30 Oktober 2019


Sebagai warga ibukota, saya selalu berkutat dengan kemacetan dan panas yang menggelora. Apalagi, mobilitas saya didominasi oleh kendaraan roda dua. Hal ini membuat saya harus selalu berhadapan dengan asap knalpot dan terik matahari.

Mungkin memang ini resiko paling basic bagi penduduk di negara beriklim tropis. Sebelum saya merantau pun saya juga kerap mengalami tekanan panas yang tidak berbeda jauh dengan ibukota. Meski Solo cukup gencar melakukan penghijauan kota, lagaknya hal itu belum bisa mengatasi efek rumah kaca yang kian mengamuk seperti sekarang ini.

Nah, pengalaman saya sebagai pengembara jalanan membuat saya harus memutuskan untuk berkonsentrasi pada kesehatan kulit. Bukan hanya itu, saya juga ingin memiliki wajah yang cerah biar istri makin sayang. Hehehe. Maka dari itu dalam tulisan blog saya kali ini akan memberikan beberapa tips merawat kulit wajah ekstra cerah.

Tapi sebelum ke sana, kita juga perlu mengidentifikasi masalah apa saja yang rawan muncul bagi kulit kita di iklim tropis seperti Indonesia. Sejauh yang saya tahu, kulit kita sangat rentan dengan kekusaman, mudah berkeringat, sensitif, dan mudah kering. Kondisi-kondisi seperti itu akan membawa beberapa persoalan pada kulit wajah kita, seperti jerawat, terdapat flek hitam, hingga megalami penuaan dini dengan ciri kulit jadi kendur dan keriput.

Lantas bagaimana cara merawatnya? Apakah harus konsultasi atau perawatan ke tenaga ahli kulit? Ya, mungkin itu bisa jadi solusi. Namun, untuk kelas menengah seperti saya sekarang ini jelas “ongkos” menjadi pertimbangan yang harus dipikirkan berkali-kali. Oleh karena itu, tips berikut ini akan jadi pilihan yang murah bagi kamu yang ingin menjaga agar kulit wajah memancarkan cahaya-cahaya kehidupanmu yang terang itu. Eeeaaaa.

Tips Merawat Kulit Wajah Ekstra Cerah

1. Kenali suhu tubuhmu. 

Ketika badan terasa panas karena kena terpaan sinar matahari seringkali membuat kita tergiur dengan sapuan air yang dingin di kulit. Meski terasa menyegarkan, namun mengguyur kulit yang panas dengan air dingin ternyata bisa merusak kualitas kulit itu sendiri. Kulit kita bisa mengalami shock yang dapat mengubah warna kulit menjadi “gosong”. Jadi sebaiknya, biarkan tubuh kita berteduh sejenak sebelum kita guyur dengan air dingin.

2. Atasi masalah dari dalam tubuh.

Meski kulit merupakan elemen luar pada tubuh kita. Namun jenis makanan atau minuman yang masuk ke tubuh kita juga dapat berpengaruh pada kualitas kulit, lho. Salah satu yang paling sederhana adalah meningkatkan konsumsi air putih. Selain itu kamu juga bisa menambahkan konsumsi buah yang berdampak baik pada kulit seperti delima, pisang, papaya, semangka, dan kiwi.

3. Cuci muka dengan benar. 

Tentu saja cuci muka adalah cara paling basic untuk merawat kulit wajah agar terlihat cerah dan segar. Namun agar hasilnya lebih maksimal kita perlu memperhatikan beberapa detail. Misalnya kita perlu memakai air hangat ketika membasuh muka di awal tahap. Air hangat dipercaya dapat membuka pori-pori wajah terbuka agar kotoran mudah terangkat. Setelah membasuh dengan air hangat, usap mukamu dengan NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam ke seluruh permukaan wajah. Saya paling suka NIVEA MEN Extra White ini karena tuntas membersikan noda hitam dan konsisten melawan kulit kusam. Jika sudah, basuh kembali wajahmu dengan air dingin agar pori-pori kembali tertutup sebelum kemasukan kotoran baru.

