8 Desember 2019

Dari 5 Destinasi Wisata Super Prioritas, Saya Pilih 2!



Kejenuhan pasti datang ketika kita menjalani hidup dalam lingkaran kegiatan yang dikerjakan berulang-ulang. Kegiatan itu bisa jadi kerja, kuliah, atau hal-hal lain yang mau tak mau harus kita kerjakan untuk membuat hidup kita berarti. Datangnya rasa jenuh menjadi alarm bagi hidup kita bahwa rutinitas harus direhatkan sejenak. Lalu tenggelamkanlah diri kita pada kegiatan yang membawa semangat dan keceriaan.

Kegiatan apa yang bisa dilakukan ketika kita sedang berada di titik jenuh? Tentu saja ada banyak pilihannya, namun untuk kali ini saya akan membicarakan soal “traveling”.

5 Destinasi Wisata Super Prioritas.

Berada di satu tempat yang sama berulang-ulang bahkan hampir setiap hari akan membuat kita super bosan, bukan? Untuk itulah, selain mengisi kegiatan di luar pekerjaan, saya rasa perlu juga keluar dari tempat yang sering kita datangi. Jika kamu setuju, lekaslah packing lalu kita traveling!

Menentukan destinasi wisata mungkin akan membutuhkan waktu yang lama. Selain harus sesuai dengan budget, faktor kepuasan ekspektasi juga jadi pertimbangan. Misalnya begini, ketika hendak berlibur ke sebuah pulau, apa sih ekspektasinya? Pemandangan indah? Bersih? Fasilitas yang memadai? Bahkan, akomodasi yang mudah dijangkau?

Ekspektasi-ekspektasi itu kadang juga perlu dicatat, tidak cuma daftar oleh-oleh saja yang dicatat. Setelah berekspektasi, tahap berikutnya adalah mewujudkan semua ekspektasi itu agar liburan terasa lebih memuaskan.

Saya tidak perlu mengulas panjang lebar soal destinasi wisata alam di negeri ini, kan? Mulai dari gunung hingga pantai, dari museum hingga candi, semua bisa dinikmati tanpa harus repot-repot mengurus passport karena semuanya sudah ada di sini. Kalau begitu, mulai dari mana dong treveling-nya?

Pada tulisan kali ini, saya akan membawa kamu ke 5 destinasi wisata super prioritas yang sedang digembor-gemborkan oleh pemerintah. Kelima destinasi wisata yang dimaksud adalah Danau Toba (Sumatra Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Lombok Tengah), Labuan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara). Di antara kelima destinasi wisata super prioritas ini, mana yang mau kamu kunjungi?

Kalau saya pribadi akan lebih memilih ke Mandalika atau Likupang. Maklum, saya aquarius, golongan darah AB, dan weton Senin Pahing, jadi Sukanya yang tidak sering dibicarakan orang-orang. Sepemantauan saya, belakangan ini Labuan Bajo sedang marak bermunculan di kronologi linimasi Instagram saya. Sedangkan Borobudur dan Danau Toba sudah seringkali jadi bahan perbincangan di kelas sejarah. Maka saya pilih yang paling asing di telinga saya, yaitu Mandalika dan Likupang. Entah karena informasi tentang dua tempat itu masih minim, atau saya saja yang katrok. Sepertinya lebih condong pilihan kedua, ya. Hmm.

Transmate, Sebuah Penyematan.



Pada Jumat, 6 Desember 2019, saya hadir dalam acara bincang bareng Kementrian Perhubungan (Kemenhub) yang diadakan di Kafe Sundestada Jakarta. Dalam acara yang melibatkan puluhan pegiat kreatif ini, kami diberi wadah untuk berdiskusi soal konektivitas trasportasi yang membuat traveling menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Dalam paparannya, pihak Kemenhub menegaskan bahwa di 5 destinasi wisata super prioritas tersebut telah siap dikunjungi. Hal ini sesuai dengan amanat Presiden yang meminta kelima destinasi tersebut menjadi primadona baru mulai tahun 2020. Segala infrastruktur telah dibangun untuk memastikan wisatawan mendapatkan fasilitas yang memadai selama berlibur. Selain itu, moda transportasi juga telah dipersiapkan dengan matang, baik itu melalui darat, laut, maupun udara.

Pada acara berslogan #ConnectivityMakesTravelingEasy ini juga ada hal lain yang spesial. Puluhan peserta dalam acara tersebut dinobatkan sebagai “Transmate” yang artinya sahabat transportasi. Bukan hanya karena mayoritas pengguna moda transportasi umum, para peserta yang hadir juga aktif dalam isu-isu transportasi dan wisata. Kelihatan kok dari konten-konten yang pernah mereka buat, baik itu di blog, YouTube, atau platform lainnya. Agar makin sah, penyematan label Transmate ini disimbolisasikan dengan sebuah pin khusus dengan logo Transmate yang dipasang di jidat. Ya enggaklah! Di baju masing-masing.

Jika sudah begini, alasan apa yang mau digunakan untuk menunda-nunda traveling? Yuk kemasi barang-barangmu. Kita ketemu di bandara sekarang!


Photo by Tom Fisk from Pexels

Tidak ada komentar:

Posting Komentar