12 Juli 2018


Akhir pekan yang berseri di hari ke 7 pada bulan Juli 2018 terasa berbeda dari akhir pekan saya biasanya. Pasalnya, pada hari tersebut saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke markas MNC Vision yang berada di wilayah Kedoya, Jakarta Barat. Meski jarak dari kosan (Pulogadung, Jakarta Timur) ke Kedoya cukup jauh, namun saya berhasil menuntaskannya tanpa terlambat. Sudah pengalaman dengan jalan ke sana soalnya, karena dulu pernah 14 hari bolak-balik Pulogadung-Kedoya dengan gagahnya mengantar kekasih yang lagi magang. Weerr..

Mengapa ke MNC?

Ya mengapa tidak? MNC Vision bukan yang lain, dong.

Bagi saya, ini adalah pegalaman pertama main ke MNC. Dan sebagai pengalaman pertama, saya sangat mengingat bagaimana snack yang disuguhkan begitu lezat. Wkwkw. Ya mau bagaimana lagi, sebagai anak kos tentu saya harus merayakan setiap suap sarapan dong yang mana biasanya sarapan gorengan celup sambel doang. Nah, sebenarnya inilah alasan kok saya pilih tepat datang tepat waktu. Ya biar sempet sarapan sebelum acara mulai. Wkwkwk.
Baca Aja: Cerdasnya Manajemen Uang Ala Anak Kos
Usai menikmati coffee break, saya dan teman-teman bloger langsung diajak masuk ke ruangan yang sudah dipersiapkan untuk acara Blogger Gathering with MNC Vision itu. Suasana begitu akrab, seolah para bloger yang datang dan orang-orang MNC bersenyawa dalam satu spektrum. Apasih! Wkwkw. Sebenarnya kayak acara bloger pada umumnya,sih. Suasana pertemuan cukup hening di dunia nyata namun ramai di sosial media, apalagi di grup WA. Wooa.. Chaos. Wkwkw. True story banget nggak, sih?

No Phone, No Done.
Setelah ramah tamah dan sambutan demi sambutan, kami diajak untuk berkeliling dalam pusaran kantor MNC. Acara tur adalah salah satu yang paling saya tunggu, selain biar banyak tahu jeroannya MNC, saya juga bisa terbebas dari potensi membeku di ruang pertemuan yang dingin banget. Sebenarnya hampir semua ruangan hawanya dingin, sih. Ya mau bagaimana lagi, hawa dingin itu dimaksudkan untuk perangkat elektronik soalnya, bukan buat manusia. Lagipula manusia masih bisa kerokan kalau masuk angin gara-gara kedinginan. Lha kalau komputer?

Meski dingin menjalar di seluruh penjuru ruang, tapi setidaknya dengan berjalan kaki saya bisa menangkal peluang masuk angin. Ruangan pertama yang saya kunjungi bernama WIC, kepanjangannya Waktu Indonesia Cimur. Bukan!! Maksud saya Work in Center. WIC terletak di lantai dasar dan menjadi garda depan yang siap melayani customer. Jujur saja saya suka dengan format kantor kecil ini. Selain nyaman dan (tentu saja) dingin, properti berupa poster film dan banner berwujud superhero Marvel memberi sentuhan artistik yang anak film banget. Pengen bawa satu kok malah digetok sama Thor. Ampoon..!
Aciatciatciaaat....
Setelah menjejali WIC, saya kemudian digiring ke perkebunan parabola. Di atas hamparan rumput hijau, berjejer antena-antena besar yang kalau dipakai buat masak nasi goreng bisa mengenyangkan seluruh warga RT02/RW06. Lewat pencerahan dari tour ini saya jadi tahu kalau frekuensi MNC Vision itu tahan cuaca buruk. Jadi kalau hujan badai menerjang, kanal-kanal yang ada di MNC Vision akan senantiasa terjaga. Mantap tidak, tuh?

Nah, di sini ada beberapa pos yang digunakan untuk memantau dan mengelola hilir mudiknya frekuensi penyiaran. Sayangnya area ini hanya boleh dimasuki oleh petugas saja. Jadi saya harus puas mondar-mandir di area perkebunan sembari mencari objek foto yang menarik, seperti ini:

Ini kertas press release digulung buat bikin efek teropong low budget. #TeknologiAnakKos
Usai menggembala antena parabola, saya melenggang masuk lagi ke dalam gedung MNC. Rombongan bloger diajak untuk mengenal dapur produksi, seperti Studio Mini yang dipakai untuk siaran berita maupun Grand Studio yang kapasitasnya lebih besar. Kami juga dituntun untuk melihat bagian customer service di mana pada akhir pekan ternyata masih aktif dan cukup ramai para pekerja melayani keluhan-keluhan dari pelanggan MNC Vision. Wah, kalau ada jaminan pelayanan penuh 24 jam begini, sih, hati jadi lebih tenang. Bisa konsultasi sewaktu-waktu dong, ya.