Cara-cara ini walau sederhana tapi saya bisa rasakan manfaatnya, lho. Tentu saja harus disertai dengan konsistensi yang tinggi. Setidaknya untuk cuci muka sendiri minimal dilakukan sehari dua kali setiap pagi dan malam. Hasil yang saya peroleh berupa kulit bersih dari flek hitam, warna kulit jadi ekstra cerah, hingga kulit terasa lebih sehat dan tidak kering.

Andalanku saat melawan kusam

Peran NIVEA MEN Extra White di sini sangat penting karena kemampuannya yang “ngefek banget” bagi kecerahan wajah saya. Sebab produk ini mengandung Active Vit C, vitamin E, vitamin B, gingseng, ginkgo biloba, dan nutrien lain yang mampu mencerahkan kulit wajah 10x lebih baik daripada vitamin C saja. 

Kamu harus coba juga, deh. Terutama untuk pria-pria bermotor yang setiap hari kenyang dengan polusi urban. Aroma NIVEA MEN Extra White ini juga segar dan terasa sangat elegan, lho. Saya langsung pede ke mana saja, asal ada NIVEA MEN Extra White di dalam tas saya.

Demikian tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaaat buat semua. Terima kasih sudah membaca sampai habis. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya, ya. Salam!

Photo by samer daboul from Pexels

28 Oktober 2019


Pengalaman trip ke Bali akan semakin sempurna jika kita dapat bersantai di hotel yang berkelas. Keindahan Bali sudah tidak perlu diragukan lagi, bukan? Namun pengalaman menginap setiap orang sudah pasti berbeda-beda, ada yang asyik tapi ada juga yang buruk. Jika ingin mendapat kenangan yang lebih baik selama di Bali, saya merekomendasikan sebuah promo menginap di The Banda Hotel dengan Kartu Kredit BNI

Menghabiskan waktu bulan madu di Bali memang terdengar klise. Namun jika memang itu manjur untuk menyehatkan mental dan badan, kenapa tidak? Aku dan istri bukan tipe orang yang betah melakukan aktivitas luar ruangan. Entah kenapa, kondisi badan kami tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan yang melibatkan beban fisik terlalu lama. Oleh karena hal itu, kami harus memilih penginapan yang benar-benar memuaskan. Syukurlah, kami tidak kesulitan untuk mendapatkan itu di Bali.

Menginap di The Banda Hotel & Suites Bali selama beberapa hari meninggalkan kenangan yang sangat indah bagi kami. Lokasinya berada dekat dengan pantai dan suasananya tenang sekali. Saking tenangnya, kami mager banget buat jalan-jalan keluar. Hahaha. Gimana sih, sudah jauh-jauh terbang dari Jakarta ke Bali, kok malah mager di kamar aja?

Kami mendapatkan pelayanan yang luar biasa dari para profesional. Ditambah dengan hidangan yang memukau lidah semakin membuat kami merasa puas di sana. Jika tidak ingin melesat ke pantai namun ingin basah-basahan, di The Banda Hotel & Suite Bali ini kita juga bisa menikmati suasana kolam renangnya yang tenang dan segar. Ada dua kolam renang yang bisa kita pakai di sana. Kami tidak benar-benar berenang sebenarnya, hanya berjemur di sekitarnya saja. Lalu memutuskan untuk spa dengan ongkos Rp. 180.000 saja untuk mendapatkan pelayanan spa yang berkualitas.

Selama tinggal di The Banda Hotel & Suite Bali, kami tidak merasa ada keluhan sama sekali. Setiap pelayanan yang diberikan dan fasilitas yang tersedia tidak henti-hentinya membuat kami terus mengucap syukur telah mendapatkan promo menginap di The Banda Hotel & Suite Bali. Nah, jika kamu juga ingin mendapatkan promo yang serupa seperti kami, sebaiknya kamu coba pakai promo special kartu kredit BNI.

