14 September 2018



Siapa sangka, mahasiswa buronan seperti saya justru bekerja di perkumpulan kajian media, Remotivi. Mungkin ada yang mengira kalau saya tidak menyelesaikan kuliah karena tidak mampu berkutat dengan teori, data, analisis, dan buku-buku tebal. Ada benarnya juga, dan sepertinya ini adalah ganjaran bagi saya. Kabur dari skripsi, malah masuk ke dalam Remotivi.

Awalnya, saya mencicipi profesi sebagai penulis naskah video di sana. Otomatis saya harus membuka kembali buku-buku ‘berat’, membaca banyak hal dari banyak platform untuk riset, hingga diskusi dari siang sampai malam. Kalau kamu pernah melihat video-video di channel Remotivi, pasti pahamlah kira-kira jerih payah yang diperlukan.

Tidak puas dengan hal itu, sepertinya Remotivi cukup bernafsu mengeksploitasi lelaki seperti saya ini. Karena pada bulan keempat sejak saya bergabung, mereka tega-teganya memberi tambahan pekerjaan, yaitu menjadi admin sosial media.

Loyalitas dan ikhlas membuat saya menyanggupi tawaran itu. Halah mbel. Hahaha.

Ya tentu saja karena penambahan gaji! Hari gini kok ngomongin loyalitas dan ikhlas, memangnya nyicil rumah bisa pakai senyum dan motivasi doang apa? Hehehe.

Singkat cerita, jadilah saya agen ganda di Remotivi, sebagai penulis naskah dan merangkap admin sosial media. Sekilas terlihat milenial sekali profesi itu. Sayangnya kenyataan tak semulus yang diharapkan.

Baru-baru ini laptop kesayangan mengalami penuaan dini. Pasalnya, si laptop susah sekali menyala. Ada masalah teknis yang tidak sepenuhnya saya pahami. Asumsi sementara, sih, masalahnya ada di kabel charger. Apalagi battery laptop memang sudah sepenuhnya mampus sejak lama.

Dengan kendala seperti itu tentu saja pekerjaan jadi keteteran. Baik menulis naskah, ngadmin, maupun nulis blog terpaksa saya rangkap semua pengerjaannya di handphone. Dan ternyata aktivitas yang padat di satu handphone bikin battery cepat habis dan sering hang. Kalau sudah begitu, sebaiknya beli laptop dulu atau gawai pintar dulu? Jawabnya: HANDPHONE!

Hehehe. Karena mulai terbiasa mengoprasikan gawai untuk berbagai keperluan, sepertinya beli handphone baru yang canggih adalah keputusan yang tepat untuk saat ini.

Mau Gadget Baru. iPhone X Aja Gimana, Ya?

Handphone canggih memang banyak jenisnya. Tapi kalau mau cari yang terbaik saya rasa produk iPhone adalah jawabannya. Dari dulu sudah ngidam iPhone, sih, namun tidak pernah kesampaian. Sebagai bibit unggul milenial ya kurang afdhol kalau iPhone belum memenuhi saku celana dan ruang-ruang malam yang sunyi.

Mengintip harga iPhone X memang bikin gemeteran. Tapi kalau lihat kemampuannya sih ya wajar-wajar saja kalau si gawai ini dibandrol dengan harga yang demikian renyahnya. Nah, karena kebutuhan digital saya yang begitu tinggi, besarnya RAM dan memori juga mesti mumpuni. iPhone X menyediakan RAM 3 GB dan memori internal 64 GB. Beda jauh dengan gawai saya sekarang. Hahahaha.

Buat pejuang eksistensi online, keperluan memfoto juga jadi pertimbangan penting saat membeli handphone baru. iPhone X berani memanjakan pengguna dengan resolusi kamera yang tinggi. Dan sebagai digital native yang sehari-harinya pasti menyelam di internet, daya tahan battery adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa saya tawar lagi. Kapasitas tenaga iPhone X mencapai 2716 mAh dengan prediksi menyala hingga 21 jam! Bye bye powerbank!

Dengan spesifikasi yang seperti itu, siapa sih yang tidak berkeinginan untuk memiliki?

Tentu saja saya mau!

Belanja Online? Main Cantik Yuk Biar Hemat!

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, saya yang merasa digital banget ini tentu saja membeli handphone di toko online. Di ekosistem olshop kita, ada banyak sekali toko yang menjual gadget canggih dan terbaru. Tapi tidak semua bisa kita eksekusi begitu saja karena biasanya tiba-tiba dompet merasa lelah begitu nominal barang yang mau dibeli ternyata mahal. Kalau sudah begini, ya solusinya cuma satu. Mesti bisa main cantik!

Tidak ribet kok menemukan barang yang diinginkan dengan harga terjangkau. Cukup menggunakan fasilitas yang disediakan iPrice, kita bisa memperoleh target barang dengan perbandingan harga yang mudah dilihat. Misalnya kalau mau cari harga iPhone X, kita bisa memantau berbagai penawaran harga dari masing-masing toko. Kalau mau kredit ya kita bisa langsung bandingkan berbagai macam aspek, seperti berapa uang mukanya, bunga, besaran kredit, dan lain sebagainya.

Bagaimana? Belanja secara online harus bisa main cantik biar budget minim tapi barang bisa dimiliki. Nah, ini juga yang akan saya praktekkan saat membeli iPhone X. Harapannya, sih, dengan fasilitas digital yang canggih, untaian pekerjaan jadi bisa teratasi dengan baik. Anti hang, anti low memory, dan anti powerbank. Mantap, kan?


Photo by Thiago Japyassu via pexels.com

Follow Us @soratemplates