Tur singkat pun selesai, acara dilanjutkan dengan mencoba kedahsyatan Dolby Audio. Sudah tahu Dolby, kan? Pertemuanku dengan Dolby berawal dari kebiasaan nonton film di bioskop. Sebelum film diputar, biasanya muncul iklannya Dolby, tuh. Nah, kupikir ya Dolby itu cuma support untuk pemutaran film di bioskop saja. Ternyata bukan begitu.

Teknologi Dolby bisa kita nikmati di ruang keluarga juga. Ya tentu saja dengan membeli sound system yang compatible dengan fitur Dolby. Menariknya, Dolby sendiri sudah bisa kita rasakan di MNC Vision pada kanal HBO, FOX, dan RCTI sebagai stasiun televisi Indonesia pertama yang menggunakan Dolby. Nah, pada waktu itu saya merasakan betul bagaimana perbedaan suara biasa dengan Dolby. Apalagi saat dipertontonkan salah satu scene Mad Max Fury Road, gelegar suaranya benar-benar bikin puas.

Rasa ingin memiliki pun muncul seketika. Ya. Memiliki perangkat Dolby satu set lengkap! Wkwkw. Jadi pada waktu itu, ada beberapa speaker yang di letakkan di berbagai sudut, ternyata tiap bagiannya punya peran masing-masing. Ada yang suaranya ngebass banget, ada yang futuristik, ada yang lebih tajam, dan sebagainya. Hebatnya, semua peran itu ketika disatukan berhasil membuat kompleksitas suara yang sangat mengangumkan. Eh, tapi memang Dolby itu jago main peran kok. Adipati Dolby. Wkwkwkwk.

Sepuas dengan Dolby experience, acara selanjutnya diisi dengan workshop sound editing oleh Khikmawan Santosa atau yang lebih akrab disapa Mas Kiki. Karya Mas Kiki yang menurut saya paling kentara adalah saat dia mengolah sound effect di film Pengabdi Setan. Terbukti mulai dari lagu , suara lonceng, hingga gertakan jump scare terus menghantui saya selama seminggu sejak nonton film itu.
Baca Aja: Review Film Pengabdi Setan (2017)
Tak ada kata lain selain ‘puas’ yang bisa saya ucapkan untuk menggambarkan acara Blogger Gathering with MNC Vision waktu itu. Apalagi dapat cinderamata berupa earphone Black Phanter yang keren banget. Karena selain bisa buat dengerin suara elektronik, earphone ini juga bisa dililitin ke tangan jadi kayak gelangnya T’Challa. Ori pula. Gokil!

Suasana di mini studio
Segitu saja, sih, #CeritaDiMNCVision saya kali ini. Harapannya sih bisa segera berlangganan MNC Vision di rumah, lalu pasang satu set lengkap perangkat Dolby. Doakan, yaa. Disumbangin juga boleh. Wkwkwk. Terima kasih sudah baca sampai akhir. Cheers!

27 Juni 2018



Saya adalah orang yang merasa lebih nyaman berbelanja di supermarket karena sistem swalayan yang membuat saya bebas membanding-bandingkan satu produk dengan produk lain, dan bebas pula dalam mengambil keputusan saat membeli sesuatu. Harus saya akui, saya memang cenderung lama saat menentukan pilihan karena menimang banyak alasan untuk membeli atau tidak membeli. Singkatnya sih saya tidak mau rugi.

Kadang saya menemukan barang yang bagus dan bermanfaat bagi orang lain tapi ternyata tidak cocok bagi saya. Misalnya sabun mandi. Meski banyak yang bilang sabun mandi merk A itu bagus, namun ketika saya menggunakannya dengan ekspektasi tinggi, ternyata sabun mandi merk A itu justru membuat kulit saya lengket. Dalam kenyataan seperti itu tentu saja saya merasa sangat kecewa dan sebal.

