidupan. Oleh karenanya, mereka seringkali muncul sebagai penasehat bagi karakter utama yang biasanya jauh lebih muda.

Jika sebagai orang kolot, kita bisa menemukan sosok lansia sebagai orang yang menyebalkan, berpikiran tertutup, dan keras kepala. Biasanya kelompok ini diberi peran untuk menyusahkan karakter utama atau bisa juga muncul sebagai pemicu tawa dengan menjadikan kekolotan mereka untuk diperolok.

Nah, yang terakhir adalah sosok lansia sebagai sosok mistis. Kita bisa dengan mudah menemukan sosok lansia sebagai ahli spiritual, dukun, bahkan hantu gentayangan. Dalam posisi ini, peran lansia bisa jadi pemecah masalah atau justru pusat dari segala masalah.

Dengan melihat peran-peran di atas, saya menyadari jika industri perfilman kita ternyata menyuburkan stigma terhadap golongan lansia. Bahwa lansia merupakan karakter yang rigrid sehingga peran yang muncul tidak banyak mengelaborasi sisi lain dari lansia.

Stigmatisasi tersebut seolah ingin menjauhkan jarak antara lansia dengan golongan muda. Misal, jika dalam sebuah produksi film terdapat anak muda yang gegabah, maka muncullah lansia yang bijaksana. Jika anak muda sebagai orang yang pintar, maka lansia harus kolot. Jika anak muda suka hura-hura, maka lansia harus taat agama. Jika anak muda acuh terhadap nilai-nilai tradisi, maka lansia harus menjaga nilai-nilai tersebut seperti yang biasa kita temui di film horor di mana sekelompok remaja diteror sosok gaib karena merusak benda-benda kramat.

Munculnya jarak seperti yang disebut di atas menjadi bermasalah karena konten yang disajikan mensigmatisasi golongan lansia di hadapan penonton yang mayoritas bukan lansia. Saya pernah melakukan penelitian sederhana soal ageisme (diskriminasi usia) yang kerap terjadi di media. Dalam wacana yang serupa itulah, menurut saya film-film di Indonesia masih kurang inklusif bagi lansia.

Representasi Lansia dalam Film Mahasiswi Baru


Istilah “lansia” yang merupakan akronim dari “lanjut usia” sebenarnya memiliki makna yang netral. Namun, stigmatisasi terhadap mereka membuat istilah lansia menuai kesan yang kurang baik. Lansia sering dilekatkan pada stereotip soal ketidakberdayaan, tidak menyenangkan, merepotkan, kasihan, dan lain sebagainya.

Namun, bagaimana jika stereotip tersebut disangkal oleh Monty Tiwa dalam film terbarunya?

Saya hampir tidak percaya bahwa ada film Indonesia yang menyelesaikan PR soal diskriminasi usia di industri perfilman kita. Film yang saya maksud adalah Mahasiswi Baru.

Film Mahasiswi Baru berkisah tentang seorang lansia yang ingin berkuliah di sebuah universitas dengan jurusan Ilmu Komunikasi. Orang ini kita kenali dengan nama Lastri (Widyawati). Di usianya yang senja, Lastri memulai kehidupan kampusnya dengan berbagai drama karena referensinya soal dunia perkuliahan masih tertinggal di era Orde Baru, mungkin.

Sosok Lastri sebagai lansia sekaligus mahasiswi baru, ternyata menimbulkan berbagai chaos di kampusnya. Lastri tidak sendiri. Ia ditemani oleh Dani (Morgan Oey), Sarah (Mikha Tambayong), Erfan (Umay Shahab), dan Reva (Sonia Alyssa).

Penggambaran Lastri di film Mahasiswi Baru menurut saya cukup menarik. Sebab, ia dipresentasikan sebagai lansia dengan kompleksitas seperti orang-orang pada umumnya. Lastri juga mengalami kasmaran, pertengkaran keluarga, perlawanan kehendak, kesedihan, rasa bersalah, dan lain sebagainya yang selama ini jarang disematkan pada karakter lansia.

Selain itu, film ini juga dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana menyampaikan kritik sosial. Bocoran sedikit, ya, yaitu ketika Dekan Khoirul (Slamet Rahardjo) memarahi Erfan, begini: “Tahu apa kamu soal demokrasi? Beda pendapat dikit saja sudah main fisik.” Dyarrr.

Secara keseluruhan, Mahasiswi Baru merupakan film bergenre drama komedi yang patut kamu tonton di bulan ini. Jika kamu jarang notnon bareng orangtua, maka saya merekomendasikan film ini untuk kamu tonton bareng orangtua masing-masing karena film ini ramah bagi siapapun dengan usia berapapun.

Masih penasaran? Belum yakin? Silakan tonton dulu trailernya, ya.


Sumber video: Official MNCP Pictures

Kamu bisa menyaksikan film Mahasiswi Baru mulai 8 Agustus 2019 di bioksop termurah favoritmu. Komedinya tidak cringe, kok. Sepanjang film saya sangat menikmati dan bisa tertawa lepas. Sampai-sampai saya lupa menenggak air minum karena saking asyiknya mengikuti kisah Lastri.

Header: Photo by Huỳnh Đạt from Pexels

26 Juli 2019



Saya pernah mengalami sakit mata yang teramat serius. Saat itu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Saya tidak ingat berapa usia saya kala itu, tapi saya tidak pernah lupa bagaimana masa-masa itu teramat menyakitkan bagi saya dan teramat menyibukkan bagi ibu saya.

Entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan orangtua saya untuk membayar ongkos berobat. Namun, tidak ada hasil yang memuaskan. Penyakit mata ini terjadi tidak hanya dalam hitungan hari. Tapi bulan. Apa yang saya rasakan saat itu?

Dokter bilang, mata saya ini alergi debu. Sehingga setiap keluar rumah saya harus menggunakan kacamata yang tidak ada celah di berbagai sisinya, mirip seperti kaca mata renang. Lalu setiap bangun tidur saya harus membersihkan ‘belek’ yang menggumpal keras di kelopak mata saya. Kelopak mata saya terasa sangat lengket yang membuat saya tidak bisa membuka mata. Untunglah ibu saya setiap pagi menyediakan air anget dan kapas agar saya bisa membersihkan belek-belek itu.

Meski saya tidak keluar rumah sekalipun, mata saya sering terasa panas dan perih. Kalau saya berkaca, saya bisa melihat warna merah muncul di sudut kanan dan kiri mata saya. Kalau ditanya lagi apa yang saya rasakan. Ya rasanya sakit. Kalau ditanya bagaimana perasaan saya. Ya sama. Rasanya sakit. Bahkan saya pernah berpikir kalau saya akan kehilangan penglihatan untuk selamanya.

Sembuh Total?

Klinik kesehatan di dekat rumah saya selalu menjadi langganan tiap anggota keluarga saya sakit. Tapi kali ini, kami harus kecewa. Berbulan-bulan mata saya tidak sembuh. Padahal sekali berobat bisa kena tarif 100-200ribu. Angka yang tidak kecil di masa-masa awal reformasi itu.

Orangtua kemudian mencarikan pengobatan alternatif buat saya. Entah apa namanya, yang jelas pada saat itu saya diberi salep yang harus dioles di mata setiap hari. Pada mulanya saya skeptis. Soalnya sudah berbagai jenis obat tetes mata yang saya pakai tetap tidak mempan. Namun saya tidak punya pilihan lain. Saya harus mencoba salep ini atau mau sakit selamanya.

Beberapa hari saya rutin menggunakan salep tersebut. Awalnya perih banget memang. Tapi lama-lama mata saya terasa lebih enteng dan cerah. Tidak sampai satu bulan, mata saya sembuh. Alhamdulillah. Apakah sembuh total? Hmm… tunggu dulu.

Meski sudah tidak terasa sakit lagi, namun daya penglihatan saya memburuk dengan drastis. Sejak kelas 6 SD, saya sudah tidak bisa lagi melihat dengan jelas objek-objek yang jauh dari mata. Saya rabun jauh. Hingga sekarang.

Sempat Kambuh Lagi?