Promo Kartu Kredit BNI


Sebenarnya ada banyak banget jenis promo untuk pengguna kartu kredit BNI. Dari sekian banyak itu, saya menggunakannya untuk memperoleh diskon hingga 25% di The Banda Hotel & Suites Bali. Bahkan ditambah diskon 10% untuk pembelian Food & Beverage di Mozarella By The Sea Restaurant, tidak termasuk minuman beralkohol. Jika kamu mau, kamu juga bisa mendapatkan promo di sini karena periode promonya masih berjalan hingga 31 Januari 2020.

Bukan cuma itu aja. Dengan promo spesial kartu kredit BNI, kamu juga bisa dapat diskon 20% di The Michael Resorts Bogor, diskon hingga 27% di The Magani Hotel & Spa Bali, diskon 27% juga di Bali Niksoma Boutique Beach Resort, dan masih banyak lagi diskon hotel yang bisa kamu nikmati. Beruntung banget kan kalau jadi nasabah BNI? Hahaha.

Jadi Rindu Liburan. Ke Bali Lagi Nggak, Nih?


Kapan-kapan kalau ada kesempatan buat berkunjung ke Bali lagi, saya dan istri sudah yakin akan menginap di The Banda Hotel & Suites. Walau sudah tidak ada promo sekalipun, kami tetap akan ke sana. Mau bagaimana lagi? Memang asyik banget tempatnya!

Bukan hanya sebagai destinasi bulan madu saja. Di sana juga cocok untuk kamu-kamu yang mau seru-seruan bareng teman atau saudara. Tapi untuk saat-saat ini saya dan istri belum tahu kapan bisa ke sana lagi karena pekerjaan di ibu kota sedang padat-dapatnya. Jadi teringat lagi kalau sudah lama tidak liburan. Hiks.

Terima kasih untuk kamu yang sudah membaca tulisan ini. Jangan lupa gunakan promo-promo menarik dengan kartu kredit BNI agar kantongmu tidak cepat kering. (Cek promonya: https://www.cekaja.com/banks/bni/kartu-kredit/promo) Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya. Salam!

21 Oktober 2019

commuterline


November 2017 adalah masa peralihan yang cukup besar di dalam hidup saya. Pasalnya, di waktu tersebut saya mulai memutuskan untuk beranjak dari tanah kelahiran, Solo,  menuju ke Jakarta. Awalnya, memang terasa betul adanya gap antara kehidupan yang baru dan yang lama. Terutama, soal transportasi kota.

Dulu, saya selalu menggunakan kendaraan pribadi ke mana pun tujuannya. Sebab, menggunakan transportasi publik bukanlah menjadi sesuatu yang umum dilakukan oleh orang-orang di sekeliling saya. Beda halnya dengan yang saya dapati di Jakarta. Apalagi, kampanye penggunaan transportasi publik terus dilakukan dengan cara-cara yang menarik.

Salah satu transportasi publik yang menjadi favorit saya adalah kereta rel listrik (KRL) yang beroperasi di wilayah Jabodetabek. Sebelumnya, saya hanya mengetahui kereta antarkota saja. Dan, adanya transportasi semacam KRL Jabodetabek ini tentunya memudahkan perjalanan orang-orang untuk sampai ke tempat tujuan.

Setelah berbincang dengan istri saya yang menggemaskan tiada tandingannya, diakuinya bahwa KRL Jabodetabek ini mengalami banyak sekali perubahan sebelum apa yang saya lihat sekarang. Perubahan-perubahan tersebut tentu saja ditujukan untuk memenuhi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Di sini saya melihat upaya Kementrian Perhubungan untuk membangun infrastruktur yang layak bagi warga.

Beberapa perubahan yang dilakukan Kemenhub terhadap transportasi KRL Jabodetabek, antara lain:

1. Ditiadakannya kereta ekonomi yang sudah tidak layak lagi. 

Pernah melihat gambar-gambar kereta tanpa pintu dengan banyak penjual asongan, nggak? Atau pernah dengar soal penumpang liar yang memaksa mengikuti perjalanan tanpa tiket di atap kereta? Saat ini, kereta ekonomi yang tidak layak demikian sudah tidak diizinkan untuk beroperasi lagi. Walaupun harga tiket yang dibandrol sangat murah dan terjangkau, tapi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tentunya menjadi pertimbangan utama.

