3 November 2019


Saya berkacamata sejak usia 16 tahun. Saat itu saya duduk di bangku kelas 2 SMA. Walau begitu, saya sebenarnya sudah merasakan ketidakwarasan pada mata saya sejak kelas 6 SD. Tapi saya urung bilang pada kedua orangtua karena tidak ingin membebani perekonomian mereka pada saat itu.

Dengan mata minus, saya mengalami kesulitan belajar, terutama untuk membaca tulisan-tulisan yang tertera di papan tulis. Saya memberanikan diri mengatakan kepada orangtua soal mata saya karena pada jenjang kelas 2 SMA, saya masuk program IPS. Dan “sakit mata” adalah alasan yang saya utarakan untuk mengurangi amarah orangtua karena nilai saya terlalu buruk untuk bisa lolos ke program IPA. Hehehe.

Kalau dihitung-hitung, mata saya harus dibantu dengan kacamata sudah 10 tahun lamanya. Dalam kurun waktu segitu, problematika kehidupan saya banyak terjadi hanya dari masalah paling sepele, “mata”. Oleh karena itu, saya merasa harus punya perhatian lebih pada isu kesehatan mata agar saya tahu apa yang saya alami dan apa yang harus saya lakukan dengan mata seperti ini.

Sesi diskusi. (Dokumen Pribadi
Motivasi itu yang membawa saya pada diskusi soal, “Mata Sehat Mendukung SDM Hebat,” yang berlangsung pada 31 Oktober 2019 di Gandaria City, Jakarta Selatan. Diskusi tersebut menghadirkan narasumber yang sudah ahli pada bidangnya. Ada Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K) (FIACLE Perdami), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M,Kes (Nutrisionis), dan Burhan Noor Sahid (Head of Marketing Signify Indonesia).

Baca juga: Pengalaman Beralih Ke Microsoft Office 365 Home Resmi

Perbincangan yang paling menarik perhatian saya adalah soal data-data hasil penelitian dari YouGov Plc terkait isu kesehatan mata. Penelitian tersebut melibatkan 10.449 orang dewasa sebagai sampel yang tersebar di berbagai negara seperti Argentina, Cina, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Indonesia, Meksiko, Polandia, dan Amerika Serikat. Apa yang bisa kita dapat dari penelitian itu?

Melalui penelitian itu, tercatat bahwa lebih dari 50% orang menghabiskan lebih dari 8 jam per hari di bawah sinar lampu. Diketahui juga, 86% responden percaya kalau pencahayaan yang berkualittas itu bermanfaat bagi kesehatan mata. Sementara itu, kaitannya dengan pemeliharaan kesehatan mata pada diri sendiri, ternyata 66,6% responden tidak melakukan cek mata secara berkala yang artinya mereka abai pada upaya menjaga kesehatan mata bagi diri sendiri.

Dengan berkiblat pada data-data tersebut, saya dapat melihat bahwa faktor yang sangat berpengaruh pada kesehatan mata adalah soal pencahayaan. Walau begitu, ternyata tidak banyak orang yang rajin merawat matanya sendiri. Saya termasuk dalam kategori ini. Hehehe. Di samping itu, hasil penelitian juga menyebutkan bahwa 77% responden percaya bahwa pencahayaan yang berkualitas dapat meningkatkan produktivitas. Namun, seperti apakah cahaya yang berkualitas itu?

Baca jugaLampu Berkualitas Harga Pas

Munculnya cahaya bisa dari berbagai sumber, salah satunya adalah lampu. Dalam perbincangan siang itu, saya dapat menyimpulkan bahwa pencahayaan dari lampu yang berkualitas itu harus memiliki kriteria EyeComfort. Kriteria ini meliputi: tidak tampak berkedip, tidak silau, dimmable (kemampuan mengubah terang-redupnya lampu), tuneable (mengatur temperatur warna), rendering warna, efek stroboskopik (kemampuan menghilangkan distorsi gerak), keamanan fotobiologis (cahaya biru), dan tidak muncul suara .