Source: Insto
Karena waktu itu saya masih belia, saya tidak ingat benar nama penyakit yang saya alami. Hal ini menyulitkan saya untuk memahami keadaan mata saya sebenarnya. Sebab, beberapa kali mata saya sering merasa sepet, pegal, dan perih.

Tentu saja, saya tidak ingin kejadian di masa lalu terulang kembali. Saya harus tahu tentang apa yang terjadi pada mata saya dan bagaimana cara mengatasinya.

Saya terbantu dengan internet untuk mencari tahu hal ini. Jika melihat tanda-tanda yang terjadi seperti mata kering, mata sepet, mata pegel, mata perih, dan mata lelah persis dengan kondisi saya, maka sebenarnya saya mengalami gejala mata kering.

Apakah kamu pernah mengalami gejala mata kering? Mata kering bukan jenis penyakit yang langka. US National Library of Medicine National Institute of Health (NCBI) menyatakan bahwa sekitar 60 juta orang di dunia ini pernah mengalami mata kering. Jadi jangan khawatir. Pasti metode penyembuhannya selalu diperbarui untuk mendapatkan hasil yang paling maksimal.

Setelah mengetahui bahwa saya mengalami gejala mata kering, bukan kambuh, saya segera mencari obatnya. Kali ini tidak perlu keluar banyak biaya seperti yang sudah-sudah. Saya cukup jalan kaki ke minimarket terdekat lalu beli Insto Dry Eyes. Jenis Insto ini secara spesifik mengobati mata kering. Berbeda dengan Insto Reguler yang lebih cocok dipakai untuk mengobati iritasi pada mata.

Obat tetes mata menjadi barang yang wajib saya bawa selain obat masuk angin. Sebab gejala mata kering bisa datang kapan saja. Misalnya ketika kita terlalu sering menatap monitor, terkena AC, atau lupa berkedip. Tapi saya sudah tidak khawatir lagi jika serangan datang. Bye mata kering!

Sebagai pelajaran kita bersama, ya. Kalau mata terasa sepet, pegal, dan perih itu berarti tanda-tanda mata kering. Sebaiknya segera diobati sebelum makin parah nantinya. Saran saya sih pakai insto dry eyes yang bisa diperoleh dengan mudah. Kalau tak kunjung sembu segera berobat ke dokter, ya.


Header: Photo by Sharon McCutcheon from Pexels

11 Juli 2019


Dari tahun ke tahun, industri pariwisata Indonesia terus mengalami peningkatan. Kita bisa melihatnya dari segi promosi hingga makin bertambahnya destinasi. Salah satu sektor yang sangat terpengaruh oleh badai wisata ini adalah sektor perekonomian lokal. Di Solo, misalnya.

Kota kecil di Jawa Tengah ini sangat termotivasi untuk memajukan perekonomian lokal melalui sektor wisata. Warga berduyun-duyun melestarikan produk kebudayaan mereka sebagai magnet pariwisata. Kita bisa menemukan banyak benda-benda tradisional sebagai komoditas wisata, batik misalnya. Atau makanan khas Solo yang resepnya sudah bertahan hingga ratusan tahun yang dijual di sekitar lokasi wisata.

Warga Solo menyadari bahwa lokasi wisata tidak pernah sepi. Setiap hari selalu berdatangan orang-orang yang baru mereka temui. Orang-orang inilah yang menjadi pangsa pasar mereka. Sehingga menjual produk-produk budaya adalah bisnis paling masuk akal untuk menghidupi kebutuhan mereka sehari-hari.

Gambaran di atas merupakan contoh sederhana dari berkembangnya perekonomian lokal akibat dari industri pariwisata yang kian maju. Selain itu, ada juga jenis bisnis lain yang saling menopang dengan industri pariwisata. Yaitu, bisnis perhotelan.

Mobilitas wisatawan yang tinggi harus ditunjang dengan persediaan tempat singgah yang nyaman dan terjangkau. Peluang pasar yang besar ini sangat sayang untuk diabaikan. Oleh karenanya, bisnis perhotelan juga menjadi pilihan usaha yang masuk akal di era sekarang.

Hasil riset Sivadasan 2015 menyebutkan bahwa Indonesia saat ini menduduki peringkat 42 dari 136 negara di dunia sebagai negara dengan daya saing tinggi di sektor pariwisata. Angka ini perlu disambut dengan pemanfaat teknologi yang memadai untuk melejitkan daya saing kita. Tentu saja kita akan bicara soal teknologi digital.

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, industri perhotelan adalah bisnis yang menjanjikan di tengah geliat pariwisata Indonesia. Meningkatkan levelnya dengan transformasi digital adalah cara yang paling jitu saat ini.

Kita bisa menengok Airy, misalnya. Bagi pemburu penginapan murah, nyaman, dan bersahabat pasti akrab dengan perusahaan hotel satu ini. Airy merupakan startup yang muncul sebagai virtual hotel operator yang mudah diakses dan dijangkau dari berbagai kalangan.

Misalnya, kita bisa dengan mudah menemukan letak hotel Airy terdekat melalui aplikasi yang terpasang di gawai kita. Ketika check-in pun, Airy menyediakan virtual check-in mandiri di resepsionis yang bisa diakses secara digital dengan mudah dan cepat. Airy memahami bahwa digitalisasi adalah bahasa universal yang dibutuhkan warga kekinian.

Bagaimana Airy Berdampak Pada Pemberdayaan Ekonomi Lokal?

Pada 3 Juli 2019, saya berkesempatan untuk hadir dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Airy Indonesia dan KataData. Diskusi ini bertajuk, "Memajukan Perhotelan di Era Digital untuk Pemberdayaan Ekonomi Daerah".

Diskusi ini lebih banyak memperbincangkan soal aspek ketenagakerjaan. Keterkaitannya dengan perhotelan adalah bagaimana Airy menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja melalui program Airy Community.

Hasil survei yang dilakukan KataData terhadap 165 peserta Airy Community menunjukkan bahwa tenaga kerja Airy 68% tidak memiliki latar belakang perhotelan. Tamatan SMA/SMK (non-pariwisata) menduduki latar pendidikan tertinggi, yaitu sebesar 51%. Angka ini menunjukan betapa perlunya pelatihan ketenagakerjaan bagi mereka.

Saya pun tergelitik untuk menanyakan kepada narasumber soal peluang jenjang karir bagi jebolan Airy Community. Mereka menyatakan bahwa program pelatihan tersebut bukan hanya dipersiapkan sebagai pegawai Airy semata. Namun, bisa juga sebagai modal untuk melanjutkan ke sekolah perhotelan profesional dan Airy Community sangat mendukung peserta yang memilih bidang perhotelan sebagai karir mereka.

Anak-anak Warung Blogger berfoto setelah sesi diskusi selesai
Jadi, buat kamu yang sedang membaca tulisan ini dan masih galau dengan pilihan karir karena merasa tidak ahli dalam berbagai hal. Percayalah, saya juga mengalaminya hingga suatu hari saya menyadari ada sesuatu yang bisa saya tekuni untuk hidup. Tapi jika kamu belum menemukan hal itu, mungkin program Airy Community layak kamu coba.

Kesadaran akan perkembangan pariwisata di Indonesia sebaiknya kita tingkatkan. Terutama bagi kamu yang melihat berbagai peluang bisnis di sini. Ayo kita terlibat dalam pemberdayaan ekonomi lokal untuk mendukung kesejahteraan warga. Insya Allah, saya dan istri punya rencana untuk membangun usaha artshop atau lucu-lucu store (belum sampai titik sepakat, sih. Haha) sebagai wujud keterlibatan kami. Doakan segera rilis, ya.

Terima kasih sudah membaca sampai selesai. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

Header: Photo by Pixabay from Pexels

27 Mei 2019


Negeri ini selalu menyelenggarakan tradisi tahunan setiap kali lebaran tiba. Kita menyepakati istilah 'mudik' untuk menunjuk perihal ini. Mudik memiliki arti, "berlayar ke udik (hulu sungai)" yang pada konteks tersebut merujuk pada aktivitas seseorang yang pulang ke kampung halaman. Istilah ini kemudian makin populer dan terus kita pakai hingga kini, khususnya pada momentum lebaran tiba.

