Pages

6 Hal yang Harus Dilakukan Untuk Membangun Karakter Mapan



Hallo sahabat blogger dan siapapun yang tersesat disini.. Kali ini saya ingin menegur diri saya sendiri sekaligus berbagi kepada kalian juga.

Tanpa disadari bentar lagi udah mau tambah tua. Dan semakin bertambah umur itulah saya semakin tersiksa. Banyak capaian-capaian yang ingin saya raih namun belum kesampaian, tentu saja bukan karna saya gagal mulu. Tapi karena seringkali kesempatan itu terlewat begitu saja. Betapa bodohnya saya.

Puncaknya saya merasa kesal terhadap diri saya sendiri. Dalam tulisan ini saya merangkup poin-poin yang menjadi target saya dalam membangun karakter. Hal sederhana, namun saya rasa ini cukup ampuh. Nah, berikut adalah 6 Hal yang Harus Dilakukan Untuk Membangun Karakter Mapan :

1. Memiliki Passion
Passion adalah hal yang paling kita gandrungi dalam hidup. Jika diusia yang sudah beranjak dewasa namun belum memiliki passion, waaah bahaya tuh. Artinya hidup ini hambar-hambar saja. Akan menjadi hal yang sangat menyenangkan, jika kita memiliki pekerjaan sesuai dengan passion kita masing-masing. Tanpa passion, kita tidak akan bekerja dengan keras dan pasti akan berhenti di tengah jalan.

Bagaimana menemukan passion dan meyakini bahwa itu adalah ‘benar-benar’ passion kita? Yup, cara sederhananya adalah dengan melakukan banyak kegiatan seperti ikut organisasi, ikut kepanitiaan, ikut perlombaan, menulis, kerja sambilan/magang, ikut komunitas dan lain sebagainya tentu saja yang positif lah. Dari bermacam hal yang kita lakukan itu, mana yang membuat jantung berdebar-debar, bersemangat dan sangat bahagia?

2. Pemimpi
Setelah menemukan passion, langkah yang tepat berikutnya adalah dengan membuat impian atas passion tersebut. Do what you love, Love what you do. Jika kita memiliki target, tentu hidup jadi tidak hambar. Saya punya teman yang sepertinya hidupnya ngikutin arus doang. Dan mengandalkan keberuntungan saja. Sekolah-kuliah-kerja-nikah-momong anak-jadi tua-wafat-reinkarnasi-jadi Dewa Erlang udah gitu-gitu aja. Saya melihatnya dan membayangkan jika saya hidup seperti itu, betapa menyebalkannya hidup saya.

Dari impian ini sebaiknya kita menciptakan dunia yang sangat mendukung tercapainya impian-impian tersebut. Saya menyebutnya, My Zone, kayak minuman isotonik ya.. Seingkali takdir menempatkan kita di lingkungan yang tidak “gue banget”. Untuk itulah kita perlu menciptakan My Zone. Untuk menciptakan My Zone hal yang bisa kita lakukan misalnya adalah mem-follow orang-orang atau akun komunitas (di media sosial misalnya) yang sesuai dengan dunia yang kita inginkan. Lalu mencoba berinteraksi dengan mereka. Secara offline, kita juga bisa eksis melalui komunitas-komunitas. Banyak deh macemnya untuk menciptakan My Zone, lingkungan dimana kita merasa nyaman sesuai passion gitu.

3. Gigih dan Konsisten
Sudah menentukan target? Mulailah beraksi. Untuk melakukan aksi ini diperlukan kegigihan dan konsistensi yang luar biasa. Bagaimana jika kita ambil contoh, misalnya si Pandji Pragiwaksono.

Banyak orang mengatakan ia adalah sosok yang multitalent, mulai dari MC, standup comedian, rapper hingga komikus. Apakah yang ia peroleh itu kebetulan semata? Bisa iya, bisa tidak. Mungkin bukan ‘kebetulan’ istilahnya, tapi ‘kesempatan’ yang berhasil ia manfaatkan dengan baik. Kalau menurut saya sih Pandji kalau standup nggak lucu-lucu amat juga, tapi saya suka banget karna banyak ilmu/pengetahuan yang diperoleh saat melihatnya ber-standup. Jadi rapper yaaah suaranya gak bagus-bagus juga, tapi lagunya asik dan liriknya sangat menggugah. Komikus..yaaa gambarnya gak bagus-bagus juga, tapi ceritanya bagus. Disini ia tau passionnya dimana, impiannya apa dan ia mengerjakannya dengan kegigihan dan konsistensi yang cadas. Saya ingat sekali awal-awal muncul standup si Pandji ini sering dikomenin (di-youtube yang saya tau) “gak lucu lo” dan “lucunya dimana sih?”, tentu saja karena dibandingkan dengan Raditya Dika kala itu. Tapi sekarang, karena kegigihan dan konsistensinya ia sudah melakukan World Tour (standup comedi keliling dunia). See?

4. Sigap dalam Mengambil Keputusan

Jangan indecisive alias tidak berani mengambil keputusan, namun juga jangan terburu-buru mengambil keputusan. Jangan menunggu punya banyak data dulu baru mengambil keputusan, bisa-bisa kesempatan yang kita miliki dirampas orang lain. Tapi dapatkanlah data-data penting yang sederhana, lalu memutuskan berdasarkan intuisi.