Jika kriteria EyeComfort ini terpenuhi, maka kesehatan mata dapat lebih terjaga. Setidaknya mengurangi damage dari terang lampu pada umumnya. Lantas bagaimana mendapatkan lampu dengan watak EyeComfort seperti di atas? Mudah saja.

Dalam acara diskusi yang saya hadiri ini, kebetulan juga jadi ajang pengenalan produk baru dari Philips LED EyeComfort. Jika sebelumnya sudah rilis Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics kini kita bisa menikmati seri terbarunya, yaitu Philips MyCare LEDstick. Dengan lampu Philips MyCare LEDstick, kita dapat menikmati penerangan yang berkualitas dengan 70% pengurangan kesilauan (dibandingkan lampu pijar). Lampu ini juga siap menyala hingga 15 tahun, ramah lingkungan (tanpa merkuri soalnya), tidak berkedip, dan memperhatikan keamanan fotobiologis.

Philips MyCare LEDstick hadir dalam dua pilihan, ada warna putih (cool daylight) dan ada warna kuning (warm white) dengan daya mulai 5,5W hingga 9,5W. Selain itu ada juga Philips LED Downlight Meson yang hadir dalam bentuk bundar dan persegi. Jenis ini tersedia dalam warna putih dengan daya mulai 3,5W hingga 24W. Produk-produk Philips ini tersedia di berbagai toko elektronik dan e-commerce.

Saya bersukyur dapat mengikuti diskusi ini. Selain ngobrol-ngobrol asyik, kebetulan juga saya melakukan pengecekan dan konsultasi mata secara gratis di salah satu tenant. Lewat pengecekan itu saya tahu kalau minus mata kiri saya bertambah, yang semula -2 menjadi -2,25. Sedangkan mata kanan saya masih konsisten di angka -3. Untung banget saya punya waktu dan kesempatan untuk hadir dalam ajang yang diselenggarakan oleh Signify.

Sudah waktunya ganti kacamata, nih. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya!


Photo by Daan Stevens from Pexels

1 November 2019


Seperti sudah menjadi kebutuhan pokok, smartphone adalah perangkat komunikasi dan informasi yang paling relevan untuk kita pakai pada masa kini. Jika melihat konstruksi sosial kita yang memerlukan komunikasi jarak jauh berbasis digital, maka bisa dikategorikan bahwa smartphone adalah barang “wajib” yang harus dimiliki.

Ada banyak pilihan smartphone yang menarik untuk kita miliki. Namun, kita perlu memperhatikan mana yang benar-benar kita butuhkan. Lebih tepatnya, karakter smartphone seperti apa yang sebenarnya sesuai dengan kebutuhan hidup kita sehari-sehari. Untuk menjawabnya tidak mudah. Beberapa kali saya keliru memilih smartphone karena kurang jeli mengenali spek gadget. Oleh karena itu, pada tulisan saya kali ini akan mereduksi smartphone apa saja yang menurut saya cocok untuk kamu beli beberapa hari lagi. Hahaha. Ayo jajan! Ayo jajan!

Tidak semua smartphoe yang saya rekomendasikan ini telah saya pakai sebelumnya. Beberapa di antaranya saya dapatkan referensinya dari internet. Sisanya, merupakan hasil diskusi santai dengan teman sejawat. Nah, tidak perlu berlama-lama lagi. Rekomendasi pertama saya adalah XIAOMI REDMI A4!

Siapa yang tidak kenal dengan produk Xiaomi satu ini? Sebagai punggawa kaum proletar seperti saya, menggenggam Xiaomi sudah jadi hal yang sangat lumrah. Bagaimana tidak? Produk Xiaomi sudah terkenal dengan harganya yang terjangkau dan kualitasnya yang tidak kalah dari produk mahal yang lain.