Bagi saya, ini adalah kali kedua saya tidak pulang kampung. Tahun lalu saya tidak mudik karena ingin merasakan lebaran di ibu kota. Tahun ini, batal mudik karena kehabisan tiket. Sebenarnya Tiwi dapat tiket mudik gratis dari sponsor. Namun sayang, tiket dibatalkan ketika hari sudah mendekati lebaran.

Ngomong-ngomong soal mudik gratis, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tahun ini kembali menyelenggarakan mudik gratis bagi yang membutuhkan. Pendaftaran mudik gratis bagi moda bus sudah dibuka sejak 20 Maret 2019. Sedangkan moda kereta api dibuka sejak 12 Mare 2019. Untuk saat ini baru transportasi darat yang mendapat keistimewaan mudik gratis.

Dari tahun ke tahun, Kemenhub terus berupaya meningkatkan pelayanan mudik gratis ini. Jika pada tahun lalu kota tujuan mudik ada 32, maka pada tahun ini meningkat hingga 40 kota. Demikian pula dengan kuota truk pengangkut sepeda motor yang naik 30 truk terhitung ada 70 truk pada 2018 dan 100 truk di tahun ini. Degan begitu, diharapkan 3.500 sepeda motor bisa diangkut menuju kota tujuan para pemudik.

Konsentrasi Kemenhub perihal mudik terbilang sudah cukup baik. Mulai dari pelayanan, fasilitas, hingga kesiapan dan antisipasi terhadap berbagai hal yang mungkin saja terjadi sudah terancang dengan baik. Hal ini saya yakini ketika berdiskusi bersama Bapak Budi Karya selaku Menteri Perhubungan Indonesia saat ini.

Buka Bersama Kemenhub Ngobrolin Mudik

Acara diskusi ini merupakan salah satu agenda buka bersama yang diselenggarakan oleh Kemenhub di Greenhouse Coworking Space and Office, Multivision Tower, Jakarta Selatan, pada Jumat, 24 Mei 2019. Acara ini dihadiri oleh sejumlah bloger, vloger, dan influencer yang kekinian, membuat suasana buka bersama terasa hangat dan akrab.

Suasana bukber yang serba putih.
(dokumen pribadi)
Bukber sekaligus diskusi ini mengangkat tema "Mudik Bareng Asyik Lancar" yang sesuai dengan jargon Kemenhub dalam menyambut lebaran tahun ini. Bapak Budi Karya, sebagai narasumber utama, menjelaskan visinya dalam memfasilitasi mudik bagi masyarakat. Yaitu, mudik "bareng", mudik "asyik", dan mudik "lancar".

Kemenhub mengharapkan momentum lebaran ini mampu membuat masyarakat merasakan suasana kumpul keluarga. Asas gotong royong juga ingin dibangun antar pemudik, sehingga "mudik bareng" dapat dilakoni dengan baik. Maka wajar saja jika Kemenhub bertekad memberangkatkan sejumlah pemudik secara gratis.

Lalu "mudik asyik" di mana perjalanan mudik diharapkan mampu membawa nuansa nyaman dan aman bagi pemudik. Sejumlah rest area juga telah diperluas jangkauannya, sehingga para pemudik yang kelelahan dapat beristirahat di tempat yang tepat. Tidak lupa sejumlah tim medis telah dipersiapkan di beberapa lokasi guna menangani hal-hal yang tidak diingankan.

Selanjutnya bicara soal perjalanan jauh tentu harapan semua orang adalah kelancaran. Pasti menyebalkan jika terjebak kemacetan ketika mudik. Maka Kemenhub telah menerapkan rute dan infrastruktur jalan yang baik agar para pemudik dapat melintas dengan lancar sehingga "mudik lancar" bukan hanya sekadar slogan saja.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mudik

Melalui kesempatan bukber itu pula, Bapak Budi Karya memberi himbauan kepada para pemudik untuk memperhatikan beberapa hal, di antaranya:

- Sebaiknya tidak menggunakan motor untuk mudik. Mengapa? Tentu saja alasannya adalah keselamatan. Jadikan sepeda motor sebagai pilihan terakhir saat hendak bermudik. Kecuali kalau kampung halamannya cuma selemparan kancut.
- Barang bawaan jangan berlebihan. Pulang ke kampung halaman memangnya butuh berapa hari, sih? Meski banyak barang penting yang mesti di bawa, namun pada hari H jangan sampai terlalu banyak membawa itu semua.
- Patuhi peraturan, baik bagi pemudik dengan alat transportasi umum maupun transportasi pribadi.
- Kenali kondisi diri. Ini penting! Jangan terlalu memaksakan diri jika memang tubuh sudah mencapai batasnya. 
Santainya Budi Karya memaparkan soal mudik.
(dokumen pribadi)

Nah, itu saja kiranya yang bisa saya ceritakan soal mudik sebagaimana yang dibahas dalam ajang buka bersama Kemenhub. Acara seperti ini sangat menyenangkan bagi saya, sebab ada diskusi yang menarik selain dilengkapi dengan tausyiah bersama Ustad Komaruddin dan nobar vlog Pandji Pragiwaksono X Budi Karya. Sebagai tambahan informasi: hidangan buka puasanya enak! Hehehe.

Header Photo by Elviss Railijs Bitāns from Pexels

24 Mei 2019


Memasak. Siapa sih yang tidak suka aktivitas satu ini?

Ya, pembukaan klise seperti itu mari kita tinggalkan dulu. Saya akan memulai tulisan ini dengan sebuah kenikmatan hidup yang bisa kita peroleh dari makanan bernama agar-agar.

Agar-agar (Agarosa) yang saya ketahui adalah makanan berupa gel yang diolah dari rumput laut atau alga. Memiliki tekstur kenyel-kenyel, mudah lumat di mulut, dan enak bagi segala usia. Makanan ringan satu ini sering muncul di segala kesempatan, baik itu sebagai hidangan buka puasa, hidangan pengajian, hidangan kepada tamu, dan masih banyak lagi.

Agar-agar merupakan makanan yang baik bagi hidup kita. Mengapa demikian? Melalui situs doktersehat.com, saya menemukan beberapa khasiat agar-agar, seperti:

1. Agar-agar adalah skincare yang bener-bener care sama kamu. Sebab, di dalam agar-agar terdapat asam amino alami yang bermanfaat untuk pembentukan sel kulit tubuh dan ada kandungan collagen untuk melawan tanda-tanda penuaan. Agar-agar juga diyakini bisa mengurangi berbagai masalah kulit, salah satunya adalah jerawat.

2. Menu dessert yang ramah buat program diet. Bagi kamu yang sedang khawatir dengan ke-endud-an, jangan khawatir. Sebab, agar-agar yang rendah kalori ini dapat mempertahankan berat badan dan mempelancar pencernaan.

3. Jantung sehat dan halau kolestrol jahat. Makanan yang kaya akan karbohidrat dan vitamin B ini cocok dimakan seusai berolahraga karena membatu meningkatkan sistem imun pada tubuh. Dipercaya, agar-agar mampu melawan kolestrol dan mencegah resiko serangan jantung.

4. Anti botak-botak club! Yak, buat kamu yang cemas dengan masalah rambut, terutama kerontokan. Agar-agar bisa bisa membantu mengatasi itu karena merupakan salah satu sumber asam folat.

Nah, itu dia empat poin kelebihan agar-agar yang bisa bikin kamu ceria. Agar-agar menurut saya, cocok dihidangkan sebagai menu buka puasa. Karena makanan ini mudah lumat di mulut, cepat habis, sekaligus memberi rasa kenyang. Tentu cocok banget buat santap buka puasa agar kita bisa segera melaksanan ibadah maghrib tepat pada waktunya.