Belajar dari situlah saya mulai membiasakan diri untuk menemukan sendiri apa yang cocok bagi saya. Karena setiap orang pasti punya selera yang berbeda-beda, bukan? Teman saya yang kerjaannya berurusan dengan dunia digital pun pada saat membeli tiket nonton lebih memilih antri di loket daripada beli secara online. Ya kalau saya sih lebih suka beli tiket nonton secara online, tidak perlu antri dan bisa langsung pilih kursi sendiri.

Banyak transaksi yang bisa saya lakukan secara online. Saya sangat menyukai hal itu karena kuasa penuh untuk memilih, membandingkan, melihat-lihat dulu, dan mengambil keputusan ada di tangan saya. Dengan cara seperti itu saya sering mendapatkan banyak hal yang cocok bagi saya.

Nah, sekarang bagaimana kalau saya mau cari asuransi yang cocok bagi saya? Apakah saya harus googling, membaca ratusan artikel, atau menanyakan itu ke banyak orang? Ribet! Apakah saya asal pilih satu saja yang paling populer? Ah, tidak ada jaminan kalau yang populer itu cocok juga bagi saya.

Jika kegundahan semacam itu juga melanda dirimu, sebaiknya ambil nafas panjang dan tenang dulu. Sebab kita punya ​ supermarket asuransi online yang menyediakan produk asuransi dari berbagai macam provider. Kita sudah tidak perlu capek-capek googling atau tanya ke orang-orang karena kita bisa mendapatkan banyak informasi asuransi dalam genggaman.



Futuready.com adalah supermarket asuransi online yang memiliki lisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui situs maupun aplikasi, kita dapat mengakses Futuready untuk mencari,  membandingkan, dan membeli asuransi yang paling lengkap.

Coba saat ini kita butuh asuransi apa? Asuransi kesehatan, asuransi perjalanan, asuransi kecelakaan, atau asuransi mobil? Futuready memungkinkan kita untuk menemukan kebutuhan asuransi yang paling cocok secara personal. Sudah saatnya pihak asuransi yang benar-benar beradaptasi dengan kita, bukan sebaliknya.

Futuready sendiri menjadi broker asuransi online pertama yang memegang lisensi resmi dari OJK dengan nomor KEP-518/NB.1/2015 pada 18 Juni 2015. Futuready juga merupakan bagian dari AEGON, salah satu perusahaan asuransi terbaik di dunia yang berbasis di Den Haag.

​Perlu diingat, Futuready tidak membuat produk asuransi sendiri.​ Tapi menyediakan layanan informasi asuransi dari berbagai provider dengan ringkas, jujur, dan tidak memihak. Misalnya untuk asuransi perjalanan yang dijual di Futuready ada AXA, AXA Mandiri, Simas Net, Adira, Lippo. MNC, Tokio Marine, dan Malacca. Atau asuransi mobil seperti AXA, ACA, Simas Net, Adira, Avrist, dan Malacca.

Duh, kalau bicara soal asuransi mobil dari Futuready, saya jadi ingat iklannya yang kocak.

Pernah lihat tidak video iklan yang diperankan Cak Lontong? Coba deh lihat saja videonya di bawah ini.



Lihat video itu saya jadi mau segera pakai Futuready buat asuransi mobil. Tapi begitu selesai install, saya baru sadar kalau belum punya mobil. Lah! Hehehe. Setelah saya cari tahu lebih dalam, setidaknya ada tiga keuntungan membeli asuransi mobil secara online melalui Futuready.

1. Pilih Sendiri Perlindungan Sesuai Kebutuhan. Di sini kita bisa memilih sendiri perlindungan yang diinginkan mendapatkan harga terbaik sesuai kebutuhan. Misal kita cuma butuh perlindungan kecelakaan saja, otomatis premi menjadi lebih murah.

​ 2. Asuransi Mobil Tanpa ​Survey. Kapan lagi sistem penerbitan polis auto accept benar-benar tanpa survey, ya kan?

3. Polis Terbit ​Online. Penerbitan polis secara online, dikirim langsung ke surel kita jadi bisa diakses kapan dan di mana saja. Nah, jika mau punya polis dalam bentuk cetak, Futuready juga bisa mengirimkannya, kok.

Itu dia keunggulan yang bisa kita dapatkan jika ingin asuransi mobil​ melalui layanan Futuready.

Saya suka sekali dengan konsep supermarket asuransi ini. Seperti yang sudah disebutka di awal, sebagai orang yang butuh banyak pertimbangan, Futuready bisa menjadi cara saya menemukan jasa asuransi yang paling cocok. Apakah ini juga caramu?