2. Harga yang relatif lebih murah. 

KRL sekarang ini sebetulnya memiliki harga tiket yang masih sangat terjangkau dengan kualitas layanan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Jika KRL Jabodetabek yang ada bisa disetarakan dengan kereta ekonomi AC di masa sebelumnya, maka perbedaan soal harga ini akan tampak sangat jelas. 

Kereta ekonomi AC, dulunya, memasang harga tiket sebesar Rp8.000 dalam sekali perjalanan. Jika kamu memiliki tujuan akhir yang mengharuskanmu transit dua kali atau menggunakan tiga kereta dengan jurusan berbeda, maka biayanya perjalanannya menjadi Rp8.000 x 3! Sementara sekarang, asalkan kita tidak keluar stasiun, harga tiket perjalanannya cukup flat dengan maksimal Rp5.000 saja. Perubahan ini yang membuat istriku bercerita dengan sangat riangnya.

3. Metode pembayaran yang lebih mudah dan ramah lingkungan. 

Penggunaan tiket berupa kertas-kertas yang distempel sekarang sudah tidak berlaku lagi. Selain untuk memudahkan pembayaran dari para penumpang, juga bisa mengurangi sampah kertas yang dibuat dari pohon itu, kan? Pengguna KRL Jabodetabek bisa menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), THB (Tiket Harian Berjaminan), atau uang elektronik dari beberapa bank untuk melakukan perjalanan.

4. Gerbong khusus perempuan. 

Pelecehan seksual di ruang publik masih sangat sering terjadi, KRL tentu saja termasuk di dalamnya. Melihat hal ini, ada upaya dari Kemenhub untuk menanganinya dengan membuat ruang-ruang khusus wanita di dalam berbagai moda transportasi. Untuk KRL Jabodetabek sendiri, gerbong khusus wanita bisa ditemukan di ujung depan dan ujung belakang.

5. Kursi prioritas.

Kursi prioritas bagi orangtua, perempuan hamil, dan disabilitas membuat kereta menjadi alat transportasi yang inklusif. Menurut saya ini keren!

Nah, itu saja kiranya cerita saya soal transportasi umum di Jakarta, khsusnya KRL. Semoga makin keren kedepannya. Jangan lupa ikuti akun media sosial Kemenhub untuk mengetahui berbagai informasi yang harus kita tahu soal perkembangan transportasi dan semacamnya.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya sampai selesai. Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Photo by veerasak Piyawatanakul from Pexels

14 Oktober 2019

traveloka-xperience-logo-official


Di awal tahun 2019 lalu, ada sebuah film bergenre drama-thriller yang cukup menarik perhatian. Judulnya, Escape Room. Film ini bercerita tentang enam orang asing dengan pribadi berbeda yang dikumpulkan di dalam ruangan untuk bekerjasama dalam menyelesaikan permainan meloloskan diri dari ruangan tertutup itu.

Sialnya, ternyata apa yang mereka hadapi bukan sekadar permainan semata. Nyawa benar-benar menjadi taruhan. Adam Robitel sebagai sutradara cukup mampu mengguncang emosi dengan mempertontonkan ketegangan yang begitu jelas di depan mata.

Cerita yang begitu padat seolah tidak mengizinkan penonton untuk beristirahat. Bahkan, untuk sekadar mengedipkan mata.

Hal itu membuat saya ingin merasakan sensasi melewati ruangan-ruangan yang penuh dengan tantangan itu di dunia nyata. Asal risikonya tidak sama seperti di dalam film itu. Saya rasa bakal mengasyikkan karena tipe permainan seperti ini masih langka di negeri ini. Iya apa tidak, sih?

Butuh Hiburan? Traveloka Xperience Aja!