Pada masa Ramadan kali ini, saya membuat agar-agar dengan kreasi yang tak biasa. Saya mengandalkan Skippy Peanut Batter sebagai elemen rasa yang utama. Mau tahu bagaimana cara bikinnya? Simak resep berikut ini:

Bahan
- 1 sachet ramuan agar-agar instan
- Roti tawar
- Selai Skippy (saya menggunakan Skippy Peanut Batter yang creamy)
- Gula
- Air

Alat
- Panci
- Cetakan
- Pengaduk

Cara Memasak
- Rebus air
- Tuangkan adonan agar-agar dan gula sesuai firasat kamu
- Aduk-aduk terus hingga pegal, eh, hingga mendidih
- Masukkan selai Skippy Peanut Batter sambil terus mengaduk
- Aduuuukk terus seperti saat kamu kepoin instagram gebetan
- Sambil ngepoin, siapkan potongan roti ke dalam cetakan
- Tuang rebusan ke dalam cetakan setelah selai Skippy berwujud seperti bulir-bulir wijen
- Diamkan hingga agar-agar mengeras
- Agar-agar Kacang ala Skippy siap dihidangkan!

Bahan-bahan sederhana bikin Agar-agar Skippy.

Roti yang dipotong kecil sebagai isian agar-agar.

Menuangkan rebusan ke dalam cetakan.

Lihat tuh ada bulir-bulirnya. Itu Skippy!
Selama proses pengendapan ini kamu mesti hati-hati sama semut-semut nakal. Kalau mau dimasukkan ke dalam kulkas setidaknya jangan langsung dimasukkan ketika air masih panas-panasnya.

Bagaimana hasilnya?


Agar-Agar Kacang Ala Skippy siap disantap!
Resep sederhana ini bagiku cukup berhasil! Rasa agar-agar benar-benar berpaling jadi kekacang-kacangan. Tekstur padat Skippy sebagai selai jadi hilang begitu saja, melebur dengan agar-agar yang kenyal dan lembut. Jadi gampang melumatnya.

Nah, bagian roti bikin setiap gigitan lebih berasa dan mengenyangkan. Cocok banget sebagai hidangan buka puasa, apalagi buka puasa bareng keluarga atau teman-teman sejawat. Kamu bisa coba resep ini kapan saja karena caranya yang praktis, bahan-bahannya mudah ditemukan, dan tidak butuh skill sekelas Master Chef untuk membuatnya.

Demikian resep Agar-agar Kacang ala Skippy kali ini. Silakan kamu mencobanya jika berkenan. Atau kamu punya resep sederhana nan menarik lainnya? Ceritakan resep kamu di sini, yuk!

Header: Buenosia Carol via pexels.com

9 Mei 2019


Genre film apa yang paling kamu suka? Apakah film laga? Atau bisa jadi film romantis menjadi pilihan pertama kamu?

Film romantis biasanya dirancang untuk mengaduk-aduk emosi penonton. Apalagi kalau kisah yang diangkat relevan dengan kisah hidup kita. Meski kadang nggak sedramatis itu, tapi ada beberapa momentum manis yang bisa terjadi dalam hidup kita. Kita bisa tertawa dari komedinya, bisa sedih karena dramanya, atau sampai senyum-senyum sendiri karena kutipan kata-kata romantisnya.

Apa sih yang bisa kita dapatkan dari nonton film romantis? Tentu saja bukan adrenaline rush, melainkan sensitivitas romansa yang bisa dipoles dengan kutipan romantis yang ada dalam film. Oleh karena itu, tidak heran jika kemudian banyak adegan atau kutipan-kutipan legendaris dari film romantis Hollywood yang jadi inspirasi.

Nah, buat kamu yang sudah kehabisan stok kutipan romantis, berikut ini saya suguhkan 10 kutipan kata-kata romantis dari film Hollywood sepanjang masa yang bisa kita pakai untuk bikin pasangan jatuh hati.

Love Actually (2003)


Sutradara: Richard Curtis 
Pemain: Keira Knightley, Hugh Grant, Liam Neeson, Rowan Atkinson, Bill Nighy, Colin Firth
Kata-Kata Romantis: “To me, you are perfect.” – Andrew Lincoln


The Fault in Our Stars (2014)


Sutradara: Josh Boone
Pemain: Shailene Woodley, Ansel Elgort, Nat Wolf
Kata-Kata Romantis: “It would be a privilege to have my heart broken by you.” – Augustus Waters


Notting Hill (1996)


Sutradara: Roger Michell
Pemain: Hugh Grant, Julia Roberts, Rhys Ifans
Kata-Kata Romantis: “I’m just a girl, standing in front of a boy, asking him to love her.” – Anna Scott

Gone with the Wind (1939)


Sutradara: Victor Fleming
Pemain: Vivien Leigh, Clark Gable, Olivia de Havilland
Kata-Kata Romantis: “You should be kissed and often, and by someone who knows how.” – Rhett Butler


Serendipity (2001)


Sutradara: Peter Chelsom
Pemain: Kate Beckinsale, John Cusack, Jeremy Piven
Kata-Kata Romantis: “It’s like in that moment the whole universe existed just to bring us together” – Jonathan Trager

Say Anything... (2013)


Sutradara: Cameron Crowe
Pemain: John Cusack, Ione Skye, John Mahoney
Kata-Kata Romantis: “What I really want to do with my life — what I want to do for a living — is I want to be with your daughter. I’m good at it.” - Lloyd Dobler

The Notebook (2004)


Sutradara: Nick Cassavetes
Pemain: Ryan Gosling, Rachel McAdams, Gena Rowlands, Sam Shepard
Kata-Kata Romantis: “So, it’s not gonna be easy. It’s gonna be really hard. We’re gonna have to work at this every day, but I want to do that because I want you. I want all of you, forever, you and me, every day.” - Noah Calhoun

Pride & Prejudice (2005)


Sutradara: Joe Wright
Pemain: Keira Knightley, Matthew Macfadyen, Donald Sutherland, Brenda Blethyn, Rosamund Pike, Talulah Riley, Carey Mulligan, Judi Dench
Kata-Kata Romantis: “You have bewitched me, body and soul, and I love… I love… I love you.” - Mr. Darcy

50 First Dates (2005) 


Sutradara: Peter Segal
Pemain: Adam Sandler, Drew Barrymore, Rob Schneider, Sean Astin, Blake Clark
Kata-Kata Romantis: “I love you very much, probably more than anybody could love another person.” – Henry Roth

When Harry Met Sally... (1989)


Sutradara: Rob Reiner
Pemain: Meg Ryan, Billy Crystal, Carrie Fisher, Bruno Kirby
Kata-Kata Romantis: “When you realize you want to spend the rest of your life with somebody, you want the rest of your life to start as soon as possible.” - Harry Burns


Nah, itu dia daftar 10 film romantis Hollywood sepanjang masa yang kutipan dialog pemerannya jadi legendaris. Gimana sudah ada inspirasi belum? Kalau ada rekomendasi lain boleh loh disertakan di kolom komentar.

Selamat menjadikan film-film diatas daftar film akhir pekanmu!


Header source: Simon Matzinger via Pexels.com

4 Mei 2019


Tak ada yang lebih melegakan selain duduk manis menonton pertunjukan di tengah kesibukan yang memusingkan kepala. Beberapa hari belakangan ini saya sedang berada di situasi yang serba harus dipikirkan, ditangani, dan dipertanggungjawabkan. Apaan, tuh? Ngurus tahapan sakral dua insan yang berkomitmen dalam naungan asmara, Bos. Hahaha. Namun di tengah padatnya mobilitas tersebut, saya dan Tiwi masih sempat untuk meluangkan waktu.

Cara yang kami tempuh untuk meluangkan waktu adalah dengan duduk santai menikmati pertunjukkan standup comedy.

Pada Jumat, 19 April 2019, kami melenggang menuju Balai Kartini Jakarta untuk menonton lima komika yang sudah tak asing lagi. Ada Adjis Doaibu, Gilang Bhaskara, Sakdiyah Makruf, Ridwan Remin, dan Babe Cabita. Gelinya, ketika kami memasuki lobi Balai Kartini, kami disambut poster Pandji Pragiwaksono yang guedhe-guedhe sekali. Padahal Pandji tidak tampil! Kayak beli jajanan  gede-gede tapi isinya angin.

Eh, tapi bukan berarti Pandji tidak terlibat sama sekali, lho. Ia bertugas memandu acara selama tiga hari penuh. Acara ini dinamai BukaTawa yang hadir di dunia ini berkat kolaborasi Bukalapak dengan Comika ID. Total komika yang menghibur ada 15 yang dibagi dalam tiga hari, mulai dari 19 April sampai 21 April 2019.