Di antara tipe Xiaomi yang lain, Redmi A4 menurut saya adalah smartphone yang sangat sesuai dengan kebutuhan bergadget yang standar, baik untuk bekerja maupun hiburan. Xiaomi Remi A4 ini sangat ringan untuk ukuran gawai dengan prosesor sekelas Snapdragon 425 64-bit quad-core dan kapasitas baterai hingga 3030 mAh. Layar Redmi A4 sebesar 5 inchi, cocok banget jika kamu suka bermain game atau menonton film di HP.

Ngomongin soal smartphone tentu harus melihat kemampuan kameranya. Xiaomi Redmi A4 menanamkan kamera utama sebesar 13 megapiksel! Dalam sekali jepretan saja sudah seperti foto hasil olahan aplikasi pasti. MIUI juga akan mengkategorikan foto-foto kita sesuai dengan waktu pengambilan gambar. Bahkan sistemnya pun dapat mendeteksi apakah foto hasil jepretanmu merupakan foto panorama atau screenshoot.

Secara garis besar, Xiaomi Redmi A4 adalah pilihan terbaik untuk menemani aktivitasmu sehari-hari. Dengan harga sekitar 1-1,5juta saja, kamu bisa menggenggam gawai pintar di tanganmu. Meski murah, tapi tidak terlihat murahan, kok. Dari segi desain misalnya, Redmi A4 tampak elegan dan minimalis. Terlihat dari body dengan matte finishing yang membuat Redmi A4 tidak bling-bling-bling alias norak. Hahaha.

Ngomong-ngomong soal Xiaomi, apakah kamu tahu cara melacak Xiaomi yang hilang? Masalah kehilangan HP memang sangat menyebalkan. Tapi Xiaomi punya fitur yang membuat kita dapat melacak lokasi keberadaannya. Perlu diperhatikan juga bahwa untuk menikmati fitur ini, kita harus memiliki akun Mi terlebih dahulu. Jika sudah, cara sederhana ini mungkin dapat membantumu menemukan Xiaomi yang hilang entah di mana.

Pertama, aktifkan fitur Find Device pada menu Setting. Lalu masuk ke pilihan Mi Account. Kemudian tinggal pilih Mi Cloud, dan aktifkan Find Device. Tahap ini merupakan langkah persiapan agar Xiaomi kesayanganmu bisa dilacak.

Sedangkan cara melacaknya sendiri cukup mudah. Kamu hanya perlu buka https://i.mi.com melalui device lain (yaiyalah, kan yang biasa dipakai sedang hilang). Lalu login dan pilih menu Find Device. Hanya dengan begitu saja, secara otomatis system pelacakan akan menunjukkan lokasi Xiaomi yang kamu cari. Gampang banget, kan?

Wajar saja jika produk Xiaomi berkenan di hati para penduduk Indonesia. Beberapa pilihan produk Xiaomi terbaik selain Redmi A4 adalah: Redmi Note 7 (harga 2.000.000), Redmi 7 (harga 1.440.000), Redmi 6A (harga 999.000), Redmi 7A (harga 1.130.000), dan Redmi 5A (harga 990.000). Tipe Redmi 5A sejauh ini merupakan jenis Xiaomi yang murah dan populer Di bawahnya sedikit ada Redmi 2 Prime seharga 980.00 dan Redmi 1S seharga 780.000.

Dengan begini, hati jadi tenang kalau tiba-tiba butuh HP baru. Toh ada yang murah dan berkualitas seperti produk-produk Xiaomi yang sudah saya sebutkan di atas. Tapi, selain itu ada juga gawai lain yang sangat saya rekomendasikan sekaligus ingin saya miliki. Belakangan ini kebetulan teman-teman sejawat sedang asyik membicarakan Samsung Galaxy. Perbicangan ini bikin saya mau, mau, mau banget!

Dari sekian banyak tipe Samsung yang didiskusikan, muncul beberapa tipe yang ternyata sangat digemari. Misalnya Samsung Galaxy Note 10 yang dibandrol dengan harga 7.838.500 rupiah. Turun sedikit ada Samsung Galaxy S10 yang senilai 7.700.000 rupiah. Melihat harga-harga itu membuat jiwa proletary saya berkecambuk. Maka muncullah tipe-tipe seperti Samsung Galaxy A20 yang seharga 1.850.000 rupiah dan Samsung Galaxy M10 yang bisa saya tebus dengan ongkos 1.450.000 rupiah.