Source header: Pexels

16 Juni 2018


Sebut saja saya adalah pemula dalam urusan merantau. Sebab waktu terlama untuk jauh dengan keluarga baru saya rasakan di usia ke-25 tahun ini. Sebelumnya, mulai dari lahir, sekolah, hingga kuliah saya jalani di tanah kelahiran, Kartasura. Bagi para perantau senior silakan membercandai saya dengan leluasa karena memang saya baru mengalami masa penjelajahan ini dari November 2017 hingga sekarang yang kira-kira sekitar tujuh bulan.

Pada momen ini juga untuk pertama kalinya saya melewati masa lebaran tidak bersama keluarga. Hari Raya Idulfitri 1439H yang jatuh bertepatan pada tanggal 15 Juni 2018 menjadi saksi betapa hati ini ternyata lunak, rapuh, dan rentan terhadap rindu. Akhirnya, komunikasi via telepon menjadi cara terbaik untuk melegakan kerinduan tersebut. Ah, bahkan pada masa sekarang tak hanya saling berkirim suara, bukan? Sebab ada teknologi video call yang bisa semakin mendekatkan jarak raga yang jauh.

Setelah sholat Ied di masjid dekat kos, saya hendak melakukan video call dengan ibu saya yang berada di Kartasura. Tak disangka, sudah tujuh bulan saya sama sekali tidak pernah melihatnya. Ibu saya memang pasif dengan sosial media. Teknologi paling canggih yang ia pakai pun adalah membuat status WhatsApp yang isinya kalimat puitis saja, tidak ada swafoto. Dan saya memang cukup kurang ajar dengan tidak melakukan panggilan video sebelum lebaran ini tiba.

Sayangnya, niatan untuk bertatap muka itu harus kandas. Sebab ibu saya mengklaim bahwa kuota internetnya tidak akan cukup untuk melakukan video call. Pada momen itu saya tahu betul kalau ibu saya pasti juga sedang repot menerima tamu di rumah. Lagipula ibu saya tidak tahu cara beli pulsa secara online. Konter handphone langganan ibu pun sudah pasti libur.

Satu-satunya yang menganggur pada saat itu ya tentu saja adalah saya sendiri. Sebagai anak yang mencoba untuk berbakti dan berbudi pekerti luhur, saya dengan senang hati membelikan pulsa untuk ibu saya. Lagipula saya punya saldo TCASH yang bisa dipakai untuk mengisikan pulsa ke pengguna lain. Jadi dermawan #pakeTCASH ternyata mudah!

Beruntung saya mengikuti akun sosial media TCASH, jadi informasi seputar promo maupun cara pakai TCASH bisa saya dapatkan dengan mudah. Nah, pada saat itu saya tahu kalau TCASH sedang ada program berbagi THR. Karena faktor kebutuhan dan kepraktisannya, tentu saya memilih menggunakan TCASH. Lagipula jika saya berpartisipasi dalam program ini, ada kesempatan bagi saya untuk memenangkan undian berhadiah berupa 1 buah MacBook Pro atau 4 buah iPhone X. Mantul! Mantap betul!

Momen lebaran menjadi menyenangkan ketika komunikasi jarak jauh berhasil saya lakukan. Pada kesempatan untuk berkomunikasi itu, ibu banyak sekali memberi petuah. Mulai soal ibadah, pekerjaan, hingga pribadi yang harus terus belajar agar saya #JadiBaik kedepannya.

Suara ibu terdengar agak parau saat itu. Meski ia mencoba untuk tertawa, bercanda, dan tampil ceria, tapi aku kenal betul bagaimana suara parau ibu sebenarnya adalah suara yang getir oleh rindu. Dan aku paham bagaimana ia mencoba untuk tidak menumpahkan tangis di depan anaknya. Karena ia yakin kalau sebuah perasaan bisa menular. Dan saat itu, ibu sedang menulari saya dengan sebuah perasaan tegar.

Ramadhan tahun ini mungkin jadi bulan yang lebih haru dari sebelumnya. Tidak ada makan bersama, tidak ada senda gurau, bahkan tidak ada lagi cerita-cerita khas ibu yang sebenarnya sudah diulang-ulang puluhan kali. Ramadhan tahun ini mengajarkan pada saya agar senantiasa #JadiBaik di Bulan Baik. Dan pada momentum lebaran, saya jadi menyadari jika rindu adalah pendekatan terbaik untuk meminta maaf dan memaafkan.