Sebelumnya, saya pernah menonton pertunjukan standup comedy di Solo yang dimeriahkan oleh Ernest Prakarsa dan Ge Pamungkas. Juga waktu itu sempat menonton tapping standup comedy goes to campus yang menghadirkan beberapa komika kawakan seperti Mudy Taylor, Mongol, hingga Soleh Solihun. Tapi jujur saja, pertunjukan standup comedy yang diselenggarakan Bukalapak ini jauh lebih keren!

Kenapa demikian?

Dari hal paling sederhana dan detil, deh. Saya bisa rasakan tempat berlangsungnya acara ini begitu nyaman sehingga duduk selama tiga jam tidak membuat badan ini pegel linu. Bukan hanya nyaman duduknya, mulai dari pengaturan suhu, sound yang bersih, hingga panggung yang nyaman di mata juga membuat malam itu terasa makin sempurna. Apalagi ditambah dengan penonton yang juga khusyuk menikmati BukaTawa, bagi saya hal ini berhasil membentuk suasana yang hangat.

Eh, kalau dipikir-pikir ongkos tiket nonton BukaTawa tidak terlalu mahal. Bahkan kalau beli melalui aplikasi Bukalapak bisa jauh lebih hemat. Saya dan Tiwi dengan tenang duduk di kursi VIP untuk menikmati sajian tawa dari komika handal yang tadi sudah saya sebutkan tadi.

Sampai tulisan ini terbit, saya masih bisa ingat beberapa bit yang benar-benar bikin saya ngakak saat itu. Namun tentu saja saya tidak bisa membocorkan materi para komika di sini.

Nah, buat kamu yang tidak sempat hadir untuk nonton secara langsung, kamu masih bisa kok nonton BukaTawa di aplikasi Bukalapak. Lho kok bisa? Sebab, Bukalapak punya fitur nonton yang disebut BukaNonton. Di situ kamu bisa nonton berbagai macam tayangan, mulai dari film hingga pertandingan Liga Inggris.

Untuk menikmati fitur ini kamu hanya perlu menjadi pembeli prioritas. Nanti pertunjukan BukaTawa akan ditayangkan di BukaNonton pada 5 Mei 2019. Pas banget kan sama hari pertama Bulan Ramadhan. Bisa bikin ngabuburit kamu makin menyenangkan.

Cara menggunakan fitur BukaNonton dari Bukalapak ini tidak susah, kok. Silakan simak tahapan ringkasnya seperti ini:

Pertama, kamu harus punya aplikasi Bukalapak dulu, dong. 
Kedua, coba kamu lihat Menu Favorit, terus klik Lihat Semua/Lainnya. 
Ketiga, kamu klik Streaming lalu pilih  BukaNonton. Sudah begitu saja! 


Tapi kalau kamu belum berlangganan, kamu hanya perlu mengajukan diri untuk menjadi pembeli prioritas dan membayar tagihannya. Gampang, kan?

Yuk, nonton BukaTawa di BukaNonton Bukalapak. Abis itu kita bisa cerita bareng soal pertunjukan standup comedy yang ada di sana.


Source header: Pixabay via Pexels.com

25 Maret 2019


Copyright by Droidlime
Mencari handphone yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan memang tidak mudah. Perlu bolak-balik melihat berbagai jenis ponsel dan membandingkannya untuk mendapatkan yang dirasa terbaik. Bagimu, apa saja sih yang perlu ditekankan ketika hendak membeli handphone? Berikut ini beberapa poin sederhana yang saya susun berdasarkan pengalaman pribadi maupun pengalaman teman-teman saya di sela obrolan warung kopi.

1. Memori

Faktor ini menjadi hal utama yang perlu kita lihat ketika berniat membeli handphone baru. Kapasitas ROM dan RAM akan sangat berpengaruh pada aktivitas digital kita di handphone tersebut. Jika penggunaan gawai tidak terlalu sering atau hanya sekedar sebagai alat komunikasi saja, RAM 2GB saja sudah cukup nyaman. Tapi jika mobilitas digital tinggi seperti untuk main game, dengerin musik seharian, streaming video, apalagi membuat karya dengan modal handphone maka perlu kapasitas RAM yang lebih tinggi. Ya setidaknya 3GB, lah.

2. Harga

Kalau saya baca artikel tentang spesifikasi handphone, seringkali harga menjadi informasi yang dibagikan paling akhir. Padahal kenyataannya, faktor dana menjadi poin yang sangat krusial dalam menentukan handphone apa yang mau dibeli. Terkait soal ini, kita mesti pandai melihat budget untuk membeli handphone berapa. Sebisa mungkin untuk tidak mengangsur meski zaman sekarang mencari jasa kredit yang cepat tidaklah sulit. Tapi kalau mau cari handphone dengan spesifikasi yang bagus dan murah juga ada beberapa kok yang menarik. Salah satunya yang saya rekomendasikan adalah Honor 8A.

3. Operating System (OS)

Poin ini juga cukup penting menurut saya sebab kalau OS yang digunakan "ketinggalan zaman", kemampuan kita menggunakan handphone bisa tertinggal dengan yang lain. Sebab ada beberapa aplikasi atau games yang tidak mendukung OS baheula, sehingga akan sangat menyebalkan bagi kita yang baru saja beli handphone baru tapi tidak bisa dipakai untuk mengoperasikan beberapa aplikasi dan games.

4. Kamera

Kemampuan kamera yang canggih makin digemari seiring berjalannya waktu. Terutama karena semakin populernya Instagram dan YouTube yang membutuhkan sentuhan estetika visual bagi penggunanya. Kebutuhan ini akan terpenuhi jika handphone yang baru dibeli memiliki resolusi yang bagus dalam menangkap gambar. Jangan sampai dong beli handphone baru tapi buat foto masih pake aplikasi pencerah wajah.

5. Baterai

Nah, ini juga penting untuk diperhatikan. Handphone telah menjadi perangkat wajib yang selalu kita akses setiap hari. Bahkan sepanjang hari! Oleh karena itu, keawetan baterai menjadi poin penting yang tidak boleh dilewatkan. Memang cukup tricky dalam memilih handphone dengan daya yang awet. Tapi kamu tidak usah ragu kalau mau membeli Honor 8A karena gawai ini sudah tertanam baterai sebesar 3020 mAh yang dilengkapi teknologi EMUI hemat daya.

Jadi beli handphone apa, nih?

Menurut pengamatan saya, sih, kelima poin di atas cukup sebagai peta untuk menentukan handphone apa yang mau dibeli. Kalau saya merekomendasikan Honor 8A karena memang berani menjawab kelima kebutuhan di atas. Bagaimana tidak? Honor 8A yang baru rilis di Indonesia pada tahun ini menawarkan keunggulan-keunggulan yang patut dipertimbangkan.

Misal, adanya teknologi TUV Rheinland membuat kita nyaman di depan layar karena fitur tersebut bisa menyaring cahaya biru yang berbahaya bagi mata. Selain itu, kalau bicara soal fotografi juga tidak akan bikin minder. Sebab Honor 8A mengandalkan resolusi kamera 8MP yang didukung semantic image, segmentation dan high dynamic range yang bisa menghasilkan foto-foto berkualitas. Kita juga akan dimanjakan dengan kapasitas RAM 3GB dengan memori internal 32GB yang dapat diperluas hingga 512GB. Cocok buat kamu yang doyan main games!

Sementara untuk sistem operasinya sudah Android 9.0 Pie yang kaya dengan aneka fitur. Meski terlihat begitu canggih, jangan kira harga yang ditawarkan tinggi, lho. Sebab kita bisa segera bawa pulang Honor 8A  ini hanya dengan mahar 1.899.000 saja. Apalagi kalau kamu membelinya di Honor Official Store yang tersedia di Shopee sekarang juga.


Semoga artikel ini membantu buat kamu, kamu, dan kamu yang ingin mengganti handphone lamanya. Terima kasih sudah bersedia membacanya sampai akhir. Selamat berbelanja!

1 Maret 2019


Karena sebuah insiden yang terjadi di awal tahun 2019, saya harus segera membeli handphone (HP) baru untuk menggantikan yang lama. Sebenarnya, meski jika tidak terjadi insiden pun saya juga tetap akan membeli yang baru, sih. Soalnya HP lama saya sudah tidak menyenangkan lagi, terutama pada dua fitur yang saya idamkan, yaitu kebutuhan saya akan berfoto dan bermain games.