Di saat butuh hiburan, hal yang pertama terpikirkan adalah membuka aplikasi Traveloka. Apalagi, sekarang sudah ada layanan Traveloka Xperience di sana. Traveloka melebarkan sayap dengan melengkapi produk dan layanannya untuk kebutuhan travel dan lifestyle dalam Traveloka Xperience. Jadi Traveloka bukan hanya aplikasi untuk traveler doang, kaum rebahan juga cocok kok pakai layanan Traveloka.

Ada banyak sekali jenis hiburan yang bisa dipilih di sini. Mulai dari tiket atraksi, bioskop, event, hiburan, spa dan kecantikan, olahraga, taman bermain, transportasi lokal, tur, pelengkap travel, makanan dan minuman, serta kursus dan workshop. Komplit, kan?

Cara pakainya juga gampang. Kita tinggal masuk ke aplikasi Traveloka, lalu pilih fitur Xperience. Ada pilihan menu hiburan yang bisa memudahkan, bisa juga langsung cari hiburan yang kamu inginkan melalui search box yang disediakan.

Nah, saya lekas saja mencoba mencari permainan yang sudah saya ceritakan di atas tadi. Setelah memasukkan kata kunci “Escape Room” di kotak pencarian Traveloka Xperience, ternyata ada Permainan Escape Room di House of Trap Jakarta yang tersedia di sana. Girang buukan main!

Karena saya orangnya perlu pertimbangan, maka saya ngintip dulu testimoni dari orang-orang yang sudah nyobain Escape Room itu. Dilihat dari kesan para pengunjung yang tertera, sepertinya memang menarik untuk direalisasikan. Permainan ini bisa dimainkan maksimal 12 orang. Jadi bisa ajak keluarga atau teman untuk bermain bersama.

Ada empat pilihan tema permainan yang disediakan, yaitu: The Battle of Dragons, Clash of Wizard, Lucid Dreams, dan Treasure Island. Misinya sama dengan yang ada di dalam film, yaitu membebaskan diri dari berbagai ruangan dengan banyak skenario mendebarkan yang menantang secara intelektual, makanya perlu kerja tim yang baik di dalamnya.

Untuk harga, ternyata cukup terjangkau. Apalagi, ada potongan harga yang diberikan oleh Traveloka Xperience. Cukup dengan membayar Rp67.500 untuk kunjungan saat weekdays atau Rp90.000 untuk kunjungan saat weekend. Wah, #XperienceSeru semakin nyata di depan mata!

Itu baru satu contoh saja dari sekian banyak layanan yang bisa diberikan Traveloka Xperience kepada kita. Mau nonton konser? Bisa. Mau nonton film? Bisa. Atau mau karaoke juga bisa. Bahkan, kalau mau ikut workshop pun juga bisa, lho. Jadi bisa dibilang Traveloka Xperience ini starter pack buat orang-orang yang asyik. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa langsung otak-atik fiturnya via aplikasi atau web.

Buruan pakai Traveloka Xperience sekarang! Kalau asyik, ngapain ditunda-tunda. Hahahaha. Terima kasih sudah mampir ke blog saya. Salam santuy!

13 Oktober 2019

poster film 99 nama cinta
Poster resmi 99 Nama Cinta

Ada beberapa sutradara di Indonesia yang selalu ingin saya tonton karyanya. Sebut saja Joko Anwar, Riri Reza, dan juga Garin Nugroho. Masing-masing dari mereka memiliki warna tersendiri dalam menampilkan filmnya. Saya paling suka warna yang dibuat oleh Garin Nugroho.

Nama Garin Nugroho sudah tidak asing lagi di industri film Indonesia. Bukan hanya di dalam negeri, film-filmnya kerap lalu-lalang di ajang festival bergengsi dunia. Selain menonton filmnya, saya juga membaca bukunya berjudul “Film Indonesia” yang secara lengkap mendokumentasikan perjalanan industri film Indonesia dari zaman kolonial hingga 2012. Singkat cerita, Garin Nugroho adalah legenda di kancah perfilman Indonesia. Setidaknya, saya meyakini itu.