Baik Xiaomi maupun Samsung, keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Dan seperti yang sudah saya singgung pada awal tulisan ini, kita memerlukan gawai yang sesuai dengan kebutuhan. Kedua pilihan produk smartphone ini sama-sama bisa sesuai dengan siapapun diri kita dan bagaimanapun karakter kita. Artinya, baik Xiaomi maupun Samsung sangat relevan dengan diri kita sehingga memiliki keduanya adalah pilihan yang tepat. Apalagi kalau masih cap-cip-cup kebingungan memilih, saya rasa sebaiknya segera kerucutkan pilihan kamu menjadi dua gadget di atas.

Kamu punya pengalaman memakai Xiaomi dan Samsung atau tidak? Berbagi yuk di blog ini dengan berkirim teks memalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca sampai selesai. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.


Photo by JÉSHOOTS from Pexels

30 Oktober 2019


Sebagai warga ibukota, saya selalu berkutat dengan kemacetan dan panas yang menggelora. Apalagi, mobilitas saya didominasi oleh kendaraan roda dua. Hal ini membuat saya harus selalu berhadapan dengan asap knalpot dan terik matahari.

Mungkin memang ini resiko paling basic bagi penduduk di negara beriklim tropis. Sebelum saya merantau pun saya juga kerap mengalami tekanan panas yang tidak berbeda jauh dengan ibukota. Meski Solo cukup gencar melakukan penghijauan kota, lagaknya hal itu belum bisa mengatasi efek rumah kaca yang kian mengamuk seperti sekarang ini.

Nah, pengalaman saya sebagai pengembara jalanan membuat saya harus memutuskan untuk berkonsentrasi pada kesehatan kulit. Bukan hanya itu, saya juga ingin memiliki wajah yang cerah biar istri makin sayang. Hehehe. Maka dari itu dalam tulisan blog saya kali ini akan memberikan beberapa tips merawat kulit wajah ekstra cerah.

Tapi sebelum ke sana, kita juga perlu mengidentifikasi masalah apa saja yang rawan muncul bagi kulit kita di iklim tropis seperti Indonesia. Sejauh yang saya tahu, kulit kita sangat rentan dengan kekusaman, mudah berkeringat, sensitif, dan mudah kering. Kondisi-kondisi seperti itu akan membawa beberapa persoalan pada kulit wajah kita, seperti jerawat, terdapat flek hitam, hingga megalami penuaan dini dengan ciri kulit jadi kendur dan keriput.

Lantas bagaimana cara merawatnya? Apakah harus konsultasi atau perawatan ke tenaga ahli kulit? Ya, mungkin itu bisa jadi solusi. Namun, untuk kelas menengah seperti saya sekarang ini jelas “ongkos” menjadi pertimbangan yang harus dipikirkan berkali-kali. Oleh karena itu, tips berikut ini akan jadi pilihan yang murah bagi kamu yang ingin menjaga agar kulit wajah memancarkan cahaya-cahaya kehidupanmu yang terang itu. Eeeaaaa.

Tips Merawat Kulit Wajah Ekstra Cerah

1. Kenali suhu tubuhmu. 

Ketika badan terasa panas karena kena terpaan sinar matahari seringkali membuat kita tergiur dengan sapuan air yang dingin di kulit. Meski terasa menyegarkan, namun mengguyur kulit yang panas dengan air dingin ternyata bisa merusak kualitas kulit itu sendiri. Kulit kita bisa mengalami shock yang dapat mengubah warna kulit menjadi “gosong”. Jadi sebaiknya, biarkan tubuh kita berteduh sejenak sebelum kita guyur dengan air dingin.