Jujur saya sebenarnya suka sekali memfoto. Bagi saya merangkum apa yang saya lihat dalam sebuah tangkapan gambar melalui kamera adalah keindahan yang tiada tara. Apalagi foto memang sarana paling tepat untuk merekam momentum. Tapi selama ini saya belum cukup pede untuk membagi foto-foto saya di media sosial. Sebab kualitas gambar yang saya tangkap begitu buram. Seringkali saya harus memakai bantuan aplikasi untuk mempercantik, ya minimal meningkatkan pencahayaan dan saturasi.

Tapi kan capek kalau harus ngedit mulu. Nah, saya berpikir bagaimana jika saya beli HP yang kameranya luar biasa jernih? Jadi saya kan tinggal jepret sudah bisa langsung update foto di medsos. Wah, pasti bakal produktif, nih!

Eh, tapi tunggu sebentar. Kan saya pengin punya smartphone yang canggih buat main game juga. Ada tidak ya yang memenuhi dua persayratan itu? Belakangan ini saya suka sekali main trading card game bernama Lightseeker. Saking sukanya saya memainkan ini, sekadar info saja, saya berada di ranking 23 se-Indonesia, lho. Hahaha. Congkak! Tapi kalau tidak rutin dimainkan bisa jadi ranking saya menurun. Sementara saya jadi jarang main karena HP saya lagi rewel! Menyebalkan!
Emosi yang meluap tersebut akhirnya luntur begitu saya ketika saya tahu Honor habis meluncurkan gawai terbarunya, yaitu Honor 10 Lite. Lho, kenapa kok saya bisa langsung tenang gara-gara si Honor ini?
Ya tentu saja karena dua fitur yang saya dambakan itu sudah dikuasai oleh Honor 10 Lite.


Jadi, Honor 10 Lite ini mempunya kamera dengan kualitas jempolan. Kamera utama saja resolusinya mencapai 13 megapiksel + 2 megapiksel. Bisa berfungsi dengan baik juga untuk keperluan fotografi malam dengan adanya AIS: AI Powered Image Stabilization. Nah, gilanya lagi, kamera depan yang dimiliki Honor 10 Lite ini mencapai 24 megapiksel! Kebutuhan akan kurangnya cahaya yang sesuai pun tak jadi soal, karena Honor 10 Lite punya fitur multiple lightning option seperti: Soft Lightning, Butterfly Lightning, Split Lightning, Classic Lightning, dan Stage Lightning. 

Kemampuan kamera yang seperti ini cocok sekali dengan saya yang memang suka berfoto ria. Bahkan dengan tambahan kamera depan yang mumpuni, saya bisa sembari foto selfie sesuka hati dengan lebih pede.

Sementara itu, jika kita bicarakan game, Honor 10 Lite ternyata juga mendukung permainan digital banget, lho. Soalnya, Honor 10 Lite ini dilengkali dengan sistem Turbo GPU 2.0 yang berfungsungsi untuk meningkatkan kemampuan pemrosesan grafik GPU ketika kita nge-game. Dijamin lebih enteng. Jadi kita tidak usah capek-capek ngeboost HP kita terus-menerus.

Main game itu pasti lama, kan? Saya bisa sejam lebih kalau main game. Apalagi saat lagi gabut. Tapi saya tidak cemas lagi, karena saya pada Honor 10 Lite tersebut memiliki baterai yang mencapai 3400 mAh sehingga waktu stand by bisa sampai 612 jam!

Ya, kalau saya sih menyambut hangat datangnya Honor 10 Lite ke Indonesia. Terutama karena harganya yang terjangkau. Kita bisa memiliki gawai super ini hanya dengan mahar 3.299.000 saja. Yasudah, lah, ya. Ngapain pilih-pilih yang lain lagi kalau sudah sebagus ini dan terjangkau pula.

Doakan gaji cepet turun ya, biar Honor 10 Lite juga lekas ditimang. Terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa!


Image 1: Mukul Sharma via Androidupdated.com
Image 2: Hihonor.com

20 Februari 2019



Bagi kelas menengah seperti saya, menonton film di bioskop tidak bisa saya lakukan setiap hari. Jadi saya harus mereduksi film apa saja yang sekiranya seru untuk ditonton di layar lebar. Jawabnya adalah film yang diadaptasi dari komik. Mengapa?

Saya selalu suka genre science fiction dan fantasy. Saya menyukainya karena film-film semacam itu tidak tersentuh di dunia nyata saya. Jadi saya merasa begitu terhibur dengan hiperialitas yang ditawarkan. Meskipun fiksi dan fantasi, film tetaplah buah pikir dari otak manusia. Nah, imajinasi manusia itulah yang terasa sangat lezat bagi pikiran saya. Sehingga ketika nonton film dengan genre semacam ini, saya akan mengupayakan untuk menontonnya dengan fasilitas terbaik. Yaitu, nonton di bioskop.

Sebagai watching list di 2019, saya menuliskan lima film hasil adaptasi komik Marvel dan DC yang menarik untuk ditonton di bioskop.

Spiderman: Far From Home



Petualangan Peter Parker melawan kejahatan di masa pubernya tentu saja menarik untuk kita ikuti. Apalagi kali ini Spiderman akan berhadapan dengan Mysterio, salah satu anggota penjahat Sinister Six yang selama ini belum pernah muncul di film Spiderman versi manapun. Bicara soal karakter jahat dalam kehidupan Spiderman selalu menarik untuk saya kulik. Saya pernah menulis tentang beberapa villainyang muncul dalam film Spiderman: Homecoming meskipun hanya sebagai easter egg.

Lho, kan Peter Parker sudah menjadi debu? Nah, ingatkah kamu pada film Infinity War, Peter Parker muncul saat ia sedang berada di dalam bus bersama teman sekolahnya. Pada saat itu ia tengah pulang dari acara sekolah yang mana adalah latar kejadian pada Spiderman: Far From Home nantinya.  Film ini rilis 5 Juli 2019 di USA.

2.      Captain Marvel



Kemunculan Captain Marvel belum pernah saya dengar sebelum after credit scene di film Infinity War menunjukkan hal tersebut. Antusias? Tentu saja. Captain Marvel menjadi kunci penting untuk kelanjutan seisi alam semesta yang didebukan oleh Thanos. Melalui trailer yang telah rilis, kita juga akan diajak untuk melihat bagaimana Fury pertama kali terlibat dengan hal-hal super di muka bumi ini. Dan satu lagi, Captain Marvel adalah film superhero perempuan pertama yang mendapat jatah film solo di MCU. Film ini rilis 8 Maret 2019 di USA. Apakah kamu juga antusias menyambut film ini?

3.      Avengers: End Game



Bagaimana kelanjutan dari orang-orang yang didebukan oleh Thanos? Buat yang mengikuti petualangan Avengers melindungi dunia, pasti Avengers: End Game ini sudah jadi tontonan wajib tahun ini. Saya tidak mau menaruh ekspektasi bahwa endingnya bakal bahagia. Karena kalau dililihat ke belakang, beberapa film Avengers pasti menggugurkan salah satu karakter yang saya favoritkan, sebut saja Quicksilver dan Vision. Awas saja kalau Dr. Strange dimatiin juga. Film ini rilis 26 April 2019 di USA.

4.      Dark Phoenix



Geliat film X-Men tidak pernah terhenti meski sang juru kunci, Wolverine, sudah tutup usia di film Logan. Kali ini Jean Grey mendapat film solonya sebagai saingan dari film superhero perempuan, Captain Marvel, tahun ini. Seperti Captain Marvel, Jean juga memiliki kekuatan super yang begitu besar dan desktruktif. Meski masih dalam satu komik yang sama, Dark Phoenix sepertinya akan lebih suram dan galau daripada Captain Marvel. Mari kita buktikan pada 7 Juni 2019.

