30 September 2019

Cegah Kehilangan Data Smartphone dengan USB OTG SanDisk



Tahun ini menjadi kali ketiga saya membeli smartphone. Meski beberapa akun sudah terintegrasi, namun banyak data-data yang tidak bisa diselamatkan. Beberapa di antaranya adalah dokumen foto, koleksi e-book, hingga draft tulisan blog.

Saya memang orang yang kurang memperhatikan hal penting seperti ini, sehingga ketika smartphone rusak maka data-data yang berada di dalamnya tidak bisa saya selematkan. Hal ini terjadi akibat saya tidak rutin mengunggah file penting ke dalam sistem cloud. Jangankan mengunggah, memindahkan data penting tersebut ke dalam laptop saja rasanya enggan sekali.

Di dalam data smartphone saya biasanya terisi dengan materi konten yang penting banget. Kalau materi itu hilang, berarti harus bikin yang baru lagi, dong. Nah di sinilah saya merasa waktu yang sudah saya habiskan untuk mempersiapkan konten tersebut menjadi sia-sia.

Bukan hanya kesal yang saya rasakan waktu itu, namun juga marah. Marah besar pada diri saya sendiri yang terlalu malas untuk membuat backup data pada dokumen penting. Sejak saat itu, saya jadi khawatir pada kerusakan atau kehilangan pada smartphone pribadi saya selanjutnya.

Ketika Mencari Solusi

Setelah dua kali tragedi yang menimpa smartphone saya tersebut, saya bertekad untuk menjaga data saya. Tapi bagaimana caranya? Saya pun segera berselancar ke jagad maya untuk menemukan jawaban dari persoalan saya. Voila! Saya menemukan sesuatu yang menarik dari pencarian saya.

Ternyata, pernah ada sebuah survei tentang data manajemen di perangkat digital genggam yang kita pakai. Survei ini dilakukan oleh Western Digital Corps dengan hasil yang cukup menarik. Menurut survei tersebut, dikatakan bahwa 67% orang Indonesia pernah kehilangan data di smartphone mereka. Wow, saya tidak sendiri!

Dikatakan juga kalau beberapa masalah kehilangan data disebabkan oleh kesengajaan menghapus data demi menghemat memori (51%), mendapatkan notifikasi kepenuhan memori (26%), malfungsi pada smartphone (22%), tidak sengaja menghapus data penting (21%), dan kehilangan data akibat virus (18%). Wah, sampai sini ternyata masalah saya tidak umum dirasakan oleh masyarakat, hanya 22%.

Tapi yang menarik bagi saya adalah 51% orang kehilangan datanya karena sengaja menghapus demi menghemat memori. Saya dan mungkin kamu sepertinya pernah berada di situasi tersebut ya, kan? Hahaha. Persoalan penuhnya memori memang bikin dilema. Pada survei WDC di atas juga ada data yang menyebutkan bahwa 49% responden hanya memiliki sisa memori sebesar 1-3 GB di gawai mereka. Padahal total memori yang dimiliki bisa sampai 16GB bahkan 32GB.

Data-data ini menunjukkan betapa pentingnya kapasitas memori bagi kita. Bagaimana tidak? 93% responden dalam survei itu ternyata menggunakan smartphone untuk berfoto. Sedangkan yang lainnya, ada 87% untuk menelepon, 72% chatting, 63% merekam video, dan 63% untuk bermain media sosial.

Tingginya aktivitas berfoto tentu menguras space memori di gawai kita. Apakah kamu termasuk pengguna yang kerap berfoto? Kalau saya jangankan berfoto, hasil foto pun masih harus diedit dengan berbagai macam aplikasi sebelum nantinya diunggah ke media sosial. Kalau sudah begini, memori penuh pun tidak terhindarkan lagi.

Namun, kekhawatiran saya ternyata harus saya sudahi sampai di sini. Sebab, kini saya tahu (lebih tepatnya baru tahu, karena katrok) bahwa ada suatu perangkat yang bisa mengatasi masalah-masalah di atas. Yaitu, USB OTG (On The Go) dari SanDisk. Brand SanDisk ini tentu sudah familiar sekali di benak kamu, dong. Bahkan mungkin kamu memiliki salah satu produknya, flashdisk misalnya.
USB OTG SanDisk
USB OTG SanDisk

Lantas, apakah kamu tahu USB OTG itu apa?

Tidak berbeda jauh dengan flashdisk, USB OTG adalah perangkat eksternal yang dapat menyimpan data-data kita di smartphone. USB OTG ini memungkinkan kita untuk melakukan transfer data tanpa harus menggunakan jaringan internet. Akses transfer datanya cepat dan tidak mudah terputus.

Lalu mengapa harus USB OTG dari SanDisk? Sejauh saya melalukan riset kecil-kecilan sih menurut banyak keterangan menyebutkan bahwa merk SanDisk lebih enak dipakai. Mulai dari bentuknya hingga pada fitur yang ada di dalamnya. Harganya pun terjangkau bagi kantong freelancer seperti saya. Dengan aneka keunggulan yang sudah banyak dikatakan orang, lalu dengan apa lagi saya harus menolak membeli USB OTG SanDisk? Sepertinya tidak ada alasan yang bisa menyanggah hal itu.

Hingga saat tulisan ini ditulis, saya sedang menunggu datangnya paket USB OTG SanDisk yang saya beli dari secara online. Dengan kapasitas 64GB, saya hanya perlu menebusnya dengan harga 100ribu. Rata-rata harga yang ditawarkan sih memang segitu. Kalau mau yang lebih murah juga ada sekitar 60ribuan untuk kapasitas 16GB dan 80ribuan untuk kapasitas 32GB. Kalau sudah tidak sabar, langsung meluncur saja ke Official Store SanDisk. Pasti ada, tuh.

Nah, dengan begini, masalah kehilangan data sudah bukan lagi jadi beban pikiran saya sebab sudah ada solusinya. Bagaimana menurutmu soal topik bahasan kali ini? Yuk, diskusikan di kolom komentar. Terima kasih sudah membaca.



"Tulisan ini diikutsertakan dalam SanDisk Blogging Competion #DibuangSayang #SanDiskAPAC"


Photo by FOX from Pexels

4 komentar:

  1. Wah kudu punya nih. Secara blogger itu pasti harus motret dan berulang-ulang sampai hasilnya bagus. Gak kerasa udah gak muat aja gara-gara memorinya cuma sedikit. Dan itu sering banget saya alami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bangeet... Beli gih USB OTG SanDisk!

      Hapus
  2. Aku ngerasain betapa bermanfaat banget OTG SanDisk
    apalagi kalo lagi pergi jauh
    tanpa harus hilang data bisa backup dulu ke OTG SanDisk :D

    BalasHapus
  3. Percaya deh, yg bikin memoriku cepet penuh dan bisa hilang gitu gegara banyak fotonya T_T. Makanya selalu dicadangkan ke USB OTG SanDisk supaya terhindar dari kehilangan data tsb mas heee

    BalasHapus