Pakai TCASH bikin happy!

Melalui cerita yang saya tuliskan ini, saya jadi ingin berbagi dengan pembaca yang menggunakan operator Telkomsel untuk memanfaatkan TCASH karena bisa mempermudah berbagai keperluan. Kita bisa beli pulsa, belanja online, membayar token listrik, maupun bayar Merchant TCASH yang banyak diskonnya. Saya sendiri sudah mengalami dan sangat girang karena sering mendapat bonus saldo yang bisa dipakai untuk memberi suntikan nafas ke kuota internet saya.

Fitur TCASH yang paling saya suka yaitu fitur kirim uang. Jadi jika kita tidak memiliki rekening bank, kita bisa menggunakan TCASH untuk mengirim uang. Caranya pun sangat mudah. Cukup dengan buka aplikasi TCASH, lalu pilih menu Kirim Uang. Setelah itu kita bisa memilih tujuan transfer, bisa nomor HP (TCASH) atau rekening bank. Berikutnya tinggal memasukan nomor HP atau nomor rekening dan jumlah saldo yang mau dikirimkan. Nah, langkah terakhirnya cukup memasukkan PIN dan saldo sudah langsung terkirim.

Berkat TCASH, momen lebaran saya di perantauan tidak terasa masygul dan senyap. Siapa sangka kalau TCASH bisa menyelamatkan saya dari komunikasi tatap muka yang hampir batal. Semoga tulisan curhat ini selain jadi pengingat bagi diri sendiri kalau saya pernah berada di titik ini, juga jadi manfaat bagi pembaca. Terima kasih telah menyimak blog pribadi saya. Semoga betah, ya. Sampai jumpa!


Header Source: pexels.com

8 Juni 2018


Kita tahu, bahkan sangat yakin terhadap kekayaan alam yang dimiliki oleh negeri ini begitu besar. Besar lahannya, besar potensinya, besar pula sumbangsihnya terhadap dunia. Alam Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke merupakan harta karun yang dipamerkan di mata dunia. Meski demikian, penikmat sejati alam-alam ini bukanlah saya, kita, atau sebagian besar penduduk negeri ini. Tapi mereka.

Mereka adalah orang-orang digdaya yang tidak tersentuh oleh tangan kotor saya. Mereka bersembunyi di balik nama perusahaan yang besar. Mereka berlindung di dalam kerajaan yang mereka bangun. Para pengusaha besar yang mengeksploitasi alam menjadi rentetan angka tak terhingga di rekening mereka. Dan kita, adalah budak yang enggan mengaku.

Beberapa saat lalu, saya dan Tiwi terlibat dalam sebuah acara diskusi film. Bukan film yang tayang menggelegar di bioskop-bioskop, tapi film dokumenter yang begitu sunyi. Mungkin judulnya tidak terlalu ramai dibicarakan, meski isi di dalam film itu mestinya menjadi sebuah pertanyaan besar yang patut dimusyawarahkan bersama sambil ngopi.

FILM ASIMETRIS

Poster Film Asimetris (Sumber: jendelapost.com)
 Film berdurasi satu jam ini memperlihatkan kepada saya gambaran nyata bagaimana hutan-hutan, khususnya kelapa sawit, dieksploitasi dengan beringas. Ada banyak narasumber yang terlibat dalam film Asimetris ini, mulai dari pekerja hingga pemilik lahan sawit itu sendiri.

Secara keseluruhan, film ini mengupas bagaimana kelakuan perusahaan besar terhadap hutan sawit beserta dampak yang dihasilkan. Beberapa yang masuk dalam sorotan, seperti kesejahteraan para pekerja yang timpang sekali dengan glamornya iklan-iklan sabun di televisi, penerabasan lahan warga baik yang terang-terangan menyerobot hingga yang diam-diam dimaling, serta tak luput pula dengan limbah yang menyengsarakan masyarakat setempat.

Kita paham betul bahwa produk-produk yang berbahan kelapa sawit seperti minyak dan sabun, misalnya, merupakan bagian dari kebutuhan sehari-hari kita. Kita tahu betul kalau kebersihan tubuh kita senantiasa membuat kita sehat dan kelezatan kulit ayam KFC hanya akan tercipta melalui proses cipta dengan minyak goreng. Kita memang ‘butuh’ produk-produk itu. Memang ‘butuh’.