2. Atasi masalah dari dalam tubuh.

Meski kulit merupakan elemen luar pada tubuh kita. Namun jenis makanan atau minuman yang masuk ke tubuh kita juga dapat berpengaruh pada kualitas kulit, lho. Salah satu yang paling sederhana adalah meningkatkan konsumsi air putih. Selain itu kamu juga bisa menambahkan konsumsi buah yang berdampak baik pada kulit seperti delima, pisang, papaya, semangka, dan kiwi.

3. Cuci muka dengan benar. 

Tentu saja cuci muka adalah cara paling basic untuk merawat kulit wajah agar terlihat cerah dan segar. Namun agar hasilnya lebih maksimal kita perlu memperhatikan beberapa detail. Misalnya kita perlu memakai air hangat ketika membasuh muka di awal tahap. Air hangat dipercaya dapat membuka pori-pori wajah terbuka agar kotoran mudah terangkat. Setelah membasuh dengan air hangat, usap mukamu dengan NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam ke seluruh permukaan wajah. Saya paling suka NIVEA MEN Extra White ini karena tuntas membersikan noda hitam dan konsisten melawan kulit kusam. Jika sudah, basuh kembali wajahmu dengan air dingin agar pori-pori kembali tertutup sebelum kemasukan kotoran baru.

Cara-cara ini walau sederhana tapi saya bisa rasakan manfaatnya, lho. Tentu saja harus disertai dengan konsistensi yang tinggi. Setidaknya untuk cuci muka sendiri minimal dilakukan sehari dua kali setiap pagi dan malam. Hasil yang saya peroleh berupa kulit bersih dari flek hitam, warna kulit jadi ekstra cerah, hingga kulit terasa lebih sehat dan tidak kering.

Andalanku saat melawan kusam

Peran NIVEA MEN Extra White di sini sangat penting karena kemampuannya yang “ngefek banget” bagi kecerahan wajah saya. Sebab produk ini mengandung Active Vit C, vitamin E, vitamin B, gingseng, ginkgo biloba, dan nutrien lain yang mampu mencerahkan kulit wajah 10x lebih baik daripada vitamin C saja. 

Kamu harus coba juga, deh. Terutama untuk pria-pria bermotor yang setiap hari kenyang dengan polusi urban. Aroma NIVEA MEN Extra White ini juga segar dan terasa sangat elegan, lho. Saya langsung pede ke mana saja, asal ada NIVEA MEN Extra White di dalam tas saya.

Demikian tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaaat buat semua. Terima kasih sudah membaca sampai habis. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya, ya. Salam!

Photo by samer daboul from Pexels

28 Oktober 2019


Pengalaman trip ke Bali akan semakin sempurna jika kita dapat bersantai di hotel yang berkelas. Keindahan Bali sudah tidak perlu diragukan lagi, bukan? Namun pengalaman menginap setiap orang sudah pasti berbeda-beda, ada yang asyik tapi ada juga yang buruk. Jika ingin mendapat kenangan yang lebih baik selama di Bali, saya merekomendasikan sebuah promo menginap di The Banda Hotel dengan Kartu Kredit BNI

Menghabiskan waktu bulan madu di Bali memang terdengar klise. Namun jika memang itu manjur untuk menyehatkan mental dan badan, kenapa tidak? Aku dan istri bukan tipe orang yang betah melakukan aktivitas luar ruangan. Entah kenapa, kondisi badan kami tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan yang melibatkan beban fisik terlalu lama. Oleh karena hal itu, kami harus memilih penginapan yang benar-benar memuaskan. Syukurlah, kami tidak kesulitan untuk mendapatkan itu di Bali.

Menginap di The Banda Hotel & Suites Bali selama beberapa hari meninggalkan kenangan yang sangat indah bagi kami. Lokasinya berada dekat dengan pantai dan suasananya tenang sekali. Saking tenangnya, kami mager banget buat jalan-jalan keluar. Hahaha. Gimana sih, sudah jauh-jauh terbang dari Jakarta ke Bali, kok malah mager di kamar aja?