Baru-baru ini, Garin kembali terlibat dalam sebuah produk film. Film tersebut adalah 99 Nama Cinta. Meski begitu, Garin kali ini tidak berada di kursi sutradara. Ia menjadi penulis naskah, sementara posisi sutradara dipegang oleh Danial Rifki. Usut punya usut, Danial dulunya pernah bekerja Bersama Garin sebagai astrada tiga. Melihat potensinya, Garin merasa Danial mampu untuk mengerjakan film 99 Nama Cinta.

Film 99 Nama Cinta sendiri merupakan film drama yang dipadukan dengan nuansa reliji dan sentuhan komedi. Beberapa bintang ternama mengisi peran pada film ini, sebut saja Acha Septriasa dan Deva Mahendra.

rilis trailer 99 nama cinta
Suasana perilisan poster dan trailer film 99 Nama Cinta

Beruntungnya, saya mendapat kesempatan untuk hadir pada presscon pra-tayang film 99 Nama Cinta yang diselenggarakan di Beranda Kitchen Jakarta Selatan pada 10 Oktober lalu. Jadi saya bisa duluan mengintip trailer dan rilisan poster film 99 Nama Cinta. Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh para pemain dan kru 99 Nama Cinta. Berikut pemain serta perannya di film 99 Nama Cinta:

Acha Septriasa sebagai Talia (Seorang presenter tubir)

Deva Mahendra sebagai Kiblat (Anak pesantren)

Ira Wibowo sebagai Ibu Talia

Donny Damara sebagai Kyai Umar

Chicki Fawzi sebagai Husna

Adinda Thomas sebagai Mlenuk

Susan Sameh sebagai Chandra

Dzawin sebagai Ustaz Bambu

Simak trailer 99 Nama Cinta berikut ini untuk mengintip keseruannya:



Film 99 Nama Cinta akan rilis pada 14 November 2019. Film ini berkisah tentang seorang perempuan ambisius bernama Talia yang berprofesi sebagai presenter sekaligus produser pada acaranya sendiri. Talia merupakan sosok perempuan yang mandiri, ulet, namun ia memiliki kekurangan, yaitu wataknya yang mementingkan diri sendiri.

Sementara itu, di sebuah desa di Kudus, ada seorang ustaz muda bernama Kiblat. Kiblat memiliki peran penting di pondok pesantren tempatnya mengabdi. Ia digambarkan sebagai sosok ustaz yang dapat melebur dengan masyarakat dari keberagaman kelas ekonomi, usia, dan latar bekalang.

Pada film 99 Nama Cinta ini Talia dan Kiblat ditakdirkan oleh penulis scenario untuk bertemu dan menjalin kisah asmara. Tapi bagaimana keseruan kisah perjalanan cinta mereka? Kita hanya bisa menemukan jawabannya pada 14 November 2019 di bioskop kesayanganmu.

Antusias Setelah Nonton Trailer 99 Nama Cinta

Saya pribadi cukup antusias dengan film ini setelah lihat trailernya. Selain itu, seperti yang sudah saya singgung di awal cerita, bahwa penulis skenario 99 Nama Cinta adalah Garin Nugroho. Saya ingin menyaksikan bagaimana keartistikan Garin muncul pada alur cerita yang ia buat. Bukan kali pertama Garin memegang film pop bernuansa asmara seperti ini. Sebelumnya, Garin mengerjakan film Aach Aku Jatuh Cinta yang menggandeng Pevita Pearce dan Chicco Jeriko sebagai pemainnya.

Meski karya-karya Garin Nugroho yang lain lebih “dark” dan cenderung segmented, namun kepiawaiannya dalam menyusun cerita saya rasa tidak akan terkendala oleh nuansa pop yang ditawarkan 99 Nama Cinta. Lagipula produser kreatif dalam film 99 Nama Cinta ini adalah Lukman Sardi yang saya yakin ia hanya akan meloloskan film berkualitas untuk kita tonton.

Sudah notnon trailer film 99 Nama Cinta di atas? Sudah tertarik, kah? Ayo, kita ke biosop pada 14 November 2019. Acha Septriasa dan Deva Mahendra sudah menunggu kita di sana!