Mengapa ada tanda kutip dalam kata butuh barusan?

Setuju atau tidak, kebutuhan yang kita yakini saat ini adalah hasil rekonstruksi budaya. Bukan kebutuhan secara alami. Dewasa ini, yang namanya mandi memang lumrah atau bahkan harus menggunakan sabun. Lalu jika tidak mandi dengan sabun, apakah lantas kita mengkhianati tubuh kita sendiri? Apakah mandi menggunakan watu kali adalah cara yang salah? Dan apakah mandi dengan air saja adalah salah satu perbuatan sia-sia yang akan menjebloskan kita ke dalam neraka?

Tentu tidak. Tapi mengapa kok rasanya ada yang kurang kalau mandi tanpa sabun? Sekali lagi, rekonstruksi budaya, tubuh kita telah dikondisikan untuk butuh terhadap sabun. Mulai dari petuah-petuah orang tua hingga gempuran iklan di televisi membuat sabun menjadi sebuah keharusan dalam ritual mandi kita.

Bahkan, lagu hits aku belum mandi tak tun tuang juga memiliki peran kuat dalam membangun tipu daya itu tadi. Coba ingat-ingat liriknya yang berbunyi, ‘apalagi mandi tak tun tuang tak tun tuang, pasti cantik sekali’. Lalu kita senyawakan dengan lagu anak berbahasa Jawa berikut ini: bebek adus kali, nututi sabun wangi (bebek mandi di sungai, mengikuti harumnya sabun).

Dari dua bongkahan lagu di atas kita tahu bahwa mandi berbanding lurus dengan kecantikan dan mandi identik dengan sabun. Iklan-iklan sabun di televisi, selain menjajakan kesehatan pun juga menggombal soal kecantikan, bukan? Imaji indah yang dibentuk media itulah yang kemudian secara vulgar diciderai oleh film Asimetris.

Sebab dalam film tersebut, kemalangan, kesenjangan, kesulitan, hingga penyakit yang dialami oleh warga sekitar industri kelapa sawit menjadi persoalan yang tidak mendapat panggung di mata publik. Saya begitu ngilu ketika melihat warga setempat beraktivitas di tengah kepulan asap. Terlebih saat sorot kamera menangkap gambar anak-anak kecil dan mendengarkan narator yang menyebut besaran angka yang merujuk pada bayi-bayi yang mengalami gangguan pernafasan.

Selain ngilu, hal menggelikan juga ternyata terjadi di lapangan. Peristiwa yang saya maksud adalah saat pemerintah melakukan sidak ke lahan kelapa sawit yang dikelola oleh perusahaan. Siapa sangka, proses sidak mengalami kendala oleh hadangan dari petugas keamanan perusahaan tersebut. Alangkah lucu ketika petugas keamanan itu mengatakan, “Nggak bisa. Mau sidak, mau apa, juga harus ada izinnya dulu. Kalau tidak ada izin, tidak boleh masuk.”

Ya kalau izin dulu namanya bukan sidak lagi, Pak. Study banding barangkali.

Arogan jika saya menyalahkan bapak petugas itu. Mau bagaimana lagi, beliau bersikap demikian pun untuk mempertahankan pekerjaannya yang barangkali susah didapatkan di sana. Pertanyaan besar yang muncul adalah: Ada apa gerangan dengan perusahaannya? Apakah ada sesuatu yang disembunyikan? Apa itu? 

Intro Film Asimetris (Sumber: kumparan.com)
Sejujurnya, ada banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika usai menonton film Asimetris. Ada standar kelayakan produksi yang diterabas. Ada pekerja dari kalangan anak-anak hingga perempuan yang digerogoti haknya. Ada monopoli, manipulasi, tipu daya, sampai pemaksaan yang melahap lahan-lahan warga. Dan yang pasti, ada jiwa-jiwa yang melayang antara hidup dan mati.

Dulu saya bergindik seusai menonton film Senyap. Tapi kegindikan saya itu lambat laun saya telan sendiri. Sebab pelaku-pelaku yang terlibat di dalamnya mungkin sudah tiada. Kalaupun ada, batang hidungnya tak terlihat. Kalaupun terlihat, orangnya tak tersentuh.