5. Mau Keluar Zona Nyaman, Mencari yang Lebih Nyaman


Zona nyaman adalah kondisi kita saat ini yang membuat kita merasa aman dan stabil. Namun, berada di zona nyaman terus menerus tidak akan membawa kita kemana-mana.

Inilah yang saya alami. Bukannya tidak mau bersyukur, tapi saya merasa sulit menggapai cita-cita karena kurangnya motivasi dari keadaan. Saya hidup dalam dunia yang ‘cukup’, tidak mewah, tidak pula kaya. Tapi kalau untuk sebulan beli 5 buku dan 4 kali nonton dibioskop bisalah. Tentu saja itu diambil dari biaya bensin dan makan alias dimepet-mepetin. Demi passion wahahahaha.

Sampai tahap ini saya belum mampu melewatinya. Bahkan saya terjebak dalam zona yang tidak nyaman. Udah gak nyaman, betah lagi. Goblok amat sih gue. Hahahaha. Disini saya terjebak dalam dunia perkuliahan yang bagi saya ‘sudah selesai’. Sudah tidak ada lagi tujuan saya kuliah. Mata kuliah yang saya butuhkan sudah saya ambil. Pengalaman, saya justru gregetan pengen buru-buru cari pengalaman diluar kampus bahkan diluar kota atau luar negeri sekalian. Gelar? Ahhh sudahlah. Ini adalah hal yang sangat menyebalkan. Alasan saya kuliah karna demi harapan orangtua, tapi saya sendiri gak ada tujuan atas hal tersebut. Gimana coba? Punya alasan untuk melakukan sesuatu tapi tidak punya tujuan atas sesuatu yang dilakukan itu. Geram jadinya.

Barusan malah curhat -___-, oke next point.

6. Menunda Kenikmatan


Nhaaa ini. Ini. Susah men. Apalagi di-era sekarang. Dimana hiburan merebak dimana-mana. Mau ngegame tinggal nyalain laptop, mau nonton tinggal ke bioskop, mau dugem tinggal ke club, mau ngibing tinggal nyari acara kampanye. Banyak godaan buat bernikmat-nikmat ria.

Godaan paling berat bagi saya sih tentu saja : TIDUR. Kenikmatan yang susah ditunda. Gratis, mudah, enak pula. Siapa tau malah bisa lucid sekalian, bisa bener-bener nyiptain My Zone tuh. Ohohohohohooo.

‘Menunda kenikmatan’ menjadi pilihan yang tersulit mungkin. Salah satunya lepas dari main game yang gak ada tamatnya itu tingkat kesulitannya sudah sampai level biadab expert. Haha. Tapi saya yakin, keluar dari zona nyaman dan menunda kenikmatan adalah tiket premiere kita untuk meraih hidup yang lebih baik. Siapa coba yang gak mau hidup dalam dunia yang sesuai passion dan persis seperti yang diimpikan?

Hehehehe. Sudah dulu ya teman-teman. Terimakasih sudah mampir, semoga bermanfaat dan sehat selaluuu.. :)

Ilham Bachtiar

Blogger kalang kabut yang doyan menulis tentang film. Meski tutur lisannya kurang terjaga, tapi orangnya total berkharisma. Terima usikan di ilhambachtiar25@gmail.com

22 komentar:

  1. bagus pakde tulisannya, bermanfaat sekali. Berarti biar hidup nggak menyebalkan, jangan jadi dewa erlang, Jadi Cu Pat Kai termasuk keluar dari zona nyaman tuh. hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuahahaha.. makasih ya udah mampir :D

      Hapus
  2. Bener banget tuh, harus berani keluar zona aman.
    Tinggalkan comfort zone pindah ke camfret zone

    BalasHapus
    Balasan
    1. pindah ke kamper-zone aja mas, wangi hahahaha

      Hapus
  3. kayaknya bentar lagi gue bakal mapan:v *pedemaksimal
    salam kenal ya!

    BalasHapus
  4. benar sekali bang jika kelima itu di lakukan insyallah pasti kita memiliki kehidupan yang menyenangkan.

    BalasHapus
  5. Life begin at the end of your comfort zone, setuju! :D

    BalasHapus
  6. Menunda kenikmatan kayaknya paling susah deh. Kayak beranjak dari kasur. Susaah banget. T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menunda kenikmatan bisa juga salah satunya 'pacaran' maybe. Hohohoho

      Hapus
  7. What if we create those "comfort zone" thing? Jadi kita memang keluar dari comfort zone, tapi kita punya atau bisa menciptakan comfort zone itu sendiri, in case kita lagi setres dan galau, maka bisa jadi semangat lagi :3
    *jawaban yang terlampau ambisius* :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmmm.. Sebentar. Aku telaah dulu
      Hahaha..

      Hapus
  8. overall, gue setuju banget bro.
    passion and dream is the important part.
    semuanya berawal dari passion dan mimpi. kalau sesuatu sudah jadi passion, uda deh. bakal ngelakuin apa yang nggak kitapikirkan sebelumnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah mampir dan kita sependapat ya :D

      Hapus
  9. Siip lah, masuk semua tulisannya :D

    BalasHapus
  10. untuk menjadi mapan kita memang harus memiliki hal-hal yang disebutkan diatas.setuju juga jika kita terus bearada di zona nyaman maka kita akan terus ada diposisi tersebut tanpa bergerak maju :)

    BalasHapus

Berkomentarlah sejujur-jujurnya. Sebab menjadi diri sendiri tanpa rasa sungkan adalah sebaik-baik sandiwara.