5.      Hellboy



Pada 2004 dan 2008, Hellboy memang sudah muncul di layar lebar. Tapi Hellboy kali ini bukan merupakan kelanjutan dari versi sebelumnya. Hellboy juga jadi salah satu karakter favorit saya. Soalnya, kekuatan yang ia miliki berangkat dari gejala supernatural, bukan kecelakaan ilmiah seperti Hulk atau The Thing. Film ini rilis 12 April 2019 di USA.

Nah, beberapa film yang saya uraikan di atas apakah juga ingin kamu tonton? Saya sih sudah siap-siap untuk menontonnya di bioskop agar lebih terasa gelegarnya. Untung di Jakarta ada banyak pilihan bioskop, jadi bisa segera merapat ke bioskop begitu film rilis agar tidak terpapar spoiler dari netizen. Rencananya saya dan kekasih saya mau nonton Captain Marvel di Cinemaxx. Kebetulan ada lokasi yang dekat dengan rumah kami, lagipula tempatnya sangat nyaman. Eh, enaknya direview nggak nih kelima film di atas nantinya?

Header: Rawpixel via pexels.com
Poster: imdb.com

11 Februari 2019



Pada akhir tahun 2018, MIKTI (Indonesia Digital Creative Industry Community) bekerja sama dengan TeknoPreneur dan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) menyusun sebuah pemetaan dan database start up yang ada di Indonesia.

Hasil dari riset tersebut membuat saya kaget. Pasalnya, saya tak menyangka betul kalau start up yang sedang tumbuh di Indonesia sudah begitu banyak. Saya pun jadi paham mengapa saat ini pemerintah mendorong talenta kreatif untuk menembus pasar global dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekuatan industri digital yang besar. Bahkan sudah ada klaim yang disiapkan lho, yaitu Indonesia: The Digital Energy of Asia.

Data statistik perusahaan Startup di Indonesia oleh Indonesia Digital Creative Industry Society (MIKTI) tahun 2018 (Sumber: katadata.co.id)

Menurut data riset yang diterbitkan MIKTI, saat ini Indonesia memiliki 992 start up yang sedang berkembang. Dengan pengelompokan tiap domisili yang tidak merata seperti 522 start up di JABODETABEK, 113 start up di Jawa Timur, 115 start up di Sumatera, 54 di DI Yogyakarta, dan wilayah lainnya tidak lebih dari 50 start up yang berdiri.

Tak hanya itu, MIKTI juga menyusun pemetaan founder start up di seluruh Indonesia. Dari 992 start up, 69,20% adalah Generasi Y (mereka yang lahir pada tahun 1981-1994), 15,60% berasal dari Generasi X (1965-1980), dan 15,20% berasal dari Generasi Z (1995-2010). Pendidikan terakhir para founder ini paling banyak berasal dari tamatan S1 (67,94%). Kemudian disusul S2 (20,00%), SMA (7,94%), Diploma (3,82%), dan S3 (0,30%).

Melalui data-data tersebut, saya merasa pertumbuhan industri kreatif bisa semakin gencar lagi. Peningkatan jumlah start up akan terus terjadi setiap tahunnya, bahkan bisa jadi setiap bulannya. Tapi apakah sebagai individu kita siap menghadapi industri yang ketat seperti itu? Terutama bagi yang punya mimpi menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain, mendirikan start up memang bisa jadi salah satu cara. Namun itu bukan hal yang mudah. Apalagi di bangku sekolah dan kampus kita tidak mendapat persiapan yang matang untuk membangun usaha digital. Alhasil, belajar secara otodidak menjadi cara rimba untuk mewujudkan start up yang diidamkan.

Melihat kondisi tersebut, CIMB Niaga hadir mendukung mimpi anak muda Indonesia melalui Kejar Mimpi. Menurut saya gerakan sosial ini patut untuk kita beri dukungan di tengah pesatnya perkembangan inovasi start up. Kenapa? Mereka punya acara yang menurut saya menarik yaitu Leaders Camp. Acara ini memberikan pembekalan berupa soft skill potensi diri, pengetahuan dan pengalaman melalui seminar dan workshop demi mencetak talenta kreatif anak muda Indonesia.

Sharing session Leonika Sari, pendiri Reblood, di Kejar Mimpi Leaders Camp Surabaya
(Photo Credit: Kejar Mimpi dan CIMB Niaga)
Terlihat sekali Leaders Camp mengangkat topik bermanfaat seputar inovasi teknologi, sosial dan entrepreneurship yang menginspirasi anak muda untuk mandiri dan siap memajukan Indonesia. Pembicaranya pun tidak main-main, ada Leonika Sari founder start up Reblood, Hans Saleh dari Garena Indonesia, Hasbi Asyadiq Founder & CEO of Assemblr dan masih banyak lagi para inovator muda Indonesia.

Leaders Camp juga telah diselenggarakan di kota-kota lain seperti Medan, Surabaya, dan Bandung. Tapi itu sudah berlalu pada tahun 2018. Infonya di 2019 akan terselenggara lebih banyak Leaders Camp di berbagai kota. Menurut saya Leaders Camp menjadi ajang penting bagi mereka yang ingin mengembangkan diri dan meraih apa yang dicita-citakan terutama para calon inovator start up. Karena kegiatan ini memberi sarana yang tepat bagi mereka yang tengah bimbang dengan apa yang sedang diusahakan dalam meraih mimpinya. Karena di sana ada banyak insight yang bisa diperoleh dari para ahli.

Talkshow #KejarMimpi Leaders Camp Bandung (Photo Credit: Kejar Mimpi dan CIMB Niaga)
Dengan mengikuti Leaders Camp, dorongan untuk mewujudkan mimpi akan semakin kuat karena beberapa faktor seperti pembekalan yang tepat, pola menuju perwujudan mimpi yang sudah ditunjukkan, serta meluasnya referensi dan jaringan akan sangat berguna bagi individu-individu yang mau berkembang.

Kamu bisa cek jadwal roadshow Kejar Mimpi Leaders Camp di 2019 dengan follow Instagram Kejar Mimpi di instagram.com/kejarmimpi.id atau ke website #KejarMimpi. Wajib banget untuk ikutan kegiatan ini dan jadi paham bagaimana bisa berkembang di era industri digital ini.

Saya sangat bersemangat dengan laju industri digital di Indonesia yang semakin maju. Bagi saya ini adalah momentum yang tepat untuk terlibat lebih jauh dalam industri ini. Bukan semata ikut-ikutan, tapi perkembangan yang positif semacam ini bukankah memang mesti kita dukung? Saya tertarik untuk mendukungnya dari dalam, untuk menjadi bagian yang memberi manfaat pada sektor tertentu.

Kalau kamu?


Sumber data: linkr.id/MIKTImappingStartup2018
Header source: Pixabay via Pexels.com

10 Februari 2019



Memulai membuka usaha bisa dari mana saja dan kapan saja. Ketika teknologi digital menjadi hal yang mudah dijangkau, siapapun bisa memulai bisnisnya. Tapi tidak semua bisa mengembangkannya!

Saya punya sedikit -beneran sedikit- pengalaman soal berbisnis. Dulu, saya pernah mencoba membangun platform soal perbukuan, namanya Majibooks. Majibooks itu semacam blog yang khusus membahas soal dunia perbukuan sekaligus membuka toko buku online. Unit usaha ini saya dirikan bersama kekasih saya (Tiwi) dan dibantu satu sahabat saya (Dani). Kami sudah bikin blog, membeli domain, dan menjalin kerja sama dengan supplier buku. Sayangnya, Majibooks mangkrak karena saya kurang mampu mengorganisir keperluan bisnis.

Selain itu saya juga sempat membuka usaha kecil-kecilan di Instagram, yaitu jasa desain CV. Usaha tersebut memang gampang dimulai, tapi ternyata sukar mempertahankannya. Saya hanya punya satu klien hingga akhirnya usaha ini saya tutup karena tiga hal. Pertama, saya merasa kemampuan desain saya tak semahir penawar jasa desain CV yang lain. Kedua, kompetisi pasar terlalu ketat, di mana tarif jasa yang saya pasang lebih mahal dari pesaing. Ketiga, saya tidak giat.

Dua pengalaman tersebut memang masih jauh dari memuaskan. Tapi apakah saya menyerah? Tidak!

Membuka Usaha Berbasis Digital itu Mudah. Menumbuhkannya Susah.