Semetara itu, pelaku-pelaku dalam film Asimetris ini justru terpampang nyata di depan mata kita. Namun sayangnya, sepasang tangan kecil saja tak akan mampu menjangkaunya. Butuh banyak tangan yang bersatu. Itulah yang membuat saya lebih dari bergindik saja, namun bercampur juga di dalamnya rasa gregetan, cemas, pilu, dan nalar kemanusiaan yang terpukul-pukul.

Asimetris bukanlah film hiburan. Asimetris tidak menampilkan laga dan biduan. Asimetris tidak membuat wajah kita berseri-seri seusai menontonnya. Asimetris adalah kegetiran. Di dalamnya merangkum kesedihan tanpa air mata, ketakutan tanpa jeritan, dan senyum tanpa kebahagiaan.

Cukup itu saja yang bisa saya utarakan. Jika penasaran, film ini sudah dapat dilihat di YouTube, lho. Akhir kata, jadilah bagian dari orang-orang yang tersadar di atas panggung ilusi. Sampai jumpa!

Full Movie Asimetris




Header source: pexels.com

21 Mei 2018


Bagi saya, bicara tentang Bali sama artinya bicara tentang dua kesempatan study tour semasa sekolah yang senantiasa saya lewatkan. Bukan karena bosan dengan Bali, ketidakikutsertaan saya dalam darma wisata ke Bali tersebut disebabkan oleh biaya yang tidak mampu saya jangkau. Sampai hari ini Pulau Bali adalah salah satu tempat yang masih saya dambakan, setelah surga firdaus tentunya. Aamiin.

Lokasi wisata di Bali yang paling dicari itu di mana, sih? Pantai Kuta? Hmm. Sepertinya saya tidak begitu tertarik. Saya justru ingin sekali mengunjungi Tanjung Benoa Bali. Tanjung Benoa adalah salah satu lokasi wisata bahari populer yang terletak di ujung barat daya Pulau Bali.

Kawasan wisata Tanjung Benoa dikenal dengan sebutan ‘laut dangkal’ yang berarti semua aktivitas watersport memungkinkan untuk dilakukan. Namun, perlu kiranya memerhatikan waktu yang tepat untuk bermain dengan air di lokasi ini. Dari informasi yang saya dapat, ada istilah ‘pasang tilem’ yang berarti atraksi wisata laut baru dapat dilakukan di atas pukul 11.00 sampai sore. Dan ada juga yang namanya ‘pasang purnama’, di mana kita bisa lebih pagi untuk melakukan olahraga air, yaitu sekitar pukul 09.00.

Bagi pencinta watersport atau bagi netizen yang tersasar ke dalam artikel ini melalui kata kunci Cara Seru Menikmati Wisata Tanjung Benoa Bali, berikut ini saya sajikan beberapa informasi yang barangkali bisa memuaskan rasa keingintahuan dari pembaca sekalian. Baiklah, saya urutkan dari yang mainstream hingga yang antimainstream.

1. Snorkeling

Demi keindahan terumbu karang di kota Bikini Buttom, jenis olahraga ini tentu sudah tidak asing lagi, bukan? Menyelam tipis-tipis sambil menikmati pemandangan yang begitu indah dalam laut tentu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Sudah tidak perlu ditawar lagi, serunya snorkeling sudah bersifat absolut.

2. Diving

Jika snorkeling hanya berenang di sekitar permukaan air, diving berada pada ke dalam yang lebih ekstrem. Oleh sebab itu untuk melakukan diving diperlukan peralatan dan keahlian khusus.

3. Parasailing

Olahraga satu ini lebih pecicilan dari dua macam sebelumnya. Parasailing adalah atraksi di mana kita akan ditarik oleh speedboat sembari memakai payung parasut. Bagi penyuka tantangan, parasailing bisa jadi pilihan tepat selama liburan di Tanjung Benoa.

4. Waterski

Ski di atas air pasti akan menjadi pengalaman tak terlupakan selama di Bali. Terlebih lagi bagi orang yang sehari-hari tinggal di perkotaan, olahraga ini akan jarang sekali dirasakan. Meskipun iya, ujung-ujungnya paling main kerduski: masuk ke dalam kadus lalu ditarik sama teman-temannya. Ngeeeng.

5. Jetski

Naik motor di darat sudah biasa. Jetski akan membawa suasana berbeda saat naik motor karena dilakukan di atas air. Saran saja bagi pengendara jetski untuk tidak menerabas area yang sudah ditentukan. Setidaknya film Final Destination pernah menegurnya dengan halus akan hal itu. Jangan sampai kejadian!
Kolase berbagai sumber

6. Rolling Donut

Di sini kita akan masuk ke dalam sebuah perahu karet berbentu donat lalu ditarik menggunakan speedboat. Wahana satu ini cocok bagi wisatawan yang suka dengan donat. Sampai-sampai ada film kartun yang populer: Donat The Explorer. Halah mbel.