Kami mendapatkan pelayanan yang luar biasa dari para profesional. Ditambah dengan hidangan yang memukau lidah semakin membuat kami merasa puas di sana. Jika tidak ingin melesat ke pantai namun ingin basah-basahan, di The Banda Hotel & Suite Bali ini kita juga bisa menikmati suasana kolam renangnya yang tenang dan segar. Ada dua kolam renang yang bisa kita pakai di sana. Kami tidak benar-benar berenang sebenarnya, hanya berjemur di sekitarnya saja. Lalu memutuskan untuk spa dengan ongkos Rp. 180.000 saja untuk mendapatkan pelayanan spa yang berkualitas.

Selama tinggal di The Banda Hotel & Suite Bali, kami tidak merasa ada keluhan sama sekali. Setiap pelayanan yang diberikan dan fasilitas yang tersedia tidak henti-hentinya membuat kami terus mengucap syukur telah mendapatkan promo menginap di The Banda Hotel & Suite Bali. Nah, jika kamu juga ingin mendapatkan promo yang serupa seperti kami, sebaiknya kamu coba pakai promo special kartu kredit BNI.

Promo Kartu Kredit BNI


Sebenarnya ada banyak banget jenis promo untuk pengguna kartu kredit BNI. Dari sekian banyak itu, saya menggunakannya untuk memperoleh diskon hingga 25% di The Banda Hotel & Suites Bali. Bahkan ditambah diskon 10% untuk pembelian Food & Beverage di Mozarella By The Sea Restaurant, tidak termasuk minuman beralkohol. Jika kamu mau, kamu juga bisa mendapatkan promo di sini karena periode promonya masih berjalan hingga 31 Januari 2020.

Bukan cuma itu aja. Dengan promo spesial kartu kredit BNI, kamu juga bisa dapat diskon 20% di The Michael Resorts Bogor, diskon hingga 27% di The Magani Hotel & Spa Bali, diskon 27% juga di Bali Niksoma Boutique Beach Resort, dan masih banyak lagi diskon hotel yang bisa kamu nikmati. Beruntung banget kan kalau jadi nasabah BNI? Hahaha.

Jadi Rindu Liburan. Ke Bali Lagi Nggak, Nih?


Kapan-kapan kalau ada kesempatan buat berkunjung ke Bali lagi, saya dan istri sudah yakin akan menginap di The Banda Hotel & Suites. Walau sudah tidak ada promo sekalipun, kami tetap akan ke sana. Mau bagaimana lagi? Memang asyik banget tempatnya!

Bukan hanya sebagai destinasi bulan madu saja. Di sana juga cocok untuk kamu-kamu yang mau seru-seruan bareng teman atau saudara. Tapi untuk saat-saat ini saya dan istri belum tahu kapan bisa ke sana lagi karena pekerjaan di ibu kota sedang padat-dapatnya. Jadi teringat lagi kalau sudah lama tidak liburan. Hiks.

Terima kasih untuk kamu yang sudah membaca tulisan ini. Jangan lupa gunakan promo-promo menarik dengan kartu kredit BNI agar kantongmu tidak cepat kering. (Cek promonya: https://www.cekaja.com/banks/bni/kartu-kredit/promo) Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya. Salam!

21 Oktober 2019

commuterline


November 2017 adalah masa peralihan yang cukup besar di dalam hidup saya. Pasalnya, di waktu tersebut saya mulai memutuskan untuk beranjak dari tanah kelahiran, Solo,  menuju ke Jakarta. Awalnya, memang terasa betul adanya gap antara kehidupan yang baru dan yang lama. Terutama, soal transportasi kota.

Dulu, saya selalu menggunakan kendaraan pribadi ke mana pun tujuannya. Sebab, menggunakan transportasi publik bukanlah menjadi sesuatu yang umum dilakukan oleh orang-orang di sekeliling saya. Beda halnya dengan yang saya dapati di Jakarta. Apalagi, kampanye penggunaan transportasi publik terus dilakukan dengan cara-cara yang menarik.

Salah satu transportasi publik yang menjadi favorit saya adalah kereta rel listrik (KRL) yang beroperasi di wilayah Jabodetabek. Sebelumnya, saya hanya mengetahui kereta antarkota saja. Dan, adanya transportasi semacam KRL Jabodetabek ini tentunya memudahkan perjalanan orang-orang untuk sampai ke tempat tujuan.

Setelah berbincang dengan istri saya yang menggemaskan tiada tandingannya, diakuinya bahwa KRL Jabodetabek ini mengalami banyak sekali perubahan sebelum apa yang saya lihat sekarang. Perubahan-perubahan tersebut tentu saja ditujukan untuk memenuhi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Di sini saya melihat upaya Kementrian Perhubungan untuk membangun infrastruktur yang layak bagi warga.

Beberapa perubahan yang dilakukan Kemenhub terhadap transportasi KRL Jabodetabek, antara lain:

1. Ditiadakannya kereta ekonomi yang sudah tidak layak lagi. 

Pernah melihat gambar-gambar kereta tanpa pintu dengan banyak penjual asongan, nggak? Atau pernah dengar soal penumpang liar yang memaksa mengikuti perjalanan tanpa tiket di atap kereta? Saat ini, kereta ekonomi yang tidak layak demikian sudah tidak diizinkan untuk beroperasi lagi. Walaupun harga tiket yang dibandrol sangat murah dan terjangkau, tapi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tentunya menjadi pertimbangan utama.

2. Harga yang relatif lebih murah. 

KRL sekarang ini sebetulnya memiliki harga tiket yang masih sangat terjangkau dengan kualitas layanan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Jika KRL Jabodetabek yang ada bisa disetarakan dengan kereta ekonomi AC di masa sebelumnya, maka perbedaan soal harga ini akan tampak sangat jelas. 

Kereta ekonomi AC, dulunya, memasang harga tiket sebesar Rp8.000 dalam sekali perjalanan. Jika kamu memiliki tujuan akhir yang mengharuskanmu transit dua kali atau menggunakan tiga kereta dengan jurusan berbeda, maka biayanya perjalanannya menjadi Rp8.000 x 3! Sementara sekarang, asalkan kita tidak keluar stasiun, harga tiket perjalanannya cukup flat dengan maksimal Rp5.000 saja. Perubahan ini yang membuat istriku bercerita dengan sangat riangnya.

3. Metode pembayaran yang lebih mudah dan ramah lingkungan. 

Penggunaan tiket berupa kertas-kertas yang distempel sekarang sudah tidak berlaku lagi. Selain untuk memudahkan pembayaran dari para penumpang, juga bisa mengurangi sampah kertas yang dibuat dari pohon itu, kan? Pengguna KRL Jabodetabek bisa menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), THB (Tiket Harian Berjaminan), atau uang elektronik dari beberapa bank untuk melakukan perjalanan.

4. Gerbong khusus perempuan. 

Pelecehan seksual di ruang publik masih sangat sering terjadi, KRL tentu saja termasuk di dalamnya. Melihat hal ini, ada upaya dari Kemenhub untuk menanganinya dengan membuat ruang-ruang khusus wanita di dalam berbagai moda transportasi. Untuk KRL Jabodetabek sendiri, gerbong khusus wanita bisa ditemukan di ujung depan dan ujung belakang.

5. Kursi prioritas.

Kursi prioritas bagi orangtua, perempuan hamil, dan disabilitas membuat kereta menjadi alat transportasi yang inklusif. Menurut saya ini keren!

Nah, itu saja kiranya cerita saya soal transportasi umum di Jakarta, khsusnya KRL. Semoga makin keren kedepannya. Jangan lupa ikuti akun media sosial Kemenhub untuk mengetahui berbagai informasi yang harus kita tahu soal perkembangan transportasi dan semacamnya.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya sampai selesai. Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Photo by veerasak Piyawatanakul from Pexels