Saya dan kekasih saya kembali berdiskusi untuk membangun usaha yang lebih serius. Sebenarnya kami punya ide usaha yang berbeda, tapi dalam pengelolaan tetap akan saling bantu untuk merealisasikan impian kami masing-masing. Saya berpikir untuk membuat sebuah platform yang bisa mempertemukan antara kreator, talent, kru, dan sponsor. Sebagai gambaran, dewasa ini ada banyak sekali platform yang mempertemukan antara klien dan freelancer seperti sribulancer, fastwork, dan lain-lain. Nah, saya ingin mengadopsi bentuk tersebut ke dalam sebuah platform kolaboratif untuk membuat konten kreatif.

Misal kamu ingin membuat video klip. Karena faktor pergaulan dan jaringan yang terbatas, kamu jadi kesulitan mencari talent dan kru. Nah, platform yang saya maksud akan mewadahi hal tersebut. Di situ kamu tinggal tawarkan proyek kreatif apa yang sedang kamu kerjakan dan butuh talent serta kru dengan spesifikasi seperti apa. Malahan kamu juga bisa dapat sponsor buat karya kreatif kamu. Seru, kan?
Selama ada koneksi internet dan aplikasi yang terpasang, membuka usaha sudah bukan sesuatu yang rumit. Jika dulu untuk buka usaha perlu sewa toko, sekarang siapa saja bisa buka toko online tanpa ribet bahkan gratis. Tapi tantangannya sebenarnya bukan di situ. Semakin mudah membuka usaha, semakin banyak pula pesaingnya. Semakin menunda untuk memulai, semakin tergusurlah kesempatannya. Itulah yang saya rasakan dari secuil pengalaman di atas. Tentang bagaimana mental menunda-nunda dan ketidaktekunan membuat bisnis yang saya mulai langsung gulung tikar.

Tentu saja saya tak ingin jatuh di lubang yang sama berkali-kali. Pada bisnis di tahun 2019 yang ingin saya bangun kali ini, saya harus membekali diri dengan mental yang kuat, pengetahuan soal teknis yang luas, dan berjejaring dengan banyak pihak.

Bagi saya, “mentalitas” adalah salah satu faktor yang teramat penting untuk menumbuhkan bisnis yang sedang kita jalani. Mau secepat apapun internet kamu, kalau mental berbisnisnya lamban ya hasilnya bisa seperti saya, sudah bangkrut sejak dalam pikiran. Selain itu membuka usaha yang minim modal bisa membuat kita terlena karena seolah tidak ada beban rugi yang akan kita tanggung. Mental seperti itu yang akan membunuh usaha kita perlahan.

Lantas bagaimana sebaiknya kita mengatasi hal tersebut?

Kalau menurut saya, memiliki rekan kerja yang setia adalah kunci yang paling penting. Ketika kita stuck, bosan, apalagi malas, rekan kerja akan membantu kita untuk kembali ke dalam track. Ibarat kisah fiktif populer dari Inggris, apalah arti Sherlock Holmes tanpa John Watson. Ea.

Tapi, perlu ditegaskan juga bahwa pada akhirnya inisiatorlah yang memegang peranan penting untuk memutuskan apakah bisnis mau dikembangkan, dibiarkan, atau malah dibubarkan. Oleh karena itu, seorang founder semestinya rajin belajar dan berjejaring agar mampu menghadapi masalah-masalah yang timbul nantinya. Jangan sampai kita tidak menuai apa-apa dari bisnis yang kita mulai.

Header: Pexels.com

11 Januari 2019



Belakangan ini lagi bersemangat mempelajari literasi keuangan, khususnya fintech. Fintech merupakan akronim dari "financial" dan "technology" yang berarti kebutuhan keuangan yang berorientasi pada teknologi.

Perkembangan fintech di Indoensia terbilang berkembang dengan pesat. Saya merasakan sendiri gilatnya di berbagai lini dapat saya rasakan secara langsung. Baiklah, sebut saja dengan pembayaran yang menjadikan semangat "cashless" sebagai handalan. Dulu, kalau bertransaksi secara offline, saya hanya diberi pilihan pembayaran, antara cash atau gesek kartu. Sekarang saya hanya perlu membawa handphone. Proses pembayaran bisa dikerjakan dengan scan code atau tap pin saja. Simpel dan canggih, bukan?

Dan ternyata pengetahuan saya soal fintech masih begitu sempit. Di balik yang saya ketahui, ada banyak startup yang mengembangkan aneka jenis fintech. Jenis-jenis apa saja, tuh? Ada jenis pembayaran, peminjaman, perencanaan keuangan, investasi ritel, pembiayaan, dan riset keuangan. Hal-hal ini saya ketahui saat punya kesempatan untuk hadir di cara Blogger X Fintech Day beberapa hari lalu.

Dalam acara tersebut, hadir beberapa pengembang fintech di Indonesia, seperti KreditCepat, Cashwagon, Aktivaku, Taralite, Uangme, Pinduit, dan Danain. Hampir semuanya memiliki sesi untuk presentasi. Tapi bukan hanya presentasi jualan, mereka lebih banyak menyebarkan literasi keuangan digital yang begitu banyak memberi pemahaman baru pada saya.

Di era sekarang, fintech menjadi kebutuhan yang menurut saya penting. Meski bukan sebagai satu-satunya cara untuk mengelola keuangan, fintech terbukti memberi banyak kemudahan. Apalagi ketika situasi yang terjadi begitu besar merayakan teknologi keuangan ini. Beradaptasi menjadi satu hal yang saya rasa harus segera dilakukan agar tidak disebut ketinggalan zaman.

Selama satu tahun di Jakarta, saya mulai mencoba beberapa produk fintech. Pertama produk pembayaran. Saya mulai terbiasa membeli tiket nonton, makan, bahkan belanja beberapa barang menggunakan aplikasi yang terpasang di gawai. Saat makan di KFC hingga beli tiket nonton di CGV maupun XXI misalnya, saya cenderung memanfaatkan Tcash atau Dana. Begitupun saat order makanan atau jasa transportasi, saya menggunakan Gopay dari aplikasi Gojek.Saat belanja online, beli pulsa, hingga jajan Dum-dum pun saya menggunakan OVO.

Selain sebagai alat pembayaran, saya juga mencoba teknologi ini dalam hal mencari dana pinjaman. Saya pernah memanfaatkan Akulaku dan Kredivo. Selain cari pinjaman saya juga terlibat dalam pemberi pinjaman atau investasi, di bidang ini saya memakai KoinWorks. Sementara itu di kantor saya cukup akrab memanfaatkan crowdfunding untuk mendapatkan asupan dana. Tempat kerja saya menggunakan KitaBisa dan saat ini sedang proses untuk memanfaatkan pelayanan dari Doku.

Banyaknya produk fintech tidak lantas membuat saya pusing. Justru asyik karena ternyata beberapa hal menjadi lebih mudah dan cepat. Apalagi mereka pasti menawarkan berbagai diskon, promo, hingga hadiah-hadiah yang menarik. Saya mengajak kamu, kamu, dan kamu untuk ikut merayakan perkembangan financial technology ini bersama. Saya memang belum ahli, tapi sedikit demi sedkit semakin paham dan saya melihat ada hal yang bisa kita capai bersama jika perkembangan fintech ini juga disambut dengan baik oleh masyarakat.

Untuk memahami lebih jauh soal fintech, sih, saya sarankan untuk mengikuti pertemuan atau kelas khusus fintech. Seperti yang saya ikuti di Blogger X Fintech Day, misalnya. Tapi bisa juga dengan memanfaatkan media sosial misalnya dengan terlibat aktif dalam diskusi keuangan yang selalu menarik diatawarkan oleh Jaouska. Atau bisa juga belajar dengan sederhana melalui situs-situ keuangan seperti Finansialku.com dan masih banyak lagi caranya.



Nah, itu saja, sih, cerita singkat saya soal fintech dan hal-hal menarik di dalamnya. Saya telah menjadi bagian dari perkembangan dunia keuangan ini. Kamu?


Image source:
1. Photo by Rawpixel from Pexels.com
2. Photo by Rawpixel from Pexels.com