7. Flying Fish

Meski ikan terbang akan selalu menghantui kita dengan penampakan ikon Indosiar, namun jenis atraksi satu ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan itu. Permainan ini menggunakan perahu karet yang ditarik sampai melayang di udara. Ditarik pakai apa? Ya! Speedboat lagi speedboat lagi.

8. Stir With a Spoon

Dilihat dari namanya saja sudah jelas, ‘mengaduk dengan sendok’ yang artinya melakukan aktivitas membuat minuman dalam secangkir gelas. Stir with a spoon merupakan olahraga yang aman, bahkan bagi pemula, karena memang kita hanya perlu membuat Nutrisari rasa jeruk bali saja. Ini beneran? Ya, kagaklah.

9. Talking to the Moon

Banyak orang menghabiskan waktunya di Bali dalam rangka honeymoon maupun babymoon. Sementara bagi kalangan jomblo garis keras, introvert militan, bahkan sudah left dari grup WhatsApp keluarga tentu saja masih bisa menikmati keindahan Bali. Jika ada honeymoon dan babymoon, bukankah perlu ada lonelymoon juga? Atraksi yang bisa dilakukan di bibir pantai Tanjung Benoa ini sangat sederhana, bahkan cenderung sunyi, yaitu ngobrol sama bulan.

Liburan di Bali? Menginap di Benoa Sea Suites and Villas Aja!


Jadi setelah saya paparkan beberapa informasi yang penting, terutama dua poin terakhir barusan, kamu jadi kepengen tidak menikmati wisata Tanjung Benoa Bali? Olahraga airnya, sih, katanya beneran the best! Menariknya lagi, saya mendapat informasi juga mengenai paket watersport di Tanjung Benoa yang terpercaya.

Nah, ini dia Watersport Package Benoa Sea Suits and Villas. Dalam paket ini tersedia dua macam, Suite Room dan Bedroom Pool. Biaya tersebut sudah mencakup menginap dua malam, minuman selamat datang, sarapan, free wifi, air mineral, dan layanan kebersihan. Sementara untuk olahraga airnya nanti ada banana boat, donut boat, fly fish, dan lengkap dengan makan siang. Gimana? Serunya dapat, tempat inap yang nyaman, dan makanan yang pastinya lezat. Informasi selengkapnya bisa langsung dipantau di: Watersport Package 3D2N


Ada banyak wisata unik di Bali yang bisa kita temui. Dan pastinya pengalaman tersebut akan menjadi cerita yang tak terlupakan. Jangan sampai suasana liburan menjadi muram karena salah pilih tempat inap. Benoa Sea Suites adalah pilihan tepat bagi kita untuk menikmati liburan di Bali dengan sempurna. Tidak ada salahnya kan menjadi raja dan ratu beberapa hari di Bali setelah berhari-hari banyaknya menjadi buruh di kota kita tinggal.
Benoa Sea Suites menyediakan tempat yang sangat nyaman, desain elegan, properti artistik, dan pemandangan yang begitu spektakuler. Ditambah dengan kolam renang tentu saja semakin memanjakan liburan kita ke Bali.
Sekadar tambahan saja, mencari villa dan resort dengan pelayanan berkualitas tak tertandingi bisa kita dapatkan melalui Premier Hospitality Asia (PHA), lho. Lewat PHA kita bisa mendapatkan villa mewah, resort, hotel, dan keperluan properti yang sangat memanjakan kita, baik di Bali, Jakarta, bahkan Malaysia. Salah satuny, ya Benoa Sea Suits itu tadi. Mantap, kan?

Demikian ulasan singkat mengenai watersport yang bisa kita coba di kawasan wisata Tanjung Benoa lengkap dengan rekomendasi tempat inapnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu agar hadiahnya bermanfaat bagi saya. Ehem! 


Artikel ini ikut serta dalam Blog Competition Benoa Sea Suites Villa & Benoa Bay Villas dengan hadiah hingga 8 JUTA RUPIAH! Yuk, ikut juga dalam kompetisi ini. Kalau tidak ikut, doakan saja saya menang! Aamiin. 


Follow Us